alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Mantan Wakil Bupati Batola Divonis 1,3 Tahun

MARABAHAN – Mantan Wakil Bupati Batola Ma’mun Kaderi akhirnya menjalani sidang putusan, Senin (14/02). Ma’mun divonis pidana penjara 1,3 tahun dan denda Rp100 juta dalam perkara korupsi yang menjeratnya, Senin (14/2).

Hakim menyatakan terdakwa Ma’mun Kaderi terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

Dia terbukti menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara.

Dalam amar putusannya, Ma’mun divonis pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila terdakwa tidak dapat membayar denda tersebut maka harus menjalani pidana kurungan selama 5 (lima) bulan.

Baca Juga :  Penangkapan Joki Vaksin, Kadinkes: Ini Bukan Peristiwa Pertama

Atas putusan ini, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Batola M Hamidun Noormengatakan pihaknya masih pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau tidak. “Kita masih punya waktu pikir-pikir untuk banding” ujarnya.

Hamidun berharap agar kedepan tidak terjadi lagi perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan keuangan negara. Khususnya yang dapat merugikan masyarakat Kabupaten Barito Kuala.

“Kita tidak ingin lagi ada kasus seperti ini. Kami minta aset daerah dikelola dengan baik. Harus mengerti bahwa milik pemerintah ditempatkan sesuai ketentuan,” pesannya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Wakil Bupati Batola Batola periode 2012-2017 Makmun terjerat kasus dugaan korupsi tidak bayar sewa ruko tebus sekitar Rp3 juta per bulan. Dengan kerugian negara yang diperkirakan sekitar Rp170 juta. (bar/by/ran)

Baca Juga :  Tiga Penipu Solar Diringkus

MARABAHAN – Mantan Wakil Bupati Batola Ma’mun Kaderi akhirnya menjalani sidang putusan, Senin (14/02). Ma’mun divonis pidana penjara 1,3 tahun dan denda Rp100 juta dalam perkara korupsi yang menjeratnya, Senin (14/2).

Hakim menyatakan terdakwa Ma’mun Kaderi terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

Dia terbukti menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara.

Dalam amar putusannya, Ma’mun divonis pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 3 (tiga) bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya Terdakwa tetap ditahan dan pidana denda sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila terdakwa tidak dapat membayar denda tersebut maka harus menjalani pidana kurungan selama 5 (lima) bulan.

Baca Juga :  Tertipu Jual Beli Batu Bara, Dibayar Pakai Cek Kosong

Atas putusan ini, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Batola M Hamidun Noormengatakan pihaknya masih pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau tidak. “Kita masih punya waktu pikir-pikir untuk banding” ujarnya.

Hamidun berharap agar kedepan tidak terjadi lagi perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan keuangan negara. Khususnya yang dapat merugikan masyarakat Kabupaten Barito Kuala.

“Kita tidak ingin lagi ada kasus seperti ini. Kami minta aset daerah dikelola dengan baik. Harus mengerti bahwa milik pemerintah ditempatkan sesuai ketentuan,” pesannya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Wakil Bupati Batola Batola periode 2012-2017 Makmun terjerat kasus dugaan korupsi tidak bayar sewa ruko tebus sekitar Rp3 juta per bulan. Dengan kerugian negara yang diperkirakan sekitar Rp170 juta. (bar/by/ran)

Baca Juga :  Tiga Penipu Solar Diringkus

Most Read

Artikel Terbaru

/