alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Perempuan Justru Lebih Gesit

Buah jatuh tak jauh dari pohon. Ungkapan itu pantas dialamatkan kepada Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria Roosani. Darah politik dari kakeknya mantan Gubernur Kalsel, Aberani Sulaiman– mengalir kepadanya.

***

Dihubungi Radar Banjarmasin untuk wawancara, kemarin (11/2), Tatum, demikian panggilan istri dari Syamsul Hadi Hermanis, tengah berada di luar daerah menjalankan tugasnya sebagai Anggota dewan. Meski begitu, ia tetap bersedia diwawancarai.

Wanita berusia 42 tahun ini menceritakan, pertama kali terjun ke politik pada tahun 2009. Ia bergabung dengan Partai Gerindra. Meski kakek dan tantenya, Hj Noormiliyani Sulaiman (Bupati Batola) merupakan pentolan Partai Golkar, Tatum tidak malah memanfaatkan, dia memilih bergabung dengan partai bentukan Prabowo Subianto.

Meski berbeda partai, tidak lantas membatasi hubungan kekeluargaan. Justru menurutnya sangat bagus, bisa bersinergi dalam membangun daerah. Kebetulan, daerah pemilihan (Dapil) Tatum pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu adalah Barito Kuala (Batola).“Keluarga kami partainya warna-warni ya,” katanya seraya tertawa kecil.

Sebab sejak memutuskan untuk menjadi wakil rakyat, Tatum punya keinginan membantu Batola bisa keluar dari sebutan kabupaten tertinggal. Banyak hal yang bisa dikembangan agar lebih dikenal luas. Misalnya tempat wisata Pulau Curiak. Pulau kecil yang berada di kawasan delta Sungai Barito, tepatnya di Kecamatan Anjir Muara, Barito Kuala ini sekarang cukup mendunia namanya di mata wisatawan.

Baca Juga :  Raih Gelar Doktor Termuda

Kawasan Pulau Curiak telah dijadikan Stasiun Riset Bekantan oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) pada Juni 2018. “Nama Pulau Curiak sekarang sudah terkenal luas,” ujarnya.

Balik lagi ke profesi sebagai anggota dewan, Tatum tampaknya kurang setuju, jika kehadiran wanita di DPRD Provinsi Kalsel hanya dibilang untuk memenuhi kuota keterwakilan 30 persen kaum perempuan di parlemen.

Dapat dilihat saat ini, unsur pimpinan adalah wanita, bahkan ada dua orang, Hj Mariana dari Gerindra dan Hj Karmila dari Partai Amanat Nasional (PAN). Anggota dewan perempuan justru lebih gesit dan cepat tanggap.

Mungkin karena terlatih mengurus manajemen keluarga, sehingga sangat peka. Misalnya, ketika banjir melanda di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel, sebelas Anggota DPRD Provinsi Kalsel justru yang langsung tanggap.“Sebelas Anggota dewan langsung urunan untuk memberikan bantuan,” imbuhnya.

Begitu pula dimasa pandemi Covid-19. Banyak warga terdampak, mereka sulit bekerja lantaran adanya pembatasan dari pemerintah. Saat itu, srikandi dewan juga bersama-sama ikut membantu baik dalam bentuk materi maupun bahan pokok lainnya.“Biar berbeda partai, kami intens komunikasi dalam berbagai hal, apalagi yang menyangkut kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Makanya ia berharap, nantinya banyak kaum perempuan Banua yang mau terjun ke dunia politik. Memang tidak bisa instan, butuh proses tahunan bahkan puluhan tahun. Yang jelas tunjukan visi dan misi kepada masyarakat. Yakinlah, akan menumbuhkan simpatik masyarakat.

Baca Juga :  Bahasa Inggris Bagi Anak Tak Mampu

Bicara tentang keluarga, bagaimana Tatum membagi waktu untuk keluarga, terutama untuk keempat anaknya, M Alexander Akbar, Siti Ayu Rahmadhani, Siti Aleandra Al Qorina dan Siti Aira nabila Al Qorina? Tamum mengakui setelah dilantik menjadi Anggota dewan, ia sempat kaget dengan berbagai agenda kegiatan dewan yang bejibun.

Hampir tidak ada waktu untuk hanya sekedar berada di rumah. Profesi ini berbeda jauh saat ia menjadi kontraktor. Kapanpun mau berangkat atau pulang, bisa diaturnya sesuka hati, sekarang tidak bisa, karena semua agenda sudah tersusun rapi sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus).
“Saya perlu penyesuaian, perlu komunikasi yang intens dengan keluarga,” ujarnya.

Tidak dipungkiri, anak-anak yang sudah tumbuh besar dan kritis, paling sering protes. Tatum tetap berusaha memberikan pengertian kepada putra putrinya mengenai tugas kedewanan yang dikerjakan. Tidak jarang, ia membawa serta anak saat sedang bertugas. Tugas ini adalah amanah rakyat. Ini yang diperjuangkan.“Saya ingin memperlihatkan kepada anak-anak, begini lho pekerjaan ibunya, alhamdulillah sekarang sudah mulai mengerti,” pungkas Tatum.(gmp/by/ran)

Buah jatuh tak jauh dari pohon. Ungkapan itu pantas dialamatkan kepada Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria Roosani. Darah politik dari kakeknya mantan Gubernur Kalsel, Aberani Sulaiman– mengalir kepadanya.

