alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Ibnu: Sikapi PPKM Level 3 dengan Wajar

BANJARMASIN – Dasar nasib. Status Kota Banjarmasin kembali ke Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Setelah Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 11 Tahun 2022 keluar Senin (14/2) tadi.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, ini gara-gara peningkatan kasus COVID-19 yang drastis. “Karena sudah menembus 2.300 kasus lebih. Ini penyebab utamanya,” ujarnya, kemarin (15/2) di Balai Kota.

Sebelumnya, dalam rapat daring bersama Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Banjarmasin disebut menduduki peringkat dua nasional untuk laju kecepatan penularan virus.

PPKM level 3 ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Otomatis, Polri, TNI dan Satpol PP akan kembali memperketat sejumlah sektor.

Baca Juga :  Banjarmasin PPKM Level 3 Terus, Suratnya Nyangkut Entah di Mana

Dia berharap masyarakat bisa memahami. “Masyarakat jangan kaget. Ini bukan peraturan yang dibuat-buat pemko. Tapi kebijakan nasional,” tambahnya.

Selain dikejar target vaksinasi, pemko juga dikejar target pelacakan. Minimal, ada 1.028 orang yang harus dites swab per hari. “Konsepnya adalah TLI (Tes, Lacak dan Isolasi),” sebutnya.

Banjarmasin sudah berbulan-bulan berada di level 2. Seiring dengan penurunan penularan COVID-19. Namun, pada akhir Januari melonjak drastis. Masuknya varian Omicron dituding sebagai penyebab.

Per tanggal 14 Februari, ada 2.332 kasus positif. Di mana 107 orang dirawat di rumah sakit.

Berbeda dengan Machli, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memandang, pusat menetapkan PPKM level 3 lantaran vaksinasi lansia yang masih jauh dari target.

Baca Juga :  Ibnu Sina Berharap Pusat Tetapkan Status Endemi

“Karena seluruh kota yang capaian vaksinasi lansianya belum mencapai 60 persen naik satu tingkat. Sepertinya karena itu,” jelasnya.

Sejak dimulai Maret tahun lalu, vaksinasi lansia masih bertahan di angka 49 persen.

“Mari sikapi PPKM level 3 ini dengan sewajarnya saja. Tetap disiplin prokes, tapi jangan sampai menimbulkan kegaduhan dan kecemasan,” lanjutnya.

Ditanya tindakan, Ibnu mengaku akan menyesuaikan diri dengan inmendagri. “Pemko tentu sangat memperhatikan aspek ekonomi dan keselamatan penduduk,” pungkasnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Dasar nasib. Status Kota Banjarmasin kembali ke Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Setelah Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 11 Tahun 2022 keluar Senin (14/2) tadi.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, ini gara-gara peningkatan kasus COVID-19 yang drastis. “Karena sudah menembus 2.300 kasus lebih. Ini penyebab utamanya,” ujarnya, kemarin (15/2) di Balai Kota.

Sebelumnya, dalam rapat daring bersama Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Banjarmasin disebut menduduki peringkat dua nasional untuk laju kecepatan penularan virus.

PPKM level 3 ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Otomatis, Polri, TNI dan Satpol PP akan kembali memperketat sejumlah sektor.

Baca Juga :  Satgas: Kasus Covid Kembali Melonjak

Dia berharap masyarakat bisa memahami. “Masyarakat jangan kaget. Ini bukan peraturan yang dibuat-buat pemko. Tapi kebijakan nasional,” tambahnya.

Selain dikejar target vaksinasi, pemko juga dikejar target pelacakan. Minimal, ada 1.028 orang yang harus dites swab per hari. “Konsepnya adalah TLI (Tes, Lacak dan Isolasi),” sebutnya.

Banjarmasin sudah berbulan-bulan berada di level 2. Seiring dengan penurunan penularan COVID-19. Namun, pada akhir Januari melonjak drastis. Masuknya varian Omicron dituding sebagai penyebab.

Per tanggal 14 Februari, ada 2.332 kasus positif. Di mana 107 orang dirawat di rumah sakit.

Berbeda dengan Machli, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina memandang, pusat menetapkan PPKM level 3 lantaran vaksinasi lansia yang masih jauh dari target.

Baca Juga :  PTM Bisa Dihentikan Kalau Kasus Naik, Sekolah Diminta Disiplin Prokes

“Karena seluruh kota yang capaian vaksinasi lansianya belum mencapai 60 persen naik satu tingkat. Sepertinya karena itu,” jelasnya.

Sejak dimulai Maret tahun lalu, vaksinasi lansia masih bertahan di angka 49 persen.

“Mari sikapi PPKM level 3 ini dengan sewajarnya saja. Tetap disiplin prokes, tapi jangan sampai menimbulkan kegaduhan dan kecemasan,” lanjutnya.

Ditanya tindakan, Ibnu mengaku akan menyesuaikan diri dengan inmendagri. “Pemko tentu sangat memperhatikan aspek ekonomi dan keselamatan penduduk,” pungkasnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/