alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Ancaman Omicron di Lapas Banjarbaru, Titipan Makanan Ikut Dibatasi

BANJARBARU – Penyebaran varian Omicron Covid-19 di Banjarbaru kian jadi ancaman. Penularan varian ini disebut-sebut menjadi faktor penyebab melonjaknya kasus aktif harian beberapa waktu terakhir.

Lantaran penyebaran yang masif dan tak mengenal tempat. Ancaman varian ini juga begitu rawan terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banjarbaru.

Lapas memang jadi salah satu area yang begitu ketat terhadap penyebaran Covid-19 sejak awal merebak. Wajar, area ini begitu terbatas dan di dalamnya ada ribuan orang yang tinggal satu kawasan.

Di Lapas Banjarbaru, penyebaran Omicron jadi atensi serius. Beberapa kebijakan baru diterapkan. Mulai dari sisi internal pegawai, aktivitas narapidana hingga potensi masuknya virus melalui barang dari luar.

Kalapas Banjarbaru, Amico Balalembang melalui Kasi Binadik Lapas Banjarbaru, Septyawan Kusprio menjelaskan jika salah satu yang baru diberlakukan adalah perihal penitipan makanan kepada narapidana.

Baca Juga :  Sehari, Puluhan Warga Terpapar Covid-19

Penitipan ini tegasnya langsung dibatasi. Yang mana semula kerabat narapidana bisa sepuasnya menitipkan paket makanan, kini komposisinya diberi aturan atau dibatasi.

“Kalau jadwal tetap sama, sehari hanya boleh dari pukul 09.00 Wita sampai 12.00 Wita. Nah untuk komposisinya dan jumlahnya kita perketat agar meminimalisir penyebaran dari luar,” kata Septa.

Untuk memastikan titipan bisa steril, usai menerima paket, petugas kata Septa langsung mengeceknya dan melakukan sterilisasi. Yang mana kurir atau kerabat yang menitip makanan juga diberi imbauan khusus.

“Kita memberikan imbauan agar makanan yang dititipkan itu yang bergizi dan sehat, kalau selama ini kan bebas saja, nah agar yang di dalam (napi) juga bisa sehat dan fit, kita minta makanan yang dititipkan lebih selektif, misal buah atau vitamin-vitamin juga,” katanya.

Kemudian, 1832 narapidana yang menghuni Lapas kata Septa juga diatur aktivitasnya. Yang mana, kegiatan berkerumun seperti senam dan olahraga bersama di lapangan utama kini ditiadakan sementara.

Baca Juga :  Lapas Tanjung Disemprot Disinfektan

Alhasil, pihak sipir menerapkan sistem aktivitas hanya tiap blok saja. “Biasanya setiap pagi itu senamnya bareng di lapangan utama, kini hanya tiap-tiap blok, jadi menghindari interaksi.”

Untuk para sipir, di setiap waktu tertentu klaim Septa diberlakukan tes antigen berkala. Yang mana apabila ada petugas yang terdeteksi maka akan diminta istirahat dan tidak masuk area lapas.

“Begitupun juga dengan tahanan yang baru masuk, itu langsung di antigen dan maksimal tambahan hanya 10 orang saja. Tahanan baru tak langsung masuk blok, namun karantina dulu selama 14 hari di sel khusus,” katanya.

Septa mengklaim jika sejauh ini belum ada ditemukan kasus positif penularan di lingkungan lapas. “Alhamdulillah tidak ada, semoga jangan sampai masuk sini,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Penyebaran varian Omicron Covid-19 di Banjarbaru kian jadi ancaman. Penularan varian ini disebut-sebut menjadi faktor penyebab melonjaknya kasus aktif harian beberapa waktu terakhir.

Lantaran penyebaran yang masif dan tak mengenal tempat. Ancaman varian ini juga begitu rawan terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banjarbaru.

Lapas memang jadi salah satu area yang begitu ketat terhadap penyebaran Covid-19 sejak awal merebak. Wajar, area ini begitu terbatas dan di dalamnya ada ribuan orang yang tinggal satu kawasan.

Di Lapas Banjarbaru, penyebaran Omicron jadi atensi serius. Beberapa kebijakan baru diterapkan. Mulai dari sisi internal pegawai, aktivitas narapidana hingga potensi masuknya virus melalui barang dari luar.

Kalapas Banjarbaru, Amico Balalembang melalui Kasi Binadik Lapas Banjarbaru, Septyawan Kusprio menjelaskan jika salah satu yang baru diberlakukan adalah perihal penitipan makanan kepada narapidana.

Baca Juga :  Omicron Datang, Machli: Ayo Jangan Tunda Vaksin

Penitipan ini tegasnya langsung dibatasi. Yang mana semula kerabat narapidana bisa sepuasnya menitipkan paket makanan, kini komposisinya diberi aturan atau dibatasi.

“Kalau jadwal tetap sama, sehari hanya boleh dari pukul 09.00 Wita sampai 12.00 Wita. Nah untuk komposisinya dan jumlahnya kita perketat agar meminimalisir penyebaran dari luar,” kata Septa.

Untuk memastikan titipan bisa steril, usai menerima paket, petugas kata Septa langsung mengeceknya dan melakukan sterilisasi. Yang mana kurir atau kerabat yang menitip makanan juga diberi imbauan khusus.

“Kita memberikan imbauan agar makanan yang dititipkan itu yang bergizi dan sehat, kalau selama ini kan bebas saja, nah agar yang di dalam (napi) juga bisa sehat dan fit, kita minta makanan yang dititipkan lebih selektif, misal buah atau vitamin-vitamin juga,” katanya.

Kemudian, 1832 narapidana yang menghuni Lapas kata Septa juga diatur aktivitasnya. Yang mana, kegiatan berkerumun seperti senam dan olahraga bersama di lapangan utama kini ditiadakan sementara.

Baca Juga :  Menurunya Pandemi, Penjualan Masker Mulai Sepi

Alhasil, pihak sipir menerapkan sistem aktivitas hanya tiap blok saja. “Biasanya setiap pagi itu senamnya bareng di lapangan utama, kini hanya tiap-tiap blok, jadi menghindari interaksi.”

Untuk para sipir, di setiap waktu tertentu klaim Septa diberlakukan tes antigen berkala. Yang mana apabila ada petugas yang terdeteksi maka akan diminta istirahat dan tidak masuk area lapas.

“Begitupun juga dengan tahanan yang baru masuk, itu langsung di antigen dan maksimal tambahan hanya 10 orang saja. Tahanan baru tak langsung masuk blok, namun karantina dulu selama 14 hari di sel khusus,” katanya.

Septa mengklaim jika sejauh ini belum ada ditemukan kasus positif penularan di lingkungan lapas. “Alhamdulillah tidak ada, semoga jangan sampai masuk sini,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/