alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Mengenal Masjid-masjid Tua di HSS

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ada sekitar 600 Masjid. Dari ratusan tersebut ada beberapa Masjid yang sudah puluhan tahun dibangun dan dilakukan renovasi.

1.Masjid Qoba Amawang

Masjid Qoba Amawang berlokasi di Amawang Kanan, Kecamatan Kandangan diperkirakan didirikan tahun 1926.
Masjid ini didirikan oleh Datu Hamawang untuk penyebaran agama Islam di sekitar Kota Kandangan.

Konon ceritanya pembangunan masjid ini dibantu oleh Datu Ulin dan Datu Basuhud. Masjid ini sudah direnovasi dari yang dulunya kayu sekarang menggunakan semen beton.

2.Masjid Al Abrar

Masjid Al Abrar berlokasi di Desa Gambah Luar Km 4, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS. Awalnya masjid ini hanya musala bernama Sungai Kudung yang dibangun tahun 1878.

Kemudian baru tahun 1911, musala dijadikan masjid Sungai Kudung. Kemudian di tahun 1943 dibangun masjid kembar Sungai Kudung. Baru masjid dipindah ke belakang yang diberi nama masjid Abrar Sungai Kudung.

Selanjutnya di tahun 1975 dilakukan perbaikan nama menjadi Masjid Al Abrar Gambah Luar, Km 4 Kandangan. Di tahun 2000 kembali dilakukan perluasan masjid, serta tahun 2013 lalu penyempurnaan masjid dengan membuat WC sampai tempat wudhu.Sekarang lahan masjid sekitar satu hectare.

Baca Juga :  Ekspedisi Ramadan Dimulai

3. Masjid Darus Saadah

Masjid berlokasi di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang ini diperkirakan didirikan tahun 1824 oleh Datu Balimau.

Masjid Darus Saadah sudah beberapa kali mengalami perumbakan dan tahun 2019 lalu dilakukan renovasi total, tetapi tetap mempertahankan bentuk asli dan nilai-nilai sejarah masjid bangunan awal. Karena masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten HSS.

4.Masjid Agung At Taqwa Kandangan

Masjid Agung At Taqwa merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten HSS yang terletak di pusat keramaian di Kecamatan Kandangan.

Masjid ini diperkirakan didirikan pada tahun 1906 dan sudah mengalami beberapa kali renovasi total yang awalnya hanya kayu dan kini sudah dibangun menggunakan semen secara total.

5. Masjid Jami Iberahim Nagara

Masjid Jami Iberahami berlokasi di Desa Sungai Mandala, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten HSS. Nama masjid ini diambil dari nama Habib Ibrahim Al Habsy selaku pendiri masjid. Habib Ibrahim Al Habsy menyumbangkan sebagian harta beliau untuk membangun masjid.

Masjid yang jika dilihat dari kejauhan seperti berada di sebuah pulau, karena lokasi sekitar masjid merupakan pertemuan dua aliran sungai. Serta di sekitar masjid terdapat dua jembatan yang menghubungkan antar kampung sekitar masjid ini dibangun diperkirakan sekitar tahun 1920 dan sudah beberapa kali dilakukan perbaikan.

Baca Juga :  Santri Dalam Pagar Berdakwah ke Pegunungan Meratus

6.Masjid Suada atau Baangkat

Masjid Suada atau lebih dikenal dengan nama Masjid Baangkat berlokasi di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, mulai dibangun 28 Zulhijjah 1328 Hijriah atau tahun 1908.

Pelopor pembangunan masjid adalah dua orang juru dakwah yaitu Al Allamah Syeikh H Abbas bin Al Allamah Syeikh H Abdul Jalil dan Al Allamah Syeikh HM Said bin Al Allamah Syeikh H Sa’duddin.

Nama masjid diambil dari kata Sa’id, nama seorang pelopor pembangunan masjid yang dalam bahasa arab berarti beruntung, dimaksudkan nama tersebut untuk menarik perhatian orang-orang atau masyarakat agar lebih bergairah berkorban memelihara dan beribadat di masjid.

Arsitektur Masjid Suada secara umum memperlihatkan penerapan konsep rancang bangun rumah tradisional Kalsel yaitu beratap tingkat tiga yang berakhir dengan momolo/pataka dan didirikan di atas tiang (rumah panggung), serta bangunannya terbuat dari kayu ulin.(shn)

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ada sekitar 600 Masjid. Dari ratusan tersebut ada beberapa Masjid yang sudah puluhan tahun dibangun dan dilakukan renovasi.