***

Dihubungi Radar Banjarmasin untuk wawancara, kemarin (11/2), Tatum, demikian panggilan istri dari Syamsul Hadi Hermanis, tengah berada di luar daerah menjalankan tugasnya sebagai Anggota dewan. Meski begitu, ia tetap bersedia diwawancarai.

Wanita berusia 42 tahun ini menceritakan, pertama kali terjun ke politik pada tahun 2009. Ia bergabung dengan Partai Gerindra. Meski kakek dan tantenya, Hj Noormiliyani Sulaiman (Bupati Batola) merupakan pentolan Partai Golkar, Tatum tidak malah memanfaatkan, dia memilih bergabung dengan partai bentukan Prabowo Subianto.

Meski berbeda partai, tidak lantas membatasi hubungan kekeluargaan. Justru menurutnya sangat bagus, bisa bersinergi dalam membangun daerah. Kebetulan, daerah pemilihan (Dapil) Tatum pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu adalah Barito Kuala (Batola).“Keluarga kami partainya warna-warni ya,” katanya seraya tertawa kecil.

Sebab sejak memutuskan untuk menjadi wakil rakyat, Tatum punya keinginan membantu Batola bisa keluar dari sebutan kabupaten tertinggal. Banyak hal yang bisa dikembangan agar lebih dikenal luas. Misalnya tempat wisata Pulau Curiak. Pulau kecil yang berada di kawasan delta Sungai Barito, tepatnya di Kecamatan Anjir Muara, Barito Kuala ini sekarang cukup mendunia namanya di mata wisatawan.

Baca Juga :  Buat Taman Membaca di Polres

Kawasan Pulau Curiak telah dijadikan Stasiun Riset Bekantan oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) pada Juni 2018. “Nama Pulau Curiak sekarang sudah terkenal luas,” ujarnya.

Balik lagi ke profesi sebagai anggota dewan, Tatum tampaknya kurang setuju, jika kehadiran wanita di DPRD Provinsi Kalsel hanya dibilang untuk memenuhi kuota keterwakilan 30 persen kaum perempuan di parlemen.

Dapat dilihat saat ini, unsur pimpinan adalah wanita, bahkan ada dua orang, Hj Mariana dari Gerindra dan Hj Karmila dari Partai Amanat Nasional (PAN). Anggota dewan perempuan justru lebih gesit dan cepat tanggap.

Mungkin karena terlatih mengurus manajemen keluarga, sehingga sangat peka. Misalnya, ketika banjir melanda di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel, sebelas Anggota DPRD Provinsi Kalsel justru yang langsung tanggap.“Sebelas Anggota dewan langsung urunan untuk memberikan bantuan,” imbuhnya.

Begitu pula dimasa pandemi Covid-19. Banyak warga terdampak, mereka sulit bekerja lantaran adanya pembatasan dari pemerintah. Saat itu, srikandi dewan juga bersama-sama ikut membantu baik dalam bentuk materi maupun bahan pokok lainnya.“Biar berbeda partai, kami intens komunikasi dalam berbagai hal, apalagi yang menyangkut kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Makanya ia berharap, nantinya banyak kaum perempuan Banua yang mau terjun ke dunia politik. Memang tidak bisa instan, butuh proses tahunan bahkan puluhan tahun. Yang jelas tunjukan visi dan misi kepada masyarakat. Yakinlah, akan menumbuhkan simpatik masyarakat.

Baca Juga :  Bangga Jadi Cucu Perancang Kota Banjarbaru

Bicara tentang keluarga, bagaimana Tatum membagi waktu untuk keluarga, terutama untuk keempat anaknya, M Alexander Akbar, Siti Ayu Rahmadhani, Siti Aleandra Al Qorina dan Siti Aira nabila Al Qorina? Tamum mengakui setelah dilantik menjadi Anggota dewan, ia sempat kaget dengan berbagai agenda kegiatan dewan yang bejibun.

Hampir tidak ada waktu untuk hanya sekedar berada di rumah. Profesi ini berbeda jauh saat ia menjadi kontraktor. Kapanpun mau berangkat atau pulang, bisa diaturnya sesuka hati, sekarang tidak bisa, karena semua agenda sudah tersusun rapi sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus).
“Saya perlu penyesuaian, perlu komunikasi yang intens dengan keluarga,” ujarnya.

Tidak dipungkiri, anak-anak yang sudah tumbuh besar dan kritis, paling sering protes. Tatum tetap berusaha memberikan pengertian kepada putra putrinya mengenai tugas kedewanan yang dikerjakan. Tidak jarang, ia membawa serta anak saat sedang bertugas. Tugas ini adalah amanah rakyat. Ini yang diperjuangkan.“Saya ingin memperlihatkan kepada anak-anak, begini lho pekerjaan ibunya, alhamdulillah sekarang sudah mulai mengerti,” pungkas Tatum.(gmp/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/