alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Thursday, 19 May 2022

Omicron Sampai di Banua, Satgas Minta Jangan Panik

BANJARMASIN – Sembilan sampel pasien Covid-19 yang dikirim Satgas Covis-19 lalu ternyata memang varian omicron. Satgas Covid-19 Kalsel menyatakan terjadi penambahan lima lagi usai hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) didapat dari Kemenkes, kemarin.

Dari lima orang itu, tiga orang itu berasal dari Banjarmasin, dan satu orang dari Tanah Bumbu serta satu orang pelaku perjalanan asal Jakarta. “Bertambah menjadi 14 orang yang terinveksi varian omicron di Kalsel,” beber Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin.

Sehari sebelumnya, pihaknya mengumumkan varian omicron juga sudah menulari 9 orang pasien Covid-19 di Kalsel setelah menerima hasil serupa dari Kemenkes. Sembilan orang itu adalah, tiga orang berasal dari Banjarmasin, dua orang dari Banjarbaru, satu orang dari Tanah Bumbu. Sisanya dari luar daerah yang dirawat di Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin. Yakni berasal dari Semarang dan Jawa Timur. “Semuanya sudah sembuh semua,” terang Muslim.

Pasalnya, sampel yang dikirim ke Kemenkes ini adalah mereka yang dirawat pada bulan lalu. Sampelnya pun dikirim pada 17 Januari 2021 lalu. “Bahkan kasus yang dari luar daerah sudah pulang,” imbuhnya.

Meski demikian sebutnya, tanpa menunggu pemeriksaan lanjutan, pihaknya sudah meyakini, lonjakan kasus sekarang dapat disimpulkan karena varian omicron. “Dari semua sampel tak ada varian lain. Artinya kasus yang ada saat ini adalah karena varian omicron,” sebutnya.

Dia mewanti-wanti, masyarakat tak perlu panik berlebihan. Meski varian ini disebut-sebut cepat menular, namun cepat pula pemulihannya. “Terlebih yang sudah divaksin dua kali,” ucapnya.

Yang paling penting menurutnya, masyarakat harus lebih mawas diri, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin. Pasalnya penularan yang paling cepat terjadi adalah ketika tak memakai masker. “Patuhi protokol kesehatan. Jangan lengah,” pesannya.

Untuk diketahui, sampai kemarin kasus aktif di Kalsel sudah mencapai 2.216 orang. Paling banyak di Banjarmasin sejumlah 1.504 orang disusul Kabupaten Banjar sebanyak 260 orang dan Banjarbaru sebanyak 202 orang. “Banjarmasin memang menjadi episentrum penularan, kasusnya terus bertambah,” ujar Muslim.

Kemarin saja, dari total 565 penambahan kasus baru, sebanyak 360 orang datang dari Banjarmasin. Sisanya 67 orang dari Banjarbaru, sebanyak 64 dari Banjar, 26 orang dari Barito Kuala, 21 orang dari Tanah Laut, 13 orang dari Banjarbaru, 7 orang dari Tabalong dan Balangan, 5 orang dari Tapin, 4 orang dari HST, 2 orang dari HSS dan masing-masing 1 orang dari HSU dan Tanah Bumbu.

Lalu bagaimana ketersediaan tempat tidur rumah sakit? Muslim mengungkapkan baru 12 persen. Paling banyak di RSUD Ulin dan Ansari Saleh. “Dua rumah sakit ini memang rumah sakit rujukan. Di Ulin sekitar 40 kamar tidur terisi,” bebernya.

Kebanyakan pasien yang dirawat pun terangnya karena ada keluhan lain. Bukan serta merta Covid-19. “Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata hasilnya positif Covid-19,” sebutnya.

Seperti diketahui, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor sudah meneken surat edaran bernomor 443.33/612/Dinkes/2022 yang ditujukan kepada seluruh bupati dan walikota se Kalsel untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir.

Beberapa poin penting yang ditekankannya pada surat edaran yang dikeluarkannya pada 3 Februari itu. Yakni, melakukan pengawasan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi dan prokos pencegahan Covid-19 secara ketat di tempat, kegiatan masyarakat, pusat perbelajaan, pariwisata, fasilitas umum, tempat ibadah dan even kegiatan masyarakat.

Selain itu, dia meminta dilakukan screening dan pemeriksaan di tiap pintu masuk Kalsel seperti bandara, pelabuhan dan perbatasan darat antar provinsi, serta kegiatan yang berpotensi kerumunan. Sahbirin juga meminta, agar meningkatkan fungsi tracer, baik di jajaran Dinas Kesehatan, TNI dan Polri dengan melakukan pelacakan terhadap kasus konfirmasi minimal 80 persen dan minimal 15 orang kontak erat dari setiap satu kasus konfirmasi.

Sahbirin juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mengikuti tren laju penularan, apabila ditemukan kasus konfirmasi di sekolah dan segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat, untuk dilakukan tindakan pencegahan penghentian sementara PTM. Terkait varian omicron, dia juga meminta hasil konfirmasi yang memenuhi syarat WGS agar spesimen tersebut segera dikirim ke Litbang Kemenkes RI di Jakarta. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Sembilan sampel pasien Covid-19 yang dikirim Satgas Covis-19 lalu ternyata memang varian omicron. Satgas Covid-19 Kalsel menyatakan terjadi penambahan lima lagi usai hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) didapat dari Kemenkes, kemarin.

