alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Disalahkan Orang Tua Sang Pacar, Yunus Kirim Pesan Bunuh Diri Lewat WA

BANJARMASIN – Muhammad Yunus, 24 tahun, nekat bercebur ke Sungai Alalak pada Selasa (15/2) malam gara-gara perkara asmara.

Motif bunuh diri terungkap dari pesan yang korban kirimkan via WhatsApp dan Facebook kepada pujaan hatinya. Bunyinya, “Mun pian handak melihat ulun terakhir kali, datangi aja ke rumah, ulun handak gantung diri.” Artinya, “Kalau mau melihat saya untuk kesempatan terakhir, datang ke rumah, saya mau gantung diri.”

Pesan itu dikirimkan sekitar pukul 18.43 Wita. Korban diperkirakan loncat ke sungai sekitar pukul 21.10 Wita. Kerabat korban yang ditemui di lokasi pencarian menceritakan, perilaku Yunus mulai berubah menjadi aneh sejak mendapat perlakuan tak mengenakkan dari keluarga teman perempuannya.

“Rumah saya kebetulan dekat saja dengan Yunus. Senin (14/2) sore, saya melihat ia dijemput keluarga teman perempuannya,” kata narasumber anonim ini, kemarin (16/2) petang.

Tapi ia tak merasa curiga. “Malam itu, katanya Yunus pulang ke rumah dari Handil Bakti hanya dengan berjalan kaki,” tambahnya.

Baca Juga :  Guru SMP Itu Tenggelam di Belakang Rumahnya, Kaki Masih Terikat Timbangan

Belakangan, ia mendengar cerita bahwa Yunus disalahkan orang tua sang pacar lantaran membawa anaknya jalan-jalan tanpa izin. “Yunus juga tak pernah tahu, kalau mau keluar jalan-jalan ternyata ia beralasan hendak belajar kelompok,” kisahnya.

Diajak jalan ke mana? “Tidak jauh, cuma diajak ke rumah kakaknya saja,” jawab perempuan yang menuntun seorang anak kecil itu. Sehari setelahnya, Yunus hanya sibuk mengomel dan menggerutu di rumah. “Ibunya saja sampai bingung. Entahlah, seperti terbawa perasaan,” tutupnya.

Pencarian dipusatkan di kolong Jembatan Sungai Alalak. Radar Banjarmasin memantau ada ayah, bibi, dan sepupu korban menunggu hasil penyisiran dengan tatapan mata kosong.

Tim pencarian gabungan berisi personel Satpolairud Polresta Banjarmasin, Basarnas, BPBD, dibantu relawan rescue. Saksi mata, Herman (36) mengaku sedang duduk santai di sebuah warung, tak jauh dari jembatan. Warga Simpang Pengambangan yang bekerja sebagai anak buah kapal itu heran ketika melihat seorang pemuda hanyut dibawa sungai. Heran karena ia tak mencoba berteriak untuk meminta pertolongan. “Padahal air sungai sedang pasang,” ceritanya.

Baca Juga :  Tragedi Berulang: Pelajar SD Tenggelam Saat Bermain Sungai

Herman bergegas menuju kapalnya yang sedang ditambat untuk menolong. Tapi ketika ia sisir, Yunus sudah raib. “Kami kemudian menemukan sepeda motor dan ponsel tak bertuan di tepi sungai. Lalu ada keluarganya datang mencari-cari,” tutupnya.

Ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Banjarmasin, Ipda Alamsyah Sugiarto membenarkan dugaan motif bunuh diri tersebut. “Dugaannya bunuh diri, karena ada fakta pesan-pesan lewat WhatsApp dan Facebook yang dikirimkan korban kepada kekasihnya,” ujarnya mewakili Kasat Polairud AKP Cristugus L.

Jenazah warga Jalan Alalak Utara RT 16 Banjarmasin Utara itu kemudian ditemukan di dasar sungai kemarin (16/2) sekitar pukul 20.00 Wita. Ditemukan tak jauh dari lokasi berceburnya. Berkat penyelaman oleh relawan Water Rescue Banjarmasin. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Muhammad Yunus, 24 tahun, nekat bercebur ke Sungai Alalak pada Selasa (15/2) malam gara-gara perkara asmara.

