alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

BANJARBARU – Satu lagi Tempat Penampungan Sementara (TPS) milik Pemko Banjarbaru ditutup. Lokasinya yakni di Jalan Rambai yang masuk dalam area Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru.

Penutupan ini diketahui sudah terjadi cukup lama. Setidaknya kurang lebih dua pekan terakhir.

Di lokasi, sudah tampak terpasang papan informasi yang menyatakan jika TPS tersebut tak boleh lagi digunakan. Dari informasi yang dihimpun, rupanya area TPS tersebut akan dialihfungsikan. Maklum lahan tersebut masih berstatus aset ULM. Yang mana selama ini Pemko meminjam lahan tersebut untuk mengakomodir TPS bagi warga yang bermukim di kawasan sana.

Salah seorang warga di sana, Dani mengaku cukup menyayangkan penutupan ini. Sebab, ia harus membuang sampah miliknya ke lokasi yang lebih jauh secara jarak. “Biasanya kan dekat, jalan kaki pun bisa. Sekarang katanya dipindahkan wilayah Guntung Paikat sana. Ya secara jarak tentu lebih jauh, tapi mau gimana lagi karena ditutup juga kan,” katanya.

Baca Juga :  Didik Warga Hadapi Bencana Melalui Virtual Reality

Disebutkan, bahwa lahan tersebut akan dibangun untuk keperluan bangunan laboratorium milik ULM. Kini, kawasan TPS juga sudah dipagar dan masuk dalam kategori akses terbatas, bahkan tertutup.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Sirajoni membenarkan kabar ini.

Dijelaskannya, bahwa memang pihaknya harus menutup TPS tersebut atas permintaan dari pihak ULM. “TPS itu akan ditutup permanen. Penutupan terhitung sejak tanggal 17 Januari. Ini sesuai dengan surat permohonan pihak ULM yang diajukan ke kita,” kata Sirajoni.

Turut dibenarkannya, bahwa berdasarkan isi surat permohonan yang diterima. Penutupan TPS dikarenakan pihak ULM berencana membangun Gedung Laboratorium Terpadu. “Sebagai gantinya, pembuangan akan dialihkan ke Pusat Daur Ulang (PDU) di Guntung Paikat. Di lokasi TPS juga sudah kita pasang papan informasi tersebut,” katanya.

Baca Juga :  ULM Siap Kuliah Tatap Muka 100 Persen

Terakhir, ia mengimbau agar warga sekitar atau masyarakat yang terbiasa membuang sampah di kawasan sana untuk bera “Kita berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut, jangan membuang lagi di tempat tersebut, termasuk curi-curi membuangnya. Kita meminta kerjasamanya semua pihak,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Satu lagi Tempat Penampungan Sementara (TPS) milik Pemko Banjarbaru ditutup. Lokasinya yakni di Jalan Rambai yang masuk dalam area Kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru.

Penutupan ini diketahui sudah terjadi cukup lama. Setidaknya kurang lebih dua pekan terakhir.

Di lokasi, sudah tampak terpasang papan informasi yang menyatakan jika TPS tersebut tak boleh lagi digunakan. Dari informasi yang dihimpun, rupanya area TPS tersebut akan dialihfungsikan. Maklum lahan tersebut masih berstatus aset ULM. Yang mana selama ini Pemko meminjam lahan tersebut untuk mengakomodir TPS bagi warga yang bermukim di kawasan sana.

Salah seorang warga di sana, Dani mengaku cukup menyayangkan penutupan ini. Sebab, ia harus membuang sampah miliknya ke lokasi yang lebih jauh secara jarak. “Biasanya kan dekat, jalan kaki pun bisa. Sekarang katanya dipindahkan wilayah Guntung Paikat sana. Ya secara jarak tentu lebih jauh, tapi mau gimana lagi karena ditutup juga kan,” katanya.

Baca Juga :  Hampir Adu Jotos karena Sampah, Aparat Pemkab Jangan Lamban

Disebutkan, bahwa lahan tersebut akan dibangun untuk keperluan bangunan laboratorium milik ULM. Kini, kawasan TPS juga sudah dipagar dan masuk dalam kategori akses terbatas, bahkan tertutup.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Sirajoni membenarkan kabar ini.

Dijelaskannya, bahwa memang pihaknya harus menutup TPS tersebut atas permintaan dari pihak ULM. “TPS itu akan ditutup permanen. Penutupan terhitung sejak tanggal 17 Januari. Ini sesuai dengan surat permohonan pihak ULM yang diajukan ke kita,” kata Sirajoni.

Turut dibenarkannya, bahwa berdasarkan isi surat permohonan yang diterima. Penutupan TPS dikarenakan pihak ULM berencana membangun Gedung Laboratorium Terpadu. “Sebagai gantinya, pembuangan akan dialihkan ke Pusat Daur Ulang (PDU) di Guntung Paikat. Di lokasi TPS juga sudah kita pasang papan informasi tersebut,” katanya.

Baca Juga :  ULM Didirikan Pejuang

Terakhir, ia mengimbau agar warga sekitar atau masyarakat yang terbiasa membuang sampah di kawasan sana untuk bera “Kita berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut, jangan membuang lagi di tempat tersebut, termasuk curi-curi membuangnya. Kita meminta kerjasamanya semua pihak,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/