alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Silaturahmi PWI HST bersama Kajari HST

BARABAI – Kepala Kejaksaan (Kajari) Negeri Hulu Sungai Tengah (HST) Trimo pindah tugas sebagai Kepala Kejari Sumenep, Jawa Timur. Saat ini masih menunggu upacara serah terima jabatan.

“Saya mendapat amanah bertugas di Kota Sumenep, Provinsi Jawa Timur,” katanya, saat silaturahmi dan diskusi santai dengan pengurus PWI HST, Rabu (23/2) di ruangannya.

Pria kelahiran 1969 itu mengatakan, jabatannya akan digantikan oleh Faisal Banu yang sebelumnya bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Saya bertugas selama dua tahun lebih di Kabupaten HST. Banyak sekali kesan baik yang saya dapatkan, terutama warganya sangat ramah, santun dan agamis,” kata pria asli kelahiran Ponorogo itu.

Baca Juga :  Alotnya Pemilihan Ketua PWI Tanbu: Dua Kali Suara Imbang

Trimo terhitung sudah 12 kali pindah tugas. Sebelum pindah, saat ini pihaknya masih menangani kasus korupsi dana desa. Satu kasus korupsi dana desa di Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara, sudah naik penyidikan. “Dalam waktu dekat ada yang akan ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Kasus korupsi dana desa memang menjadi kasus yang sering ia tangani. Pada awal tahun 2022 saja sudah masuk tiga laporan. Prestasi yang cukup besar yakni membongkar korupsi di PDAM HST.

Selain memberantas maling uang rakyat. Trimo juga meminta jajarannya agar meneruskan pembentukan Satgas Mafia Tanah.

“Karena mafia tanah ini merugikan negara dan warga, kita juga akan buka hotline jadi warga bisa lapor dan kita akan turut memantau aset-aset pemerintah,” jelasnya. (mal)

Baca Juga :  Setelah Dua Tahun Absen, PWI Kalsel Akhirnya Gelar Buka Bersama

BARABAI – Kepala Kejaksaan (Kajari) Negeri Hulu Sungai Tengah (HST) Trimo pindah tugas sebagai Kepala Kejari Sumenep, Jawa Timur. Saat ini masih menunggu upacara serah terima jabatan.

“Saya mendapat amanah bertugas di Kota Sumenep, Provinsi Jawa Timur,” katanya, saat silaturahmi dan diskusi santai dengan pengurus PWI HST, Rabu (23/2) di ruangannya.

Pria kelahiran 1969 itu mengatakan, jabatannya akan digantikan oleh Faisal Banu yang sebelumnya bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Saya bertugas selama dua tahun lebih di Kabupaten HST. Banyak sekali kesan baik yang saya dapatkan, terutama warganya sangat ramah, santun dan agamis,” kata pria asli kelahiran Ponorogo itu.

Baca Juga :  Alotnya Pemilihan Ketua PWI Tanbu: Dua Kali Suara Imbang

Trimo terhitung sudah 12 kali pindah tugas. Sebelum pindah, saat ini pihaknya masih menangani kasus korupsi dana desa. Satu kasus korupsi dana desa di Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara, sudah naik penyidikan. “Dalam waktu dekat ada yang akan ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Kasus korupsi dana desa memang menjadi kasus yang sering ia tangani. Pada awal tahun 2022 saja sudah masuk tiga laporan. Prestasi yang cukup besar yakni membongkar korupsi di PDAM HST.

Selain memberantas maling uang rakyat. Trimo juga meminta jajarannya agar meneruskan pembentukan Satgas Mafia Tanah.

“Karena mafia tanah ini merugikan negara dan warga, kita juga akan buka hotline jadi warga bisa lapor dan kita akan turut memantau aset-aset pemerintah,” jelasnya. (mal)

Baca Juga :  Setelah Dua Tahun Absen, PWI Kalsel Akhirnya Gelar Buka Bersama

Most Read

Artikel Terbaru

/