alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Akan Bangun Ulang Menara Yang Patah

Satu Menara Islamic Center Patah, Gara-Gara Faktor Kesalahan Manusia

KANDANGAN – Berdasarkan pendalaman yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), robohnya satu dari empat menara Masjid Islamic Center di Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, yang masih dalam penyelesaian pembangunan, Kamis (17/2) sore, karena faktor human error atau kesalahan manusia.

Kepala Dinas PUTR HSS, Tedy Soetedjo menjelaskan, untuk mempercepat proses pengerjaan Masjid Islamic Center, kontraktor PT Daman Variakarya tidak memperhatikan lagi usia beton yang belum sepenuhnya kuat. Setelah pengecoran, langsung mengerjakan yang di atasnya lagi. Sehingga menerima beban yang belum semestinya.

Kemudian, ada beberapa tiang penyangga menara yang dilepas karena para pekerja akan melakukan pengecatan. Dengan dilepasnya tiang penyangga tersebut sehingga mengurangi daya tahan.

“Setelah dilakukan pendalaman pertama penyebabnya karena ada faktor human error atau kesalahan manusia dalam hal ini pemborong,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (21/2).

Kedua yaitu faktor alam yang saat kejadian robohnya Menara di wilayah Kabupaten HSS sedang terjadi hujan disertai angin kencang.

Baca Juga :  Sejarah Masjid Jami Sungai Jingah

“Serta adanya alat berat yang mengeluarkan getaran di sekitar menara, sehingga mengakibatkan menara patah,” katanya.

DitegaskanTedy, salah satu menara Masjid Islamic Center tersebut tidak roboh tapi hanya patah di bagian atas.

“Ada salah satu batangan yang patah, sehingga bangunan atas terjatuh,” sebutnya.

Atas patahnya salah satu menara Masjid Islamic Center ini, kontraktor bertanggungjawab menyelesaikan pengerjaannya. Saat ini mereka sudah melakukan perbaikan menara yang patah. “Mereka membangun ulang lagi,” tutur Tedy.

Saat ini, pembangunan masjid di kawasan Islamic Center sudah mencapai 96 persen. “Sisa empat persen ditambah penyelesaian menara,” sebutnya.

Supaya tidak terjadi insiden serupa, menara Masjid Islamic Center akan ditambah kekuatannya dengan memasang bahan dari baja. “Di tiga menara nanti akan ditambah bahan baja lagi,” ucapnya.

TUNJUKKAN: Kepala Dinas PUTR HSS Tedy Soetedjo menunjukkan foto insiden patahnya menara Masjid Islamic Center. (foto: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN)

Jika nantinya pembangunan Masjid Islamic Center lepas target, Dinas PUTR Kabupaten HSS akan berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). “Kita optimis pembangunan Masjid Islamic Center selesai,” katanya.

Baca Juga :  Masjid Timbul: Tak Tersentuh Api Meski Kebakaran Hutan

Terpisah, Direktur Utama PT Daman Variakarya, M Noor Herlambang mengatakan, berdasarkan hasil kajian, patahnya menara Masjid Islamic Center akibat lemahnya bangunan atas atau level 20 yang tidak mampu menahan beban kubah kecil menara.

Sebagai bentuk tanggungjawab, pihaknya telah melakukan pembangunan lanjutan, dengan membangun menara dengan kontruksi baja dari bawah sampai ke atas, sehingga lebih kokoh dan kuat. “Kontruksi baja tidak merubah bentuk kubah dan tetap sama dengan yang sebelumnya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, karena pembangunan masjid Islamic Center di Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten HSS sampai batas akhir konpensasi pengerjaannya tahun 2022 ini tidak kunjung selesai. Pengerjaan perampungannya kini dikenakan denda.

PT Daman Variakarya selaku kontraktor dikenakan sanksi denda sejak Kamis (10/2) dan diberikan perpanjangan waktu 50 hari hingga Maret 2022 mendatang kepada kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Islamic Center. Denda perhitungannya adalah 1/1.000 dikalikan nilai kontrak. (shn)

KANDANGAN – Berdasarkan pendalaman yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), robohnya satu dari empat menara Masjid Islamic Center di Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, yang masih dalam penyelesaian pembangunan, Kamis (17/2) sore, karena faktor human error atau kesalahan manusia.

