alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Banjarmasin Macet, Hanya Berharap Rekayasa Jalan

BANJARMASIN – Pertumbuhan ekonomi Kalsel yang baik ternyata berimplikasi dengan persoalan transportasi. Kepemilikan kendaaran bermotor yang meningkat tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan baru sebagai jalur penghubung atau alternatif.

Paling nyata dihadapi adalah di Kota Banjarmasin yang sekarang semakin terlihat crowded dan sumpek. Sejumlah kawasan menjadi langganan macet, terutama pada jam-jam aktivitas kerja. Kawasan itu menjadi tersendat atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.

“Permasalahan ini yang jelas disebabkan pertumbuhan kendaraan tidak berbanding lurus dengan jaringan jalan di Banjarmasin,” kata Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol M Noor Chaidir, Rabu (16/2) siang.

Banyak iklan-iklan kendaraan yang menawarkan kemudahan masyarakat untuk memiliki kendaraan. Tidak salah jika banyak masyarakat yang memilih untuk membeli kendaraan pribadi.

Chaidir yang didampingi Kasubdit Kamsel Aiptu Budiono menyebutkan, ruas jalan yang sering macet terjadi merata di semua kecamatan. Misalnya di Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin Selatan, Adhyaksa Banjarmasin Utara, Sultan Adam Banjarmasin Utara, Jalan Gatot Subroto dan Veteran Banjarmasin Timur, Jalan S Parman dan Pasar Lama Banjarmasin Tengah.

Dijelaskannya, jam padat itu terjadi pada saat pagi aktivitas kerja dan sekolah, siang pulang sekolah dan sore aktivitas pulang kerja dan pulang sekolah. “Titik Kemacetan merata di lima kecamatan, Timur, Barat, Utara, Selatan maupun Tengah,” ujarnya.

Salah satu solusi yang dilakukan untuk mengatasi kemacetan adalah melakukan rekayasa jalan. Contohnya, di perempatan empat jalan, yaitu Jalan Cemara-Sultan Adam-Adhyaksa itu sudah diubah, yang semula empat fase sekarang menjadi 3 fase.

Baca Juga :  Tilang Elektronik Berlaku di Awal Maret, Petugas Dilengkapi Body Cam

Kendaraan R2 maupun R4 dari Cemara hanya boleh menuju ke Sultan Adam atau ke Adhyaksa. Sedangkan dari Sultan Adam dan Adhyaksa tidak diperbolehkan lagi melintas Jalan Cemara. Jalan Cemara hanya diberlakukan satu arah, tidak seperti dulu boleh dua arah.

“Itu akan mengurangi beban ruas jalan, karena kondisi lalu lintas itu bebannya di Sultan Adam dan Adhyaksa,” jelasnya. Penggunaan transportasi umum Bus Trans Banjarmasin (BTB) di masyarakat juga salah satu cara mengurangi kemacetan. Tapi sayangnya belum optimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Masih banyak yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Berbeda dengan di Jakarta. Banyak warga yang mau berpindah menggunakan transportasi umum karena jarak tempuh yang ingin dituju sangat jauh. Namun yakinlah, jika terus dipopulerkan, masyarakat akan memahami dan mengerti. Dulu Bus Trans Banjarmasin sempat mendapat pertentangan, tapi lambat laun diterima masyarakat.

“Yang dilakukan Pemko itu sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, untuk menanggulangi kemacetan,” jelas Chaidir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin juga sudah melakukan analisa untuk mendapatkan sumber yang menjadi penyebab kemacetan. Adanya perkembangan tata guna lahan yang berubah menjadi tempat permukiman adalah hal paling utama.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama menjelaskan, semakin banyak penghuni di kawasan yang baru dikembangan, otomatis akan menimbulkan aktivitas pada pagi, siang sore maupun malam hari. Dapat dilihat di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. Kawasan tersebut sudah banyak terdapat kompleks perumahan.

