alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Lokasi Pindah ke Bangkal Cempaka, Sport Centre Perlu Setengah Triliun

BANJARBARU – Sebelumnya, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin melempar pernyataan jika stadion baru direncanakan bisa mulai dibangun di tahun 2023 dengan harapan tahun 2024 bisa rampung.

Teranyar, progres tahapan perencanaan stadion ini mulai bergulir. Dari informasi, saat ini Pemko Banjarbaru sedang menyiapkan proses lelang untuk pengerjaan DED (Detailed Engineering Design).

“Tahapan pra desain sudah rampung, sekarang masuk ke DED untuk perencanaan desain yang lebih rinci. Ini persiapan lelang untuk DED. Target kita bukan Agustus sudah ada hasil DED nya,” kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Abdussamad.

Mengacu pada tahapan yang dirancang, usai DED rampung maka Pemko harus menunggu pengusulan anggaran untuk pembangunan stadion ini. Maklum, Pemko berharap jika pembiayaan stadion ini bisa bersumber dari pemerintah pusat lantaran kemampuan APBD Kota Banjarbaru yang terbatas.

“Memang dari tahun lalu sampai terbaru ini kita terus mengajukan dan mengusulkannya ke pusat. Jadi sembari proses DED berlangsung, kita berharap juga bahwa ada kepastian dukungan anggaran dari pusat sehingga bisa mulai dibangun di tahun 2023,” jelasnya.

Baca Juga :  Akhirnya Renovasi 17 Mei Berlanjut

Abdussamad menggarisbawahi bahwa rencana pembangunan ini tak hanya sekadar stadion saja. Namun pihaknya merancang menjadi komplek arena olahraga atau sport centre dengan stadion menjadi primadona utamanya.

“Untuk lokasi kita rencanakan di wilayah Bangkal Cempaka Banjarbaru. Masih di samping jalan HM Cokrokusomo. Luasannya kisaran 26 hektare untuk sport centrenya, kalau stadionnya saja kisaran 9 hektare,” katanya.

Dalam perencanaan anggaran awal, Pemko merancang jika pembangunan sport centre ini memakan anggaran setidaknya 500 miliar rupiah. Dengan catatan, lahan yang jadi titik rencana pembangunan sudah rampung lantaran itu diklaim merupakan aset milik Pemko Banjarbaru.

“Untuk keseluruhan (sport centre) itu sekitar Rp500 miliar, kalau stadionnya saja Rp250 miliar. Ini masih rencana awal, bisa berubah tentunya sesuai DED nantinya,” katanya.

Baca Juga :  Lapangan Merah Kayutangi Bakal Dipercantik

Lantas mengapa DED ini begitu penting? Abdussamad menjawab jika DED diperlukan pusat untuk mempertimbangkan dukungan anggaran. “Selain lahan yang sudah clear, DED juga diperlukan untuk pengajuan.”

Spesifikasi sport centre ini, pihaknya merancang ada 14 bangunan yang akan berdiri. Adapun konsepnya, kawasan sport centre akan lebih memprioritaskan penghijauan dengan konsep RTH.

“Karena selain stadion juga akan ada arena cabor lainnya, misalnya lintasan lari, arena tinju, kolam renang, panahan, volly, tenis dan basket. Nanti ada fasilitas lain seperti parkir dan masjid juga,” katanya.

Melihat pada rancangan pra desain yang ada, jika terealisasi maka stadion ini bisa dikatakan yang termegah di Banua. Arsitekturnya juga memadukan unsur modern dan unsur-unsur budaya banjar.

“Stadion ini tipenya grade B karena sesuai kedudukannya yakni di kab/kota. Kapasitasnya bisa menampung 25 ribu penonton. Kita berharap saja semoga ini bisa disetujui pusat dan bisa dibangun,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Sebelumnya, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin melempar pernyataan jika stadion baru direncanakan bisa mulai dibangun di tahun 2023 dengan harapan tahun 2024 bisa rampung.

Teranyar, progres tahapan perencanaan stadion ini mulai bergulir. Dari informasi, saat ini Pemko Banjarbaru sedang menyiapkan proses lelang untuk pengerjaan DED (Detailed Engineering Design).

“Tahapan pra desain sudah rampung, sekarang masuk ke DED untuk perencanaan desain yang lebih rinci. Ini persiapan lelang untuk DED. Target kita bukan Agustus sudah ada hasil DED nya,” kata Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Abdussamad.

Mengacu pada tahapan yang dirancang, usai DED rampung maka Pemko harus menunggu pengusulan anggaran untuk pembangunan stadion ini. Maklum, Pemko berharap jika pembiayaan stadion ini bisa bersumber dari pemerintah pusat lantaran kemampuan APBD Kota Banjarbaru yang terbatas.

“Memang dari tahun lalu sampai terbaru ini kita terus mengajukan dan mengusulkannya ke pusat. Jadi sembari proses DED berlangsung, kita berharap juga bahwa ada kepastian dukungan anggaran dari pusat sehingga bisa mulai dibangun di tahun 2023,” jelasnya.

Baca Juga :  Dualisme Rencana Sport Center, Pemko Banjarbaru Mengaku Lebih Siap Lahan

Abdussamad menggarisbawahi bahwa rencana pembangunan ini tak hanya sekadar stadion saja. Namun pihaknya merancang menjadi komplek arena olahraga atau sport centre dengan stadion menjadi primadona utamanya.

“Untuk lokasi kita rencanakan di wilayah Bangkal Cempaka Banjarbaru. Masih di samping jalan HM Cokrokusomo. Luasannya kisaran 26 hektare untuk sport centrenya, kalau stadionnya saja kisaran 9 hektare,” katanya.

Dalam perencanaan anggaran awal, Pemko merancang jika pembangunan sport centre ini memakan anggaran setidaknya 500 miliar rupiah. Dengan catatan, lahan yang jadi titik rencana pembangunan sudah rampung lantaran itu diklaim merupakan aset milik Pemko Banjarbaru.

“Untuk keseluruhan (sport centre) itu sekitar Rp500 miliar, kalau stadionnya saja Rp250 miliar. Ini masih rencana awal, bisa berubah tentunya sesuai DED nantinya,” katanya.

Baca Juga :  Nasib Rencana Pembangunan Stadion Banjarbaru, Wali Kota Ingin Tahun 2023

Lantas mengapa DED ini begitu penting? Abdussamad menjawab jika DED diperlukan pusat untuk mempertimbangkan dukungan anggaran. “Selain lahan yang sudah clear, DED juga diperlukan untuk pengajuan.”

Spesifikasi sport centre ini, pihaknya merancang ada 14 bangunan yang akan berdiri. Adapun konsepnya, kawasan sport centre akan lebih memprioritaskan penghijauan dengan konsep RTH.

“Karena selain stadion juga akan ada arena cabor lainnya, misalnya lintasan lari, arena tinju, kolam renang, panahan, volly, tenis dan basket. Nanti ada fasilitas lain seperti parkir dan masjid juga,” katanya.

Melihat pada rancangan pra desain yang ada, jika terealisasi maka stadion ini bisa dikatakan yang termegah di Banua. Arsitekturnya juga memadukan unsur modern dan unsur-unsur budaya banjar.

“Stadion ini tipenya grade B karena sesuai kedudukannya yakni di kab/kota. Kapasitasnya bisa menampung 25 ribu penonton. Kita berharap saja semoga ini bisa disetujui pusat dan bisa dibangun,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/