alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Tahun ini, Ujian Nasional Kembali Ditiadakan

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memastikan Ujian Nasional (UN) tahun ini kembali ditiadakan.

“Digantikan dengan asesmen,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kadisdik, Nuryadi, kemarin (22/2).

Mengacu pada keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Demi keselamatan dan kesehatan guru dan murid. Mengingat pagebluk covid kembali mengancam.

“Walaupun asesmennya belum dijadwalkan,” tambahnya.

Meski disebut sebagai pengganti UN, asesmen takkan menjadi penentu tunggal untuk kelulusan siswa. Namun, Nuryadi cukup yakin, asesmen ini bisa mengetahui kemampuan siswa.

Dipaparkannya, peserta asesmen adalah siswa kelas 4 dan 5 bagi SD penggerak. Sedangkan SD reguler hanya untuk siswa kelas 5. Ditambah kelas 8 dari SMP.

Materinya akan disiapkan pusat dan dibagikan sekolah kepada siswa.

Baca Juga :  9 Guru Honorer "Tercecer", Mereka Mengeluh ke Gedung Dewan

“Lalu, ada Ujian Sekolah (US) untuk kenaikan kelas. Dimulai 17 Mei nanti,” sebutnya.

Ditanya soal penentu kelulusan atau kenaikan kelas, Nuryadi menyebut hasil rapor tiap semester.

Ditambah nilai perilaku dan prestasi di luar akademik.

Mengingatkan pembaca, tahun lalu, Menteri Nadiem Makarim juga meniadakan UN dan menggantinya dengan ujian kesetaraan. Dasarnya adalah masa darurat di tengah penularan covid. (gmp/at/fud)

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memastikan Ujian Nasional (UN) tahun ini kembali ditiadakan.

“Digantikan dengan asesmen,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kadisdik, Nuryadi, kemarin (22/2).

Mengacu pada keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Demi keselamatan dan kesehatan guru dan murid. Mengingat pagebluk covid kembali mengancam.

“Walaupun asesmennya belum dijadwalkan,” tambahnya.

Meski disebut sebagai pengganti UN, asesmen takkan menjadi penentu tunggal untuk kelulusan siswa. Namun, Nuryadi cukup yakin, asesmen ini bisa mengetahui kemampuan siswa.

Dipaparkannya, peserta asesmen adalah siswa kelas 4 dan 5 bagi SD penggerak. Sedangkan SD reguler hanya untuk siswa kelas 5. Ditambah kelas 8 dari SMP.

Materinya akan disiapkan pusat dan dibagikan sekolah kepada siswa.

Baca Juga :  Menunggu Bantuan Dermawan, Nurul Ingin Berjalan Lagi

“Lalu, ada Ujian Sekolah (US) untuk kenaikan kelas. Dimulai 17 Mei nanti,” sebutnya.

Ditanya soal penentu kelulusan atau kenaikan kelas, Nuryadi menyebut hasil rapor tiap semester.

Ditambah nilai perilaku dan prestasi di luar akademik.

Mengingatkan pembaca, tahun lalu, Menteri Nadiem Makarim juga meniadakan UN dan menggantinya dengan ujian kesetaraan. Dasarnya adalah masa darurat di tengah penularan covid. (gmp/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/