alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Jalan Liang Anggang/Bati-Bati Sudah Bisa Dilewati, Walau Masih Banyak Lubang

BANJARBARU – Setelah sempat mengalami keterlambatan, akhirnya proyek peningkatan Jalan Liang Anggang-Bati-Bati kini sudah hampir rampung.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kemarin (8/1) akses jalan yang menghubungkan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut itu sudah bisa dilalui pengendara secara lancar.

Namun, sayangnya ada beberapa titik yang masih berlubang cukup besar. Lubang-lubang itu tidak diberi penanda, sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas.

Meski begitu, warga sekitar Sri Wuriandari mengaku bersyukur jalan yang sebelumnya berlumpur dan mengganggu aktivitas masyarakat itu sudah bisa dilalui dengan normal. “Sudah sekitar satu bulan ini bisa dilewati lancar,” katanya.

Lancarnya lalu lintas, ujar dia, membuat dirinya bisa kembali membuka warung makan miliknya. “Alhamdulillah buka lagi, setelah sebelumnya empat bulan tutup karena jalan diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga :  BPJN: Jalan Nasional di Tapin Akan Diperbaiki Tahun ini

Proyek jalan nasional yang pekerjaannya lewat masa kontrak itu dikerjakan dengan dua paket, dan dua kontraktor yang berbeda.

Pada paket pertama, perbaikan dari Jalan Simpang Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari sepanjang 3,52 Km dikerjakan PT Anugerah Karya Agra Sentosa senilai Rp 41,7 miliar.

Sedangkan paket kedua dipegang PT Nugro Lestari dengan nilai Rp32,9 miliar. Yakni, rehabilitasi jalan mulai Simpang Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari dan Batas Pelaihari sampai pertigaan Bati-Bati hingga Jalan Benua Raya dengan panjang mencapai 2,7 Km.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 PJN Wilayah I Provinsi Kalsel, Mirnasari Daulay menyampaikan, progres untuk paket pertama hingga kemarin sudah mencapai 85 persen. “Sedangkan seksi dua sudah 100 persen. Paling lama akhir Februari ini sudah selesai semua,” ucapnya.

Baca Juga :  Bantaran Sungai Terkikis, Jembatan Jebol

Terkait adanya sejumlah lubang besar, dia menyebut, hal itu dikarenakan beberapa bagian jalan masih belum padat. “Yang pasti tes kepadatan selalu dilakukan, terus kita cek juga kalau memang ada yang rusak langsung diperbaiki,” pungkasnya. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Setelah sempat mengalami keterlambatan, akhirnya proyek peningkatan Jalan Liang Anggang-Bati-Bati kini sudah hampir rampung.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kemarin (8/1) akses jalan yang menghubungkan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut itu sudah bisa dilalui pengendara secara lancar.

Namun, sayangnya ada beberapa titik yang masih berlubang cukup besar. Lubang-lubang itu tidak diberi penanda, sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas.

Meski begitu, warga sekitar Sri Wuriandari mengaku bersyukur jalan yang sebelumnya berlumpur dan mengganggu aktivitas masyarakat itu sudah bisa dilalui dengan normal. “Sudah sekitar satu bulan ini bisa dilewati lancar,” katanya.

Lancarnya lalu lintas, ujar dia, membuat dirinya bisa kembali membuka warung makan miliknya. “Alhamdulillah buka lagi, setelah sebelumnya empat bulan tutup karena jalan diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga :  Ngabuburit Di Jembatan Rumpiang

Proyek jalan nasional yang pekerjaannya lewat masa kontrak itu dikerjakan dengan dua paket, dan dua kontraktor yang berbeda.

Pada paket pertama, perbaikan dari Jalan Simpang Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari sepanjang 3,52 Km dikerjakan PT Anugerah Karya Agra Sentosa senilai Rp 41,7 miliar.

Sedangkan paket kedua dipegang PT Nugro Lestari dengan nilai Rp32,9 miliar. Yakni, rehabilitasi jalan mulai Simpang Liang Anggang-Batas Kota Pelaihari dan Batas Pelaihari sampai pertigaan Bati-Bati hingga Jalan Benua Raya dengan panjang mencapai 2,7 Km.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 PJN Wilayah I Provinsi Kalsel, Mirnasari Daulay menyampaikan, progres untuk paket pertama hingga kemarin sudah mencapai 85 persen. “Sedangkan seksi dua sudah 100 persen. Paling lama akhir Februari ini sudah selesai semua,” ucapnya.

Baca Juga :  BPJN: Jalan Nasional di Tapin Akan Diperbaiki Tahun ini

Terkait adanya sejumlah lubang besar, dia menyebut, hal itu dikarenakan beberapa bagian jalan masih belum padat. “Yang pasti tes kepadatan selalu dilakukan, terus kita cek juga kalau memang ada yang rusak langsung diperbaiki,” pungkasnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/