alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Belasan Pasien di Kalsel Diduga Terinfeksi Omicron

BANJARBARU – Dinas Kesehatan Kalsel telah menemukan belasan orang yang diduga terinfeksi Covid-19 varian baru: Omicron. Kini mereka sedang menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Litbangkes Kementerian Kesehatan.

“Sekarang kita belum dapat kepastiannya, apakah mereka positif terinfeksi Omicron atau tidak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, total ada 19 sampel yang mereka kirim ke Litbangkes. “Pertama ada dua. Kemudian ada tambahan 17 lagi kita kirim,” ungkapnya.

Semua sampel itu ujar Muslim, milik pasien Covid-19 dari Banjarmasin dan sekitarnya. “Tapi masih probable atau diduga Omicron,” ujarnya.

Melihat kemungkinan adanya Omicron di Banua, dia meminta masyarakat tetap tenang dan terus waspada. “Kami imbau agar masyarakat tetap tenang dan terus disiplin protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” imbaunya.

Selain itu, agar tidak terjadi lonjakan kasus, menurutnya pemerintah harus sigap dalam memperkuat 3T (Testing, Tracing, Treatment) untuk menghadapi puncak penyebaran Covid-19 gelombang 3.

“Jadi 3T harus ditingkatkan dan screening di setiap kegiatan dan kontak erat harus terus dilakukan. Hal itu dilakukan untuk memisahkan orang-orang yang belum terpapar dan yang terpapar,” ujarnya.

Baca Juga :  Lonjakan Kasus Menurun, Ruang Rumah Sakit Kosong

Selain meningkatkan 3T, kata Muslim penerapan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) juga harus terus dilakukan masyarakat. “Walaupun masyarakat sudah bervaksin tetap melakukan upaya pencegahan dengan protokol kesehatan yang disiplin,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada bupati/wali kota tentang surat edaran gubernur mengenai kesiapan fasilitas rumah sakit ketika terjadi lonjakan. “Kapasitas ruang rumah sakit untuk pasien Covid-19 harus ditambah 30 sampai 40 persen,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, M Rudiansyah juga mengimbau masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan ketat, vaksinasi dan menjaga imunitas tubuh.

Dikatakannya, prokes harus dijaga ketat lantaran sejak pertengahan Januari hingga awal Februari 2022 angka kasus Covid-19 meningkat pesat.

“Di Kalsel yang awalnya nol, namun beberapa hari ini kasusnya cepat sekali naik. Sekarang angka kasus bisa 40 hingga 50 kasus per hari,” ujarnya.

Baca Juga :  PPKM Level 3 Diperpanjang Lagi, Harus Melandai Sebelum Ramadan Tiba

Lonjakan kasus sendiri, menurutnya tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh adanya varian omicron. Atau ada sisa-sisa dari varian sebelumnya.

“Untuk itu, kita semua agar tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan. Serta melakukan vaksinasi agar gejala yang disebabkan lebih ringan, makan-makanan bergizi, menjaga imunitas tubuh serta jangan stres,” tutur Rudiansyah.

Dijelaskannya bahwa gejala varian omicron hampir sama seperti flu lainnya. Seperti pilek, batuk, sakit kepala berat dan nyeri tenggorokan.

“Jika memiliki gejala agar dapat isolasi mandiri dan melaporkan diri ke satgas atau puskesmas terdekat untuk mendapat bantuan obat-obatan dan vitamin,” terangnya.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan memang perlu diwaspadai dengan cermat. Mengingat peningkatan kasus aktif meningkat hingga 2 kali lipat.

Pada tanggal 27 Januari 2022 misalnya hanya ada 63 kasus yang ditemukan, kemudian bertambah 163 kasus pada 30 Januari. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Dinas Kesehatan Kalsel telah menemukan belasan orang yang diduga terinfeksi Covid-19 varian baru: Omicron. Kini mereka sedang menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Litbangkes Kementerian Kesehatan.

“Sekarang kita belum dapat kepastiannya, apakah mereka positif terinfeksi Omicron atau tidak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, total ada 19 sampel yang mereka kirim ke Litbangkes. “Pertama ada dua. Kemudian ada tambahan 17 lagi kita kirim,” ungkapnya.

Semua sampel itu ujar Muslim, milik pasien Covid-19 dari Banjarmasin dan sekitarnya. “Tapi masih probable atau diduga Omicron,” ujarnya.

Melihat kemungkinan adanya Omicron di Banua, dia meminta masyarakat tetap tenang dan terus waspada. “Kami imbau agar masyarakat tetap tenang dan terus disiplin protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,” imbaunya.

Selain itu, agar tidak terjadi lonjakan kasus, menurutnya pemerintah harus sigap dalam memperkuat 3T (Testing, Tracing, Treatment) untuk menghadapi puncak penyebaran Covid-19 gelombang 3.

“Jadi 3T harus ditingkatkan dan screening di setiap kegiatan dan kontak erat harus terus dilakukan. Hal itu dilakukan untuk memisahkan orang-orang yang belum terpapar dan yang terpapar,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Kian Turun, Mulai Setara Penyakit Lain

Selain meningkatkan 3T, kata Muslim penerapan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) juga harus terus dilakukan masyarakat. “Walaupun masyarakat sudah bervaksin tetap melakukan upaya pencegahan dengan protokol kesehatan yang disiplin,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada bupati/wali kota tentang surat edaran gubernur mengenai kesiapan fasilitas rumah sakit ketika terjadi lonjakan. “Kapasitas ruang rumah sakit untuk pasien Covid-19 harus ditambah 30 sampai 40 persen,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, M Rudiansyah juga mengimbau masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan ketat, vaksinasi dan menjaga imunitas tubuh.

Dikatakannya, prokes harus dijaga ketat lantaran sejak pertengahan Januari hingga awal Februari 2022 angka kasus Covid-19 meningkat pesat.

“Di Kalsel yang awalnya nol, namun beberapa hari ini kasusnya cepat sekali naik. Sekarang angka kasus bisa 40 hingga 50 kasus per hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Arus Balik Tanpa Tracking, Dinkes: Sudah Sesuai Kebijakan Pusat

Lonjakan kasus sendiri, menurutnya tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh adanya varian omicron. Atau ada sisa-sisa dari varian sebelumnya.

“Untuk itu, kita semua agar tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan. Serta melakukan vaksinasi agar gejala yang disebabkan lebih ringan, makan-makanan bergizi, menjaga imunitas tubuh serta jangan stres,” tutur Rudiansyah.

Dijelaskannya bahwa gejala varian omicron hampir sama seperti flu lainnya. Seperti pilek, batuk, sakit kepala berat dan nyeri tenggorokan.

“Jika memiliki gejala agar dapat isolasi mandiri dan melaporkan diri ke satgas atau puskesmas terdekat untuk mendapat bantuan obat-obatan dan vitamin,” terangnya.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan memang perlu diwaspadai dengan cermat. Mengingat peningkatan kasus aktif meningkat hingga 2 kali lipat.

Pada tanggal 27 Januari 2022 misalnya hanya ada 63 kasus yang ditemukan, kemudian bertambah 163 kasus pada 30 Januari. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/