alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Pelangsir Solar Masih Leluasa, Aksi Mogok Sopir Jilid II Diserukan

BANJARMASIN – Sejak turun berdemo pada November tahun lalu, nyatanya, para sopir truk pelabuhan masih kesulitan memperoleh solar bersubsidi.

Di media sosial, beredar seruan aksi mogok pada Selasa (22/2) pagi.

Titik kumpulnya di perempatan Kompleks Lumba-Lumba, kawasan Pelabuhan Trisakti Bandarmasih.

Tuntutannya, agar para sopir truk bisa memperoleh solar secara normal. Tanpa harus mengantre berjam-jam di depan SPBU.

Dikonfirmasi, Ketua Asosiasi Komunitas Sopir Kalsel, Bambang Supriyono membenarkan rencana aksi tersebut. Dinyatakannya, aksi ini tak jauh berbeda dengan aksi pertama. Yakni, menagih janji kepolisian untuk menertibkan maraknya pelangsir solar.

“Agar kami tak kelaparan karena tak bisa bekerja,” ujarnya kemarin (20/2).

Anggapannya, aparat seakan tutup mata terhadap ramainya aksi pelangsiran di SPBU. “Entah kenapa, saya dengar regulasinya sudah ada. Tapi sampai sekarang buktinya belum ada,” sindirnya.

Baca Juga :  Khawatir Terjadi Monopoli, Tak Hanya Organda yang Urusi Solar untuk Truk

Diingatkannya, keberadaan para sopir angkutan logistik ini penting untuk menopang perekonomian daerah.
Selain itu, Pemprov Kalsel pernah berjanji akan membagikan kartu penjatahan solar bersubsidi. Lantaran tak ada kejelasan, para sopir pun sepakat untuk kembali turun aksi.

“Hasil rapat pada Sabtu malam, ada seribu sopir yang siap turun. Bahkan bisa lebih,” tutupnya.

Dihubungi Radar Banjarmasin, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai menegaskan kepolisian tak pernah membiarkan pelangsiran.

Diceritakannya, sudah sering digelar razia di lapangan. “Tapi kan kucing-kucingan,” ujarnya.

Mendengar kekecewaan para sopir truk, Rifai memastikan, razia akan digelar lebih rutin. “Kalau perlu selama 24 jam,” tambahnya. (gmp/at/fud)

BANJARMASIN – Sejak turun berdemo pada November tahun lalu, nyatanya, para sopir truk pelabuhan masih kesulitan memperoleh solar bersubsidi.

Di media sosial, beredar seruan aksi mogok pada Selasa (22/2) pagi.

Titik kumpulnya di perempatan Kompleks Lumba-Lumba, kawasan Pelabuhan Trisakti Bandarmasih.

Tuntutannya, agar para sopir truk bisa memperoleh solar secara normal. Tanpa harus mengantre berjam-jam di depan SPBU.

Dikonfirmasi, Ketua Asosiasi Komunitas Sopir Kalsel, Bambang Supriyono membenarkan rencana aksi tersebut. Dinyatakannya, aksi ini tak jauh berbeda dengan aksi pertama. Yakni, menagih janji kepolisian untuk menertibkan maraknya pelangsir solar.

“Agar kami tak kelaparan karena tak bisa bekerja,” ujarnya kemarin (20/2).

Anggapannya, aparat seakan tutup mata terhadap ramainya aksi pelangsiran di SPBU. “Entah kenapa, saya dengar regulasinya sudah ada. Tapi sampai sekarang buktinya belum ada,” sindirnya.

Baca Juga :  Ratusan Liter Solar Pelangsir Disita

Diingatkannya, keberadaan para sopir angkutan logistik ini penting untuk menopang perekonomian daerah.
Selain itu, Pemprov Kalsel pernah berjanji akan membagikan kartu penjatahan solar bersubsidi. Lantaran tak ada kejelasan, para sopir pun sepakat untuk kembali turun aksi.

“Hasil rapat pada Sabtu malam, ada seribu sopir yang siap turun. Bahkan bisa lebih,” tutupnya.

Dihubungi Radar Banjarmasin, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifai menegaskan kepolisian tak pernah membiarkan pelangsiran.

Diceritakannya, sudah sering digelar razia di lapangan. “Tapi kan kucing-kucingan,” ujarnya.

Mendengar kekecewaan para sopir truk, Rifai memastikan, razia akan digelar lebih rutin. “Kalau perlu selama 24 jam,” tambahnya. (gmp/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/