alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Sembilan Orang Ditangkap Terkait Prostitusi

BANJARBARU – Geliat bisnis lendir di Banjarbaru kembali terungkap. Sembilan orang digaruk polisi karena bisnis hitam ini. Usai tim Unit Patroli Samapta Polres Banjarbaru menggelar penindakan.

Dari keterangan resmi kepolisian, penindakan praktik prostitusi ini terjadi pada Senin (7/2) malam. Ada dua lokasi yang disambangi polisi yang masih di berada di wilayah Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor menjelaskan jika lokasi pertama yang ditindak berada di Jalan Angkasa Pura atau kerap disebut jalan Bandara Lama Syamsudin Noor.

Di lokasi ini, salah satu penginapan disambangi aparat lantaran diduga kuat ada penghuninya yang menyediakan jasa esek-esek.

“Tiga orang berhasil diamankan, mereka yakni NJ (21), LNA (21) dan JS (23). Ketiganya terjaring saat kegiatan patroli di penginapan maupun indekos yang dicurigai,” kata Tajudin kemarin.

Baca Juga :  Hutan Pinus Masih Rawan jadi Tempat Mesum

Saat penggerebekan, petugas menciduk LNA yang tengah melayani pelanggan atas nama JS. Mereka melakukan aksinya di kamar nomor 02 penginapan tersebut.

“Untuk NJ diketahui berperan sebagai joki atau perantaranya. Dari hasil keterangan diketahui juga juga bahwa pelaku membayar petugas keamanan di penginapan untuk mengamankan praktik tersebut,” cerita Tajuddin.

Karena masih ada lokasi yang dicurigai sebelumnya, petugas langsung menuju target selanjutnya. Kali ini petugas menuju wilayah Palam. Disana diketahui ada satu indekos yang berlokasi di Jalan Abadi III kerap dicurigai digunakan untuk praktik esek-esek.

“Benar saja, di lokasi petugas mengamankan enam orang. Tiga perempuan dan tiga lainnya pria. Untuk pelaku semuanya berusia masih di bawah umur,” kata Tajuddin.

Baca Juga :  Pria Cabul Minta Maaf, Pidananya Tidak Diproses

Karena masih di bawah umur, usai dibina dan diberi arahan. Keenamnya kata Tajuddin dititipkan di rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Banjarbaru.

“Untuk tiga pelaku yakni NJ, LNA dan JS dibawa ke Mapolres Banjarbaru untuk proses lebih lanjut. Mereka akan disangkakan pasal 12 ayat 1 Perda Kota Banjarbaru No 06 Tahun 2002 dengan ancaman pidana paling lama tiga bulan atau denda maksimal lima juta rupiah,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Geliat bisnis lendir di Banjarbaru kembali terungkap. Sembilan orang digaruk polisi karena bisnis hitam ini. Usai tim Unit Patroli Samapta Polres Banjarbaru menggelar penindakan.

Dari keterangan resmi kepolisian, penindakan praktik prostitusi ini terjadi pada Senin (7/2) malam. Ada dua lokasi yang disambangi polisi yang masih di berada di wilayah Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor menjelaskan jika lokasi pertama yang ditindak berada di Jalan Angkasa Pura atau kerap disebut jalan Bandara Lama Syamsudin Noor.

Di lokasi ini, salah satu penginapan disambangi aparat lantaran diduga kuat ada penghuninya yang menyediakan jasa esek-esek.

“Tiga orang berhasil diamankan, mereka yakni NJ (21), LNA (21) dan JS (23). Ketiganya terjaring saat kegiatan patroli di penginapan maupun indekos yang dicurigai,” kata Tajudin kemarin.

Baca Juga :  Hutan Pinus Masih Rawan jadi Tempat Mesum

Saat penggerebekan, petugas menciduk LNA yang tengah melayani pelanggan atas nama JS. Mereka melakukan aksinya di kamar nomor 02 penginapan tersebut.

“Untuk NJ diketahui berperan sebagai joki atau perantaranya. Dari hasil keterangan diketahui juga juga bahwa pelaku membayar petugas keamanan di penginapan untuk mengamankan praktik tersebut,” cerita Tajuddin.

Karena masih ada lokasi yang dicurigai sebelumnya, petugas langsung menuju target selanjutnya. Kali ini petugas menuju wilayah Palam. Disana diketahui ada satu indekos yang berlokasi di Jalan Abadi III kerap dicurigai digunakan untuk praktik esek-esek.

“Benar saja, di lokasi petugas mengamankan enam orang. Tiga perempuan dan tiga lainnya pria. Untuk pelaku semuanya berusia masih di bawah umur,” kata Tajuddin.

Baca Juga :  PSK dan Badut Diangkut, Kena Razia Rutin Sebelum Ramadan

Karena masih di bawah umur, usai dibina dan diberi arahan. Keenamnya kata Tajuddin dititipkan di rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Banjarbaru.

“Untuk tiga pelaku yakni NJ, LNA dan JS dibawa ke Mapolres Banjarbaru untuk proses lebih lanjut. Mereka akan disangkakan pasal 12 ayat 1 Perda Kota Banjarbaru No 06 Tahun 2002 dengan ancaman pidana paling lama tiga bulan atau denda maksimal lima juta rupiah,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/