1.Masjid Qoba Amawang

Masjid Qoba Amawang berlokasi di Amawang Kanan, Kecamatan Kandangan diperkirakan didirikan tahun 1926.
Masjid ini didirikan oleh Datu Hamawang untuk penyebaran agama Islam di sekitar Kota Kandangan.

Konon ceritanya pembangunan masjid ini dibantu oleh Datu Ulin dan Datu Basuhud. Masjid ini sudah direnovasi dari yang dulunya kayu sekarang menggunakan semen beton.

2.Masjid Al Abrar

Masjid Al Abrar berlokasi di Desa Gambah Luar Km 4, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS. Awalnya masjid ini hanya musala bernama Sungai Kudung yang dibangun tahun 1878.

Kemudian baru tahun 1911, musala dijadikan masjid Sungai Kudung. Kemudian di tahun 1943 dibangun masjid kembar Sungai Kudung. Baru masjid dipindah ke belakang yang diberi nama masjid Abrar Sungai Kudung.

Selanjutnya di tahun 1975 dilakukan perbaikan nama menjadi Masjid Al Abrar Gambah Luar, Km 4 Kandangan. Di tahun 2000 kembali dilakukan perluasan masjid, serta tahun 2013 lalu penyempurnaan masjid dengan membuat WC sampai tempat wudhu.Sekarang lahan masjid sekitar satu hectare.

Baca Juga :  Legenda Gua Batu Hapu

3. Masjid Darus Saadah

Masjid berlokasi di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang ini diperkirakan didirikan tahun 1824 oleh Datu Balimau.

Masjid Darus Saadah sudah beberapa kali mengalami perumbakan dan tahun 2019 lalu dilakukan renovasi total, tetapi tetap mempertahankan bentuk asli dan nilai-nilai sejarah masjid bangunan awal. Karena masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten HSS.

4.Masjid Agung At Taqwa Kandangan

Masjid Agung At Taqwa merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten HSS yang terletak di pusat keramaian di Kecamatan Kandangan.

Masjid ini diperkirakan didirikan pada tahun 1906 dan sudah mengalami beberapa kali renovasi total yang awalnya hanya kayu dan kini sudah dibangun menggunakan semen secara total.

5. Masjid Jami Iberahim Nagara

Masjid Jami Iberahami berlokasi di Desa Sungai Mandala, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten HSS. Nama masjid ini diambil dari nama Habib Ibrahim Al Habsy selaku pendiri masjid. Habib Ibrahim Al Habsy menyumbangkan sebagian harta beliau untuk membangun masjid.

Masjid yang jika dilihat dari kejauhan seperti berada di sebuah pulau, karena lokasi sekitar masjid merupakan pertemuan dua aliran sungai. Serta di sekitar masjid terdapat dua jembatan yang menghubungkan antar kampung sekitar masjid ini dibangun diperkirakan sekitar tahun 1920 dan sudah beberapa kali dilakukan perbaikan.

Baca Juga :  MUI Klaim di Kalsel Tak Ada Polemik Soal Pengeras Suara Keagamaan

6.Masjid Suada atau Baangkat

Masjid Suada atau lebih dikenal dengan nama Masjid Baangkat berlokasi di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, mulai dibangun 28 Zulhijjah 1328 Hijriah atau tahun 1908.

Pelopor pembangunan masjid adalah dua orang juru dakwah yaitu Al Allamah Syeikh H Abbas bin Al Allamah Syeikh H Abdul Jalil dan Al Allamah Syeikh HM Said bin Al Allamah Syeikh H Sa’duddin.

Nama masjid diambil dari kata Sa’id, nama seorang pelopor pembangunan masjid yang dalam bahasa arab berarti beruntung, dimaksudkan nama tersebut untuk menarik perhatian orang-orang atau masyarakat agar lebih bergairah berkorban memelihara dan beribadat di masjid.

Arsitektur Masjid Suada secara umum memperlihatkan penerapan konsep rancang bangun rumah tradisional Kalsel yaitu beratap tingkat tiga yang berakhir dengan momolo/pataka dan didirikan di atas tiang (rumah panggung), serta bangunannya terbuat dari kayu ulin.(shn)

Most Read

Artikel Terbaru

/