Baca Juga :  Lampu Merah Simpang Kupang Akan Diganti

“Misalnya di kompleks perumahan terdapat 200 rumah, masing-masing rumah memiliki 1 motor, tinggal dikalikan saja. Sebanyak itu aktivitas kendaraan di kawasan tersebut,” katanya.

Dengan meningkatnya pertumbuhan kendaraan itu pasti berdampak terhadap kemacetan. Dishub Banjarmasin sudah membuat solusi. Solusi Jangka pendek diantaranya melakukan manajemen lalu lintas. Sehingga tidak ada hambatan dan tundaan di traffic light. Juga mengurangi fasilitas putaran balik (U turn) di sejumlah kawasan.

Sedangkan solusi jangka panjangnya, sebut Febpry, dengan menghidupkan transportasi angkutan massal. Menghidupkan kembali angkutan sungai, terakhir integrasi angkutan sungai dan angkutan darat. Saat ini yang sudah berjalan adalah angkutan massal BTB.

Ada 12 unit BTB yang beroperasi yang bisa melayani 3 koridor. Koridor pertama dari Terminal KM 6 –Terminal Antasari, Terminal Antasari – Jalan Hasan Basri, korido terakhir, Terminal Antasari – Pulau Bromo.

“Berdasarkan data di Dishub Banjarmasin, sudah 14.600 orang per bulan yang menggunakan BTB,” jelasnya. Dikatakannya, Dishub Banjarmasin terus berupaya mempopulerkan, agar masyarakat Banjarmasin mau beralih menggunakan transportasi massal yang sudah disiapkan. Selain mengurangi kemacetan juga mengurangi polusi udara. “Peran BTB ini sangat tinggi mengurangi kemacetan di Banjarmasin,” pungkas Fepbry.(gmp)

Titik Kemacetan di Banjarmasin

1. Jalan Lingkar Dalam, Banjarmasin Selatan
2. Jalan Adhyaksa, Banjarmasin Utara
3. Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara
4. Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Tengah
5. Jalan Veteran, Banjarmasin Timur
6. Jalan S Parman, Banjarmasin Tengah
7. Pasar Lama, Banjarmasin Tengah

BANJARMASIN – Pertumbuhan ekonomi Kalsel yang baik ternyata berimplikasi dengan persoalan transportasi. Kepemilikan kendaaran bermotor yang meningkat tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan baru sebagai jalur penghubung atau alternatif.

Paling nyata dihadapi adalah di Kota Banjarmasin yang sekarang semakin terlihat crowded dan sumpek. Sejumlah kawasan menjadi langganan macet, terutama pada jam-jam aktivitas kerja. Kawasan itu menjadi tersendat atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.

“Permasalahan ini yang jelas disebabkan pertumbuhan kendaraan tidak berbanding lurus dengan jaringan jalan di Banjarmasin,” kata Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol M Noor Chaidir, Rabu (16/2) siang.

Banyak iklan-iklan kendaraan yang menawarkan kemudahan masyarakat untuk memiliki kendaraan. Tidak salah jika banyak masyarakat yang memilih untuk membeli kendaraan pribadi.

Chaidir yang didampingi Kasubdit Kamsel Aiptu Budiono menyebutkan, ruas jalan yang sering macet terjadi merata di semua kecamatan. Misalnya di Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin Selatan, Adhyaksa Banjarmasin Utara, Sultan Adam Banjarmasin Utara, Jalan Gatot Subroto dan Veteran Banjarmasin Timur, Jalan S Parman dan Pasar Lama Banjarmasin Tengah.

Dijelaskannya, jam padat itu terjadi pada saat pagi aktivitas kerja dan sekolah, siang pulang sekolah dan sore aktivitas pulang kerja dan pulang sekolah. “Titik Kemacetan merata di lima kecamatan, Timur, Barat, Utara, Selatan maupun Tengah,” ujarnya.

Salah satu solusi yang dilakukan untuk mengatasi kemacetan adalah melakukan rekayasa jalan. Contohnya, di perempatan empat jalan, yaitu Jalan Cemara-Sultan Adam-Adhyaksa itu sudah diubah, yang semula empat fase sekarang menjadi 3 fase.

