alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Puluhan Tender Proyek Dibatalkan Selama 2021

BANJARBARU – Sepanjang 2021 ada 285 paket tender yang dilaksanakan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel. Dari jumlah itu, ternyata ada puluhan yang dibatalkan.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel, Rahmaddin mengatakan, total ada 23 paket tender yang dibatalkan pada tahun lalu. Serta ada delapan paket yang sudah selesai lelang, namun juga dibatalkan.

“Delapan tender yang selesai tapi dibatalkan itu dikarenakan ada refocusing atau pemotongan anggaran pada tahun lalu,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Sedangkan untuk 23 tender yang dibatalkan, menurutnya ada beberapa hal yang mendasarinya. Salah satunya, ketika proses tender tidak ada penawar.

“Atau tidak ada yang memenuhi persyaratan, sehingga ditenderkan kembali. Akan tetapi waktu pelaksanaan tidak mencukupi sehingga tender dibatalkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kian Lama Makin Parah, Warga Gang Gandapura Menanti Perbaikan

Dia menyampaikan, dalam pengadaan barang dan jasa pihaknya melaksanakannya secara profesional, berkeadilan dan tidak memihak. “Semua diperlakukan sama. Dengan syarat, sudah lulus administrasi, kompetensi dan harganya bersaing,” paparnya.

Selain itu, untuk belanja langsung pengadaan mereka telah menggunakan aplikasi Bela Pengadaan (belanja langsung pengadaan) yang diberi nama Bekantans (Belanja Kantor Kalimantan Selatan).

“Sejak dilaunching pada 16 November 2021 sampai Januari 2022 nilai transaksi Bela Pengadaan sudah tembus Rp2,4 miliar,” beber Rahmaddin.

Dijelaskannya, aplikasi Bela Pengadaan merupakan program dari LKPP-RI dan juga sesuai dengan arahan Stranas PK dengan tujuan agar pengadaan barang/jasa berbasis digital. “Sehingga aplikasi ini telah mengintegrasikan aplikasi SPSE dengan aplikasi e-Marketplace,” jelasnya.

Baca Juga :  Penyok Terinjak dan Ditabrak, Median Portabel jadi Tak Berbentuk

Kembali ke tender yang dibatalkan, Kabag Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel, Khairil anwar mengatakan, proyek yang dibatalkan pada tahun lalu sebagian besar berupa perencana atau kajian. Ada pula proyek konstruksi dan pengadaan barang.

Di antaranya ucap dia, penyusunan rencana induk pengembangan industri berbasis hilirisasi dan pembuatan masterplant kawasan wisata. “Juga kajian kereta ke bandara (Syamsudin Noor),” sebutnya.

Lalu bagaimana dengan proyek jalan dan jembatan? Khairil menyatakan, tahun lalu semua tendernya terlaksana. “Karena sudah dilakukan pada awal tahun, sebelum adanya refocusing,” pungkasnya. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Sepanjang 2021 ada 285 paket tender yang dilaksanakan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel. Dari jumlah itu, ternyata ada puluhan yang dibatalkan.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel, Rahmaddin mengatakan, total ada 23 paket tender yang dibatalkan pada tahun lalu. Serta ada delapan paket yang sudah selesai lelang, namun juga dibatalkan.

“Delapan tender yang selesai tapi dibatalkan itu dikarenakan ada refocusing atau pemotongan anggaran pada tahun lalu,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Sedangkan untuk 23 tender yang dibatalkan, menurutnya ada beberapa hal yang mendasarinya. Salah satunya, ketika proses tender tidak ada penawar.

“Atau tidak ada yang memenuhi persyaratan, sehingga ditenderkan kembali. Akan tetapi waktu pelaksanaan tidak mencukupi sehingga tender dibatalkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Aduan Naik Dua Kali Lipat, Soal Infrastruktur Paling Dikeluhkan

Dia menyampaikan, dalam pengadaan barang dan jasa pihaknya melaksanakannya secara profesional, berkeadilan dan tidak memihak. “Semua diperlakukan sama. Dengan syarat, sudah lulus administrasi, kompetensi dan harganya bersaing,” paparnya.

Selain itu, untuk belanja langsung pengadaan mereka telah menggunakan aplikasi Bela Pengadaan (belanja langsung pengadaan) yang diberi nama Bekantans (Belanja Kantor Kalimantan Selatan).

“Sejak dilaunching pada 16 November 2021 sampai Januari 2022 nilai transaksi Bela Pengadaan sudah tembus Rp2,4 miliar,” beber Rahmaddin.

Dijelaskannya, aplikasi Bela Pengadaan merupakan program dari LKPP-RI dan juga sesuai dengan arahan Stranas PK dengan tujuan agar pengadaan barang/jasa berbasis digital. “Sehingga aplikasi ini telah mengintegrasikan aplikasi SPSE dengan aplikasi e-Marketplace,” jelasnya.

Baca Juga :  Molor, Kontraktor Bekerja di Atas Denda

Kembali ke tender yang dibatalkan, Kabag Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel, Khairil anwar mengatakan, proyek yang dibatalkan pada tahun lalu sebagian besar berupa perencana atau kajian. Ada pula proyek konstruksi dan pengadaan barang.

Di antaranya ucap dia, penyusunan rencana induk pengembangan industri berbasis hilirisasi dan pembuatan masterplant kawasan wisata. “Juga kajian kereta ke bandara (Syamsudin Noor),” sebutnya.

Lalu bagaimana dengan proyek jalan dan jembatan? Khairil menyatakan, tahun lalu semua tendernya terlaksana. “Karena sudah dilakukan pada awal tahun, sebelum adanya refocusing,” pungkasnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/