alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Cegah Kasus Bertambah, PTM Banjarbaru juga Kembali 50 Persen

BANJARBARU – Kasus penularan Covid-19 di Banjarbaru mulai mengkhawatirkan. Selain lonjakan kasus yang cukup tinggi akhir-akhir ini, terbaru sejumlah sekolah dilaporkan tertular wabah ini.

Dari informasi awal yang didapat Radar Banjarmasin, lebih dari tiga sekolah terpaksa menutup aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) nya. Lantaran ada siswa dan guru yang terkonfirmasi positif.

“Yang jelas saya tahu ada satu sekolah dasar (SD) yang guru dan siswanya sakit awalnya lalu saat dites (Covid-19) ternyata hasilnya positif. Sekolah saat itu langsung libur sekitar tiga hari lebih,” kata salah satu orang tua murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Terkait kabar ini, Radar Banjarmasin coba mengonfirmasi kepada Dinas Pendidikan Banjarbaru khususnya bidang Bina Sekolah Dasar (SD) atas kabar yang beredar tersebut.

Melalui Kabid Bina Pendidikan SD Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi dijelaskan bahwa kabar tersebut benar. Namun Edy menegaskan jika penularan tak terjadi secara serentak.

Baca Juga :  Pemprov Kalsel Restui PTM 100 Persen, Hanya untuk Daerah PPKM Level 1 dan 2

“Jadi memang ada lima sekolah yang ada kasus penularannya. Namun itu tidak berbarengan, jadi ada jeda antar sekolah-sekolah ini,” jawab Edy.

Karena sudah ada SOP nya, maka memang kata Edy jika sekolah-sekolah yang ada siswa atau gurunya tertular akan diliburkan. Durasi peniadaan aktivitas di lingkungan sekolah ini berlaku selama tiga hari.

“Untuk sekolah diliburkan selama tiga hari untuk proses sterilisasi dan juga evaluasi. Untuk sejauh ini belum ada laporan lagi ada sekolah lain yang tertular,” katanya.

Penemuan kasus ini memang ujar Edy, ketika ada siswa dan guru yang dilaporkan tengah sakit. Guru dan siswa yang sakit ini pun tegas Edy juga tak diperkenankan masuk ke sekolah sesuai dengan kebijakan yang berlaku saat PTM.

“Jadi setelah di tes ternyata menang ada yang terkonfirmasi positif. Setelah itu baru sekolahnya diliburkan. Tetapi ada juga guru atau siswanya sakit dan hasilnya negatif,” katanya.

Baca Juga :  Banjarmasin Kembali PTM 50 Persen, Orang Tua Siswa Tanggapi Positif

Soal sumber penularan, pihaknya kata Edy belum bisa memastikan darimana. Saat ini Disdik tegasnya terus melaporkan dan berkoordinasi dengan Satgas maupun Dinkes Banjarbaru.

Teranyar, untuk mencoba mengendalikan kasus tak semakin menular. Disdik tegasnya menerapkan PTM hanya 50 persen. Yang mana semula PTM berlaku penuh atau 100 persen.

“Per tanggal 7 Februari (hari ini) sekolah-sekolah melaksanakan PTM terbatas dengan jumlah peserta didik sebanyak 50 persen. Ini berlaku untuk seluruh jenjang, baik TK-PAUD, SD dan SMP,” katanya.

Agar tetap bisa mengejar kompetensi yang tengah berjalan, maka fokus pembelajaran PTM terbatas katanya akan difokuskan pada kegiatan intrakurikuler.

“Untuk ekstrakurikuler serta termasuk aktivitas seperti kantin dan lainnya belum diperbolehkan sampai kondisi nanti sudah dinyatakan terkendali,” ujarnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Kasus penularan Covid-19 di Banjarbaru mulai mengkhawatirkan. Selain lonjakan kasus yang cukup tinggi akhir-akhir ini, terbaru sejumlah sekolah dilaporkan tertular wabah ini.

Dari informasi awal yang didapat Radar Banjarmasin, lebih dari tiga sekolah terpaksa menutup aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) nya. Lantaran ada siswa dan guru yang terkonfirmasi positif.

“Yang jelas saya tahu ada satu sekolah dasar (SD) yang guru dan siswanya sakit awalnya lalu saat dites (Covid-19) ternyata hasilnya positif. Sekolah saat itu langsung libur sekitar tiga hari lebih,” kata salah satu orang tua murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Terkait kabar ini, Radar Banjarmasin coba mengonfirmasi kepada Dinas Pendidikan Banjarbaru khususnya bidang Bina Sekolah Dasar (SD) atas kabar yang beredar tersebut.

Melalui Kabid Bina Pendidikan SD Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi dijelaskan bahwa kabar tersebut benar. Namun Edy menegaskan jika penularan tak terjadi secara serentak.

Baca Juga :  Banjarbaru Klaim Penularan Masih Nihil, PTM Penuh Tetap Dilanjutkan

“Jadi memang ada lima sekolah yang ada kasus penularannya. Namun itu tidak berbarengan, jadi ada jeda antar sekolah-sekolah ini,” jawab Edy.

Karena sudah ada SOP nya, maka memang kata Edy jika sekolah-sekolah yang ada siswa atau gurunya tertular akan diliburkan. Durasi peniadaan aktivitas di lingkungan sekolah ini berlaku selama tiga hari.

“Untuk sekolah diliburkan selama tiga hari untuk proses sterilisasi dan juga evaluasi. Untuk sejauh ini belum ada laporan lagi ada sekolah lain yang tertular,” katanya.

Penemuan kasus ini memang ujar Edy, ketika ada siswa dan guru yang dilaporkan tengah sakit. Guru dan siswa yang sakit ini pun tegas Edy juga tak diperkenankan masuk ke sekolah sesuai dengan kebijakan yang berlaku saat PTM.

“Jadi setelah di tes ternyata menang ada yang terkonfirmasi positif. Setelah itu baru sekolahnya diliburkan. Tetapi ada juga guru atau siswanya sakit dan hasilnya negatif,” katanya.

Baca Juga :  Belajar Daring atau PTM? Ortu Diberi Pilihan

Soal sumber penularan, pihaknya kata Edy belum bisa memastikan darimana. Saat ini Disdik tegasnya terus melaporkan dan berkoordinasi dengan Satgas maupun Dinkes Banjarbaru.

Teranyar, untuk mencoba mengendalikan kasus tak semakin menular. Disdik tegasnya menerapkan PTM hanya 50 persen. Yang mana semula PTM berlaku penuh atau 100 persen.

“Per tanggal 7 Februari (hari ini) sekolah-sekolah melaksanakan PTM terbatas dengan jumlah peserta didik sebanyak 50 persen. Ini berlaku untuk seluruh jenjang, baik TK-PAUD, SD dan SMP,” katanya.

Agar tetap bisa mengejar kompetensi yang tengah berjalan, maka fokus pembelajaran PTM terbatas katanya akan difokuskan pada kegiatan intrakurikuler.

“Untuk ekstrakurikuler serta termasuk aktivitas seperti kantin dan lainnya belum diperbolehkan sampai kondisi nanti sudah dinyatakan terkendali,” ujarnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/