Dari lima orang itu, tiga orang itu berasal dari Banjarmasin, dan satu orang dari Tanah Bumbu serta satu orang pelaku perjalanan asal Jakarta. “Bertambah menjadi 14 orang yang terinveksi varian omicron di Kalsel,” beber Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin.

Sehari sebelumnya, pihaknya mengumumkan varian omicron juga sudah menulari 9 orang pasien Covid-19 di Kalsel setelah menerima hasil serupa dari Kemenkes. Sembilan orang itu adalah, tiga orang berasal dari Banjarmasin, dua orang dari Banjarbaru, satu orang dari Tanah Bumbu. Sisanya dari luar daerah yang dirawat di Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin. Yakni berasal dari Semarang dan Jawa Timur. “Semuanya sudah sembuh semua,” terang Muslim.

Pasalnya, sampel yang dikirim ke Kemenkes ini adalah mereka yang dirawat pada bulan lalu. Sampelnya pun dikirim pada 17 Januari 2021 lalu. “Bahkan kasus yang dari luar daerah sudah pulang,” imbuhnya.

Meski demikian sebutnya, tanpa menunggu pemeriksaan lanjutan, pihaknya sudah meyakini, lonjakan kasus sekarang dapat disimpulkan karena varian omicron. “Dari semua sampel tak ada varian lain. Artinya kasus yang ada saat ini adalah karena varian omicron,” sebutnya.

Dia mewanti-wanti, masyarakat tak perlu panik berlebihan. Meski varian ini disebut-sebut cepat menular, namun cepat pula pemulihannya. “Terlebih yang sudah divaksin dua kali,” ucapnya.

Yang paling penting menurutnya, masyarakat harus lebih mawas diri, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin. Pasalnya penularan yang paling cepat terjadi adalah ketika tak memakai masker. “Patuhi protokol kesehatan. Jangan lengah,” pesannya.

Untuk diketahui, sampai kemarin kasus aktif di Kalsel sudah mencapai 2.216 orang. Paling banyak di Banjarmasin sejumlah 1.504 orang disusul Kabupaten Banjar sebanyak 260 orang dan Banjarbaru sebanyak 202 orang. “Banjarmasin memang menjadi episentrum penularan, kasusnya terus bertambah,” ujar Muslim.

Kemarin saja, dari total 565 penambahan kasus baru, sebanyak 360 orang datang dari Banjarmasin. Sisanya 67 orang dari Banjarbaru, sebanyak 64 dari Banjar, 26 orang dari Barito Kuala, 21 orang dari Tanah Laut, 13 orang dari Banjarbaru, 7 orang dari Tabalong dan Balangan, 5 orang dari Tapin, 4 orang dari HST, 2 orang dari HSS dan masing-masing 1 orang dari HSU dan Tanah Bumbu.

Lalu bagaimana ketersediaan tempat tidur rumah sakit? Muslim mengungkapkan baru 12 persen. Paling banyak di RSUD Ulin dan Ansari Saleh. “Dua rumah sakit ini memang rumah sakit rujukan. Di Ulin sekitar 40 kamar tidur terisi,” bebernya.

Kebanyakan pasien yang dirawat pun terangnya karena ada keluhan lain. Bukan serta merta Covid-19. “Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata hasilnya positif Covid-19,” sebutnya.

Seperti diketahui, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor sudah meneken surat edaran bernomor 443.33/612/Dinkes/2022 yang ditujukan kepada seluruh bupati dan walikota se Kalsel untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir.

Beberapa poin penting yang ditekankannya pada surat edaran yang dikeluarkannya pada 3 Februari itu. Yakni, melakukan pengawasan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi dan prokos pencegahan Covid-19 secara ketat di tempat, kegiatan masyarakat, pusat perbelajaan, pariwisata, fasilitas umum, tempat ibadah dan even kegiatan masyarakat.

Selain itu, dia meminta dilakukan screening dan pemeriksaan di tiap pintu masuk Kalsel seperti bandara, pelabuhan dan perbatasan darat antar provinsi, serta kegiatan yang berpotensi kerumunan. Sahbirin juga meminta, agar meningkatkan fungsi tracer, baik di jajaran Dinas Kesehatan, TNI dan Polri dengan melakukan pelacakan terhadap kasus konfirmasi minimal 80 persen dan minimal 15 orang kontak erat dari setiap satu kasus konfirmasi.

Sahbirin juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mengikuti tren laju penularan, apabila ditemukan kasus konfirmasi di sekolah dan segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat, untuk dilakukan tindakan pencegahan penghentian sementara PTM. Terkait varian omicron, dia juga meminta hasil konfirmasi yang memenuhi syarat WGS agar spesimen tersebut segera dikirim ke Litbang Kemenkes RI di Jakarta. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/