Baca Juga :  Euforia Mudik Terasa di Pelabuhan, Penumpang Ilegal Gagal Masuk

Kendaraan R2 maupun R4 dari Cemara hanya boleh menuju ke Sultan Adam atau ke Adhyaksa. Sedangkan dari Sultan Adam dan Adhyaksa tidak diperbolehkan lagi melintas Jalan Cemara. Jalan Cemara hanya diberlakukan satu arah, tidak seperti dulu boleh dua arah.

“Itu akan mengurangi beban ruas jalan, karena kondisi lalu lintas itu bebannya di Sultan Adam dan Adhyaksa,” jelasnya. Penggunaan transportasi umum Bus Trans Banjarmasin (BTB) di masyarakat juga salah satu cara mengurangi kemacetan. Tapi sayangnya belum optimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Masih banyak yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Berbeda dengan di Jakarta. Banyak warga yang mau berpindah menggunakan transportasi umum karena jarak tempuh yang ingin dituju sangat jauh. Namun yakinlah, jika terus dipopulerkan, masyarakat akan memahami dan mengerti. Dulu Bus Trans Banjarmasin sempat mendapat pertentangan, tapi lambat laun diterima masyarakat.

“Yang dilakukan Pemko itu sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, untuk menanggulangi kemacetan,” jelas Chaidir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin juga sudah melakukan analisa untuk mendapatkan sumber yang menjadi penyebab kemacetan. Adanya perkembangan tata guna lahan yang berubah menjadi tempat permukiman adalah hal paling utama.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama menjelaskan, semakin banyak penghuni di kawasan yang baru dikembangan, otomatis akan menimbulkan aktivitas pada pagi, siang sore maupun malam hari. Dapat dilihat di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur. Kawasan tersebut sudah banyak terdapat kompleks perumahan.

Baca Juga :  Tilang Elektronik Berlaku di Awal Maret, Petugas Dilengkapi Body Cam

“Misalnya di kompleks perumahan terdapat 200 rumah, masing-masing rumah memiliki 1 motor, tinggal dikalikan saja. Sebanyak itu aktivitas kendaraan di kawasan tersebut,” katanya.

Dengan meningkatnya pertumbuhan kendaraan itu pasti berdampak terhadap kemacetan. Dishub Banjarmasin sudah membuat solusi. Solusi Jangka pendek diantaranya melakukan manajemen lalu lintas. Sehingga tidak ada hambatan dan tundaan di traffic light. Juga mengurangi fasilitas putaran balik (U turn) di sejumlah kawasan.

Sedangkan solusi jangka panjangnya, sebut Febpry, dengan menghidupkan transportasi angkutan massal. Menghidupkan kembali angkutan sungai, terakhir integrasi angkutan sungai dan angkutan darat. Saat ini yang sudah berjalan adalah angkutan massal BTB.

Ada 12 unit BTB yang beroperasi yang bisa melayani 3 koridor. Koridor pertama dari Terminal KM 6 –Terminal Antasari, Terminal Antasari – Jalan Hasan Basri, korido terakhir, Terminal Antasari – Pulau Bromo.

“Berdasarkan data di Dishub Banjarmasin, sudah 14.600 orang per bulan yang menggunakan BTB,” jelasnya. Dikatakannya, Dishub Banjarmasin terus berupaya mempopulerkan, agar masyarakat Banjarmasin mau beralih menggunakan transportasi massal yang sudah disiapkan. Selain mengurangi kemacetan juga mengurangi polusi udara. “Peran BTB ini sangat tinggi mengurangi kemacetan di Banjarmasin,” pungkas Fepbry.(gmp)

Titik Kemacetan di Banjarmasin

1. Jalan Lingkar Dalam, Banjarmasin Selatan
2. Jalan Adhyaksa, Banjarmasin Utara
3. Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara
4. Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin Tengah
5. Jalan Veteran, Banjarmasin Timur
6. Jalan S Parman, Banjarmasin Tengah
7. Pasar Lama, Banjarmasin Tengah

Most Read

Artikel Terbaru

/