alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Jadi Jalur Penting IKN, Tapi Kelas Jalan di Banua Masih Rendah

Jalan-jalan di Kalimantan Selatan masih terbebani oleh angkutan berat. Hal ini menjadi sorotan Wakil Ketua DPD RI Mahyudin saat kunjungan kerja di di Ruang Haji Maksid, Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (7/3).

“Rata-rata kelas jalan di Kalimantan hanya mampu menahan beban ganda delapan ton, sedangkan kendaraan yang lewat berkapasitas 20 ton,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyalahkan mobil yang lewat karena memang kebutuhan. “Butuh disiapkan jalan yang kelasnya mampu dilewati kontainer dan sebagainya,” nilai Mahyudin.

Hal ini ironis karena Kalsel bakal menjadi daerah penyangga ibukota Indonesia, di Nusantara Kalimantan Timur. Kalsel merupakan jalur strategis transportasi yang berbatasan dengan dua proyek strategis nasional, yakni pembangunan IKN di Kalimantan Timur serta kawasan food estate di Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Bisa Jadi Alternatif Mudik, Jalan Sungai Puting Sudah Diperbaiki

“Saat ini, jalur akses dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Timur hanya bisa diakses dari Kalimantan Selatan,” kata Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar yang menyambut Mahyudin kemarin.

Dengan berbagai potensi itu, menurutnya pembangunan infrastruktur khususnya ruas jalan menjadi sangat penting. “Kami berharap pemerintah pusat bisa terus meningkatkan infrastruktur jalur pendukung IKN,” ujarnya.

Mahyudin sendiri mengatakan perlunya menyisir kebutuhan-kebutuhan pembangunan yang akan diperjuangkan di tingkat nasional, salah satunya terkait ruas jalan. (ris/by/ran)

Jalan-jalan di Kalimantan Selatan masih terbebani oleh angkutan berat. Hal ini menjadi sorotan Wakil Ketua DPD RI Mahyudin saat kunjungan kerja di di Ruang Haji Maksid, Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (7/3).

“Rata-rata kelas jalan di Kalimantan hanya mampu menahan beban ganda delapan ton, sedangkan kendaraan yang lewat berkapasitas 20 ton,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa menyalahkan mobil yang lewat karena memang kebutuhan. “Butuh disiapkan jalan yang kelasnya mampu dilewati kontainer dan sebagainya,” nilai Mahyudin.

Hal ini ironis karena Kalsel bakal menjadi daerah penyangga ibukota Indonesia, di Nusantara Kalimantan Timur. Kalsel merupakan jalur strategis transportasi yang berbatasan dengan dua proyek strategis nasional, yakni pembangunan IKN di Kalimantan Timur serta kawasan food estate di Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  IKN Solusi Ketimpangan Pembangunan, Sudah Saatnya Kalimantan Maju

“Saat ini, jalur akses dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Timur hanya bisa diakses dari Kalimantan Selatan,” kata Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar yang menyambut Mahyudin kemarin.

Dengan berbagai potensi itu, menurutnya pembangunan infrastruktur khususnya ruas jalan menjadi sangat penting. “Kami berharap pemerintah pusat bisa terus meningkatkan infrastruktur jalur pendukung IKN,” ujarnya.

Mahyudin sendiri mengatakan perlunya menyisir kebutuhan-kebutuhan pembangunan yang akan diperjuangkan di tingkat nasional, salah satunya terkait ruas jalan. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/