Kepala Dinas PUTR HSS, Tedy Soetedjo menjelaskan, untuk mempercepat proses pengerjaan Masjid Islamic Center, kontraktor PT Daman Variakarya tidak memperhatikan lagi usia beton yang belum sepenuhnya kuat. Setelah pengecoran, langsung mengerjakan yang di atasnya lagi. Sehingga menerima beban yang belum semestinya.

Kemudian, ada beberapa tiang penyangga menara yang dilepas karena para pekerja akan melakukan pengecatan. Dengan dilepasnya tiang penyangga tersebut sehingga mengurangi daya tahan.

“Setelah dilakukan pendalaman pertama penyebabnya karena ada faktor human error atau kesalahan manusia dalam hal ini pemborong,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (21/2).

Kedua yaitu faktor alam yang saat kejadian robohnya Menara di wilayah Kabupaten HSS sedang terjadi hujan disertai angin kencang.

Baca Juga :  Ajak Pemabuk ke Majelis Hingga Jadi Jemaah Tetap

“Serta adanya alat berat yang mengeluarkan getaran di sekitar menara, sehingga mengakibatkan menara patah,” katanya.

DitegaskanTedy, salah satu menara Masjid Islamic Center tersebut tidak roboh tapi hanya patah di bagian atas.

“Ada salah satu batangan yang patah, sehingga bangunan atas terjatuh,” sebutnya.

Atas patahnya salah satu menara Masjid Islamic Center ini, kontraktor bertanggungjawab menyelesaikan pengerjaannya. Saat ini mereka sudah melakukan perbaikan menara yang patah. “Mereka membangun ulang lagi,” tutur Tedy.

Saat ini, pembangunan masjid di kawasan Islamic Center sudah mencapai 96 persen. “Sisa empat persen ditambah penyelesaian menara,” sebutnya.

Supaya tidak terjadi insiden serupa, menara Masjid Islamic Center akan ditambah kekuatannya dengan memasang bahan dari baja. “Di tiga menara nanti akan ditambah bahan baja lagi,” ucapnya.

TUNJUKKAN: Kepala Dinas PUTR HSS Tedy Soetedjo menunjukkan foto insiden patahnya menara Masjid Islamic Center. (foto: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN)

Jika nantinya pembangunan Masjid Islamic Center lepas target, Dinas PUTR Kabupaten HSS akan berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). “Kita optimis pembangunan Masjid Islamic Center selesai,” katanya.

Baca Juga :  Kiprah Ulama dan Dahsyatnya 'Pasukan Gaib'

Terpisah, Direktur Utama PT Daman Variakarya, M Noor Herlambang mengatakan, berdasarkan hasil kajian, patahnya menara Masjid Islamic Center akibat lemahnya bangunan atas atau level 20 yang tidak mampu menahan beban kubah kecil menara.

Sebagai bentuk tanggungjawab, pihaknya telah melakukan pembangunan lanjutan, dengan membangun menara dengan kontruksi baja dari bawah sampai ke atas, sehingga lebih kokoh dan kuat. “Kontruksi baja tidak merubah bentuk kubah dan tetap sama dengan yang sebelumnya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, karena pembangunan masjid Islamic Center di Desa Hamalau, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten HSS sampai batas akhir konpensasi pengerjaannya tahun 2022 ini tidak kunjung selesai. Pengerjaan perampungannya kini dikenakan denda.

PT Daman Variakarya selaku kontraktor dikenakan sanksi denda sejak Kamis (10/2) dan diberikan perpanjangan waktu 50 hari hingga Maret 2022 mendatang kepada kontraktor untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Islamic Center. Denda perhitungannya adalah 1/1.000 dikalikan nilai kontrak. (shn)

Most Read

Artikel Terbaru

/