alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Travel Umrah Berkeluh Kesah, Kecewa dengan Perlakuan Pemerintah Indonesia

BANJARMASIN – Puluhan travel yang tergabung dalam FK PATUH (Forum komunikasi penyelenggaraan umrah dan haji) Kalsel berunjuk rasa di Kemenag Kalsel, kemarin. Mereka memprotes perlakuan yang tidak bersahabat saat jemaah menginjakan kaki di Indonesia.

Diungkapkan H Saridi Salim ketua FK PATUH Kalsel, saat datang ke Tanah Suci penyambutan jemaah umrah disambut dengan bunga dan kurma.”Justru saat datang di Indonesia perlakukan jauh berbeda, kami dianggap seperti teroris dan pembawa virus sehingga dijaga ketat dan diperiksa hingga enam jam,” ungkapnya.

Untuk itulah demi kenyamanan ibadah umrah masyarakat Indonesia pihaknya mengajukan beberapa tuntutan. “Ada enam tuntutan kami dan kami berharap pemangku kepentingan bisa mendengar keinginan kami demi kemudahan masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci,” jelasnya

Baca Juga :  Jemaah Kalsel Tolak Perlakuan Tak Manusiawi

Adapun beberapa tuntutan diantaranya yaitu membatalkan Karantina 1 hari menjelang keberangkatan dan 7 hari setelah kepulangan, kedua apabila terpaksa melakukan karantina maka karantina dilakukan di daerah asal masing-masing, mengingat bandara PPIU (pelaksana perjalanan ibadah umrah) dari wilayah Kalsel telah berstatus Bandara Internasional.”Kami meminta pemerintah menjadikan Bandara syamsudinnor menjadi Bandara Embarkasi umroh,” harapnya.

Diceritakan Saridi, penyambutan jemaah umrah di Tanah Suci sangat baik dan dianggap sebagai Tamu Allah, namun justru penyambutan kurang baik datang dari petugas satgas di Indonesia.

“Saat sampai di Indonesia justu disambut dengan garang dan seolah-olah seperti teroris dan waktu pengecekan hingga 6 jam,” ungkapnya lagi.

Kepala Kemenag Kalsel Muhammad Thamrin mengaku, siap menyampaikan uneg-uneg travel umrah dan ia pun berharap ada perbaikan dalam pelayanan kedatangan jemaah umrah.(sya/by/ran)

Baca Juga :  Jemaah Umrah Tetap Jalani Karantina

BANJARMASIN – Puluhan travel yang tergabung dalam FK PATUH (Forum komunikasi penyelenggaraan umrah dan haji) Kalsel berunjuk rasa di Kemenag Kalsel, kemarin. Mereka memprotes perlakuan yang tidak bersahabat saat jemaah menginjakan kaki di Indonesia.

Diungkapkan H Saridi Salim ketua FK PATUH Kalsel, saat datang ke Tanah Suci penyambutan jemaah umrah disambut dengan bunga dan kurma.”Justru saat datang di Indonesia perlakukan jauh berbeda, kami dianggap seperti teroris dan pembawa virus sehingga dijaga ketat dan diperiksa hingga enam jam,” ungkapnya.

Untuk itulah demi kenyamanan ibadah umrah masyarakat Indonesia pihaknya mengajukan beberapa tuntutan. “Ada enam tuntutan kami dan kami berharap pemangku kepentingan bisa mendengar keinginan kami demi kemudahan masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci,” jelasnya

Baca Juga :  Jemaah Kalsel Tolak Perlakuan Tak Manusiawi

Adapun beberapa tuntutan diantaranya yaitu membatalkan Karantina 1 hari menjelang keberangkatan dan 7 hari setelah kepulangan, kedua apabila terpaksa melakukan karantina maka karantina dilakukan di daerah asal masing-masing, mengingat bandara PPIU (pelaksana perjalanan ibadah umrah) dari wilayah Kalsel telah berstatus Bandara Internasional.”Kami meminta pemerintah menjadikan Bandara syamsudinnor menjadi Bandara Embarkasi umroh,” harapnya.

Diceritakan Saridi, penyambutan jemaah umrah di Tanah Suci sangat baik dan dianggap sebagai Tamu Allah, namun justru penyambutan kurang baik datang dari petugas satgas di Indonesia.

“Saat sampai di Indonesia justu disambut dengan garang dan seolah-olah seperti teroris dan waktu pengecekan hingga 6 jam,” ungkapnya lagi.

Kepala Kemenag Kalsel Muhammad Thamrin mengaku, siap menyampaikan uneg-uneg travel umrah dan ia pun berharap ada perbaikan dalam pelayanan kedatangan jemaah umrah.(sya/by/ran)

Baca Juga :  Biaya Umrah Turun, Jemaah Masih Sedikit

Most Read

Artikel Terbaru

/