alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Tak Perlu Tunggu Keluhan, Tera Ulang Mesin SPBU Dimulai

BANJARMASIN – Tahun ini, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banjarmasin mulai menjalani tera ulang.

Kemarin (10/2) giliran SPBU Pulau Laut. Seluruh mesin pengisian bahan bakar dicek ulang untuk volume yang dikeluarkan dari pompanya. Baik penyalur Pertalite, Bio Solar maupun Pertamax.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, tera ulang hal rutin yang bersifat wajib.

Bahwa tera ulang tak harus menunggu laporan dari masyarakat. “Sebuah kewajiban bagi SPBU meminta pemda untuk menera ulang,” ujarnya, kemarin (10/2).

Tak hanya permintaan dari SPBU, tera ulang juga diharuskan oleh Pertamina.

Dari total 28 SPBU di kota ini, baru empat SPBU yang sudah ditera ulang. Dia menjamin, seluruh yang tersisa akan diperiksa secara bertahap.

Baca Juga :  Polemik Uang Tip dari Organda, Jika Sopir Ingin Beli Solar di Jalur Khusus

“Hari ini kami menerjunkan dua tim. Di SPBU Pulau Laut dan SPBU Lingkar Basirih,” sebutnya.

Menurutnya, dari keempat SPBU yang sudah diperiksa, belum ada temuan pengelola yang nakal hingga merugikan konsumen. “Sementara ini belum ada, semua masih dalam batas toleransi,” ujarnya.

Dalam aturan kemetrologian, dalam menera ulang mesin pompa SPBU, kurang dari 100 mililiter per 20 liter masih dimaafkan.

“Tapi, jika SPBU itu terkategori ‘Pasti Pas’ dari Pertamina, plus minusnya maksimal 60 mililiter saja. Untuk disini (SPBU Pulau Laut) ada yang minusnya 13,5, minus 2, bahkan ada yang nol,” bebernya.

Jika ditemukan ada pengelola yang nakal, maka akan dikenakan sanksi pidana. Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981.

“Sengaja melanggar, misalkan dengan membuka segel dan mengatur sendiri volume liter yang dikeluarkan,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Liter Solar Pelangsir Disita

Intinya, menjamin jumlah liter yang keluar saat pembelian sesuai dengan nominal yang tertera pada display mesin. Bila volumenya sudah ditera, mesin pompa pun akan ditempel stiker dan disegel.

“Segel yang dipasang ini hanya boleh dilepas oleh penera kami. Kalau ada yang melepas artinya melanggar,” tekannya.

Sementara itu, pengelola SPBU Pulau Laut, H Iyus menyambut baik tera ulang rutin ini. “Demi menjaga kepercayaan konsumen. Artinya ada jaminan kalau kami tidak ada bermain,” ucapnya.

Bahkan, selain tera ulang rutin, H Iyus juga mengaku memeriksa sendiri jumlah liter untuk setiap mesin pompa miliknya.

“Guna memastikan volume minyak yang dikeluarkan tetap sama setiap harinya,” tuntasnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Tahun ini, seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banjarmasin mulai menjalani tera ulang.

Kemarin (10/2) giliran SPBU Pulau Laut. Seluruh mesin pengisian bahan bakar dicek ulang untuk volume yang dikeluarkan dari pompanya. Baik penyalur Pertalite, Bio Solar maupun Pertamax.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, tera ulang hal rutin yang bersifat wajib.

Bahwa tera ulang tak harus menunggu laporan dari masyarakat. “Sebuah kewajiban bagi SPBU meminta pemda untuk menera ulang,” ujarnya, kemarin (10/2).

Tak hanya permintaan dari SPBU, tera ulang juga diharuskan oleh Pertamina.

Dari total 28 SPBU di kota ini, baru empat SPBU yang sudah ditera ulang. Dia menjamin, seluruh yang tersisa akan diperiksa secara bertahap.

Baca Juga :  Ratusan Liter Solar Pelangsir Disita

“Hari ini kami menerjunkan dua tim. Di SPBU Pulau Laut dan SPBU Lingkar Basirih,” sebutnya.

Menurutnya, dari keempat SPBU yang sudah diperiksa, belum ada temuan pengelola yang nakal hingga merugikan konsumen. “Sementara ini belum ada, semua masih dalam batas toleransi,” ujarnya.

Dalam aturan kemetrologian, dalam menera ulang mesin pompa SPBU, kurang dari 100 mililiter per 20 liter masih dimaafkan.

“Tapi, jika SPBU itu terkategori ‘Pasti Pas’ dari Pertamina, plus minusnya maksimal 60 mililiter saja. Untuk disini (SPBU Pulau Laut) ada yang minusnya 13,5, minus 2, bahkan ada yang nol,” bebernya.

Jika ditemukan ada pengelola yang nakal, maka akan dikenakan sanksi pidana. Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981.

“Sengaja melanggar, misalkan dengan membuka segel dan mengatur sendiri volume liter yang dikeluarkan,” paparnya.

Baca Juga :  Sopir Tak Kerja, Begini Tanggapan Ibnu Sina Soal Polemik Solar Subsidi

Intinya, menjamin jumlah liter yang keluar saat pembelian sesuai dengan nominal yang tertera pada display mesin. Bila volumenya sudah ditera, mesin pompa pun akan ditempel stiker dan disegel.

“Segel yang dipasang ini hanya boleh dilepas oleh penera kami. Kalau ada yang melepas artinya melanggar,” tekannya.

Sementara itu, pengelola SPBU Pulau Laut, H Iyus menyambut baik tera ulang rutin ini. “Demi menjaga kepercayaan konsumen. Artinya ada jaminan kalau kami tidak ada bermain,” ucapnya.

Bahkan, selain tera ulang rutin, H Iyus juga mengaku memeriksa sendiri jumlah liter untuk setiap mesin pompa miliknya.

“Guna memastikan volume minyak yang dikeluarkan tetap sama setiap harinya,” tuntasnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/