Motif bunuh diri terungkap dari pesan yang korban kirimkan via WhatsApp dan Facebook kepada pujaan hatinya. Bunyinya, “Mun pian handak melihat ulun terakhir kali, datangi aja ke rumah, ulun handak gantung diri.” Artinya, “Kalau mau melihat saya untuk kesempatan terakhir, datang ke rumah, saya mau gantung diri.”

Pesan itu dikirimkan sekitar pukul 18.43 Wita. Korban diperkirakan loncat ke sungai sekitar pukul 21.10 Wita. Kerabat korban yang ditemui di lokasi pencarian menceritakan, perilaku Yunus mulai berubah menjadi aneh sejak mendapat perlakuan tak mengenakkan dari keluarga teman perempuannya.

“Rumah saya kebetulan dekat saja dengan Yunus. Senin (14/2) sore, saya melihat ia dijemput keluarga teman perempuannya,” kata narasumber anonim ini, kemarin (16/2) petang.

Tapi ia tak merasa curiga. “Malam itu, katanya Yunus pulang ke rumah dari Handil Bakti hanya dengan berjalan kaki,” tambahnya.

Baca Juga :  Guru SMP Itu Tenggelam di Belakang Rumahnya, Kaki Masih Terikat Timbangan

Belakangan, ia mendengar cerita bahwa Yunus disalahkan orang tua sang pacar lantaran membawa anaknya jalan-jalan tanpa izin. “Yunus juga tak pernah tahu, kalau mau keluar jalan-jalan ternyata ia beralasan hendak belajar kelompok,” kisahnya.

Diajak jalan ke mana? “Tidak jauh, cuma diajak ke rumah kakaknya saja,” jawab perempuan yang menuntun seorang anak kecil itu. Sehari setelahnya, Yunus hanya sibuk mengomel dan menggerutu di rumah. “Ibunya saja sampai bingung. Entahlah, seperti terbawa perasaan,” tutupnya.

Pencarian dipusatkan di kolong Jembatan Sungai Alalak. Radar Banjarmasin memantau ada ayah, bibi, dan sepupu korban menunggu hasil penyisiran dengan tatapan mata kosong.

Tim pencarian gabungan berisi personel Satpolairud Polresta Banjarmasin, Basarnas, BPBD, dibantu relawan rescue. Saksi mata, Herman (36) mengaku sedang duduk santai di sebuah warung, tak jauh dari jembatan. Warga Simpang Pengambangan yang bekerja sebagai anak buah kapal itu heran ketika melihat seorang pemuda hanyut dibawa sungai. Heran karena ia tak mencoba berteriak untuk meminta pertolongan. “Padahal air sungai sedang pasang,” ceritanya.

Baca Juga :  Iseng-Iseng Membawa Petaka, Perempuan ini Meninggal di Kolam Renang Hotel

Herman bergegas menuju kapalnya yang sedang ditambat untuk menolong. Tapi ketika ia sisir, Yunus sudah raib. “Kami kemudian menemukan sepeda motor dan ponsel tak bertuan di tepi sungai. Lalu ada keluarganya datang mencari-cari,” tutupnya.

Ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Banjarmasin, Ipda Alamsyah Sugiarto membenarkan dugaan motif bunuh diri tersebut. “Dugaannya bunuh diri, karena ada fakta pesan-pesan lewat WhatsApp dan Facebook yang dikirimkan korban kepada kekasihnya,” ujarnya mewakili Kasat Polairud AKP Cristugus L.

Jenazah warga Jalan Alalak Utara RT 16 Banjarmasin Utara itu kemudian ditemukan di dasar sungai kemarin (16/2) sekitar pukul 20.00 Wita. Ditemukan tak jauh dari lokasi berceburnya. Berkat penyelaman oleh relawan Water Rescue Banjarmasin. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/