alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Kembali Beroperasi, 15 Bus Bawa Penumpang Gratis Setiap Hari

BANJARMASIN – Bus angkutan massal dengan skema buy the service (BTS) kembali beroperasi sejak 1 Februari tadi. Sementara yang baru dilayani hanya rute dari terminal Km 6 Banjarmasin – Handil Bakti – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

15 bus mengaspal di rute tersebut. Waktu tunggu penumpang pun sangat cepat, hanya berkisar antara 5 sampai 10 menit. Direncanakan, ke depan BTS akan beroperasi dengan 105 unit bus, sehingga rute lainnya juga akan terlayani.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Rusdiansyah, menjelaskan pihaknya masih menunggu 90 unit bus lagi yang akan dikirim oleh Kementerian Perhubungan untuk melengkapi layanan BTS. “Saat ini baru ada 15 bus yang melayani koridor tiga dengan waktu tunggu penumpang 5 sampai 10 menit,” ujarnya.

Dia mengatakan, sementara tarif BTS nol Rupiah. Atau gratis hingga terbitnya regulasi terbaru dari Kemenhub. “Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan angkutan massal ini. Apalagi selain nantinya murah, juga memudahkan masyarakat dalam rangka bertransportasi yang aman,” ajaknya.

Baca Juga :  Warga Makin Keranjingan Bus Banjarbakula

Sedianya, operasional BTS melayani empat koridor, yaitu Terminal KM 17 – Terminal Simpang Empat, Taman Siring KM 0 Banjarmasin – Terminal KM 17, Terminal Handil Bakti – Terminal KM 6 – Simpang Empat Jalan Trans Kalimantan, dan Terminal KM 17 Gambut Barakat – Simpang 3 Bentok (bundaran lik-Liangangang).

Sebagian koridor lainnya yaitu Terminal Km 17 – Bandara dan Terminal Km 17 – Masjid Alkaromah Martapura akan menjadi jalur BRT milik Pemprov Kalsel. Dari 10 koridor angkutan massal di kawasan Banjarbakula masih terdapat 3 koridor yang belum terlayani. Koridor yang belum masuk yaitu Terminal Km 17 – Pelabuhan Trisakti, Handil Bakti – Marabahan, Batibati – Pelaihari, dan Masjid Alkaromah – arah Mataraman.

Sebelumnya, BTS sempat gagal dioperasionalkan pasca diresmikan awal tahun lalu. Belakangan, setelah anggaran untuk operasional BTS sudah dipastikan aman, akhirnya kembali dioperasionalkan

Baca Juga :  Jalan Nasional Tak Beres, Jalan Lokal yang Kena Dampak

Penghentian operasional lalu lantaran Kemenhub butuh waktu untuk perubahan dari lelang umum menjadi lelang multi years contract. Selain Banjarbakula Kalsel, ada daerah lain yang dihentikan. Yakni Makassar, Banyumas, Surabaya, Bandung dan Banjarmasin.

Seperti diketahui, penghentian operasional lalu, pasca Kementerian Perhubungan menerbitkan surat bernomor UM. 208/3/8/DJPD/2021 pada 31 Desember tadi. Alasannya adalah dilakukan terlebih dulu evaluasi keseluruhan layanan, baik secara administrasi maupun operasional lapangan.

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Suharto ditujukan kepada 4 gubernur, yang salah satunya Gubernur Kalsel. Isinya antara lain, pihaknya tengah melakukan penyesuaian dalam mekanisme pengadaan barang/jasa dari sebelumnya pelelangan umum menjadi pengadaan melalui e-catalog.

Dalam surat itu, disampaikan pula proses evaluasi membutuhkan waktu, sehingga mengakibatkan kekosongan layanan paling lama 1 bulan. Namun, akhirnya penghentian tak sampai 1 bulan. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Bus angkutan massal dengan skema buy the service (BTS) kembali beroperasi sejak 1 Februari tadi. Sementara yang baru dilayani hanya rute dari terminal Km 6 Banjarmasin – Handil Bakti – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

15 bus mengaspal di rute tersebut. Waktu tunggu penumpang pun sangat cepat, hanya berkisar antara 5 sampai 10 menit. Direncanakan, ke depan BTS akan beroperasi dengan 105 unit bus, sehingga rute lainnya juga akan terlayani.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Rusdiansyah, menjelaskan pihaknya masih menunggu 90 unit bus lagi yang akan dikirim oleh Kementerian Perhubungan untuk melengkapi layanan BTS. “Saat ini baru ada 15 bus yang melayani koridor tiga dengan waktu tunggu penumpang 5 sampai 10 menit,” ujarnya.

Dia mengatakan, sementara tarif BTS nol Rupiah. Atau gratis hingga terbitnya regulasi terbaru dari Kemenhub. “Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan angkutan massal ini. Apalagi selain nantinya murah, juga memudahkan masyarakat dalam rangka bertransportasi yang aman,” ajaknya.

Baca Juga :  Bus Trans Banjarmasin: Lebih Nyaman dan Aman

Sedianya, operasional BTS melayani empat koridor, yaitu Terminal KM 17 – Terminal Simpang Empat, Taman Siring KM 0 Banjarmasin – Terminal KM 17, Terminal Handil Bakti – Terminal KM 6 – Simpang Empat Jalan Trans Kalimantan, dan Terminal KM 17 Gambut Barakat – Simpang 3 Bentok (bundaran lik-Liangangang).

Sebagian koridor lainnya yaitu Terminal Km 17 – Bandara dan Terminal Km 17 – Masjid Alkaromah Martapura akan menjadi jalur BRT milik Pemprov Kalsel. Dari 10 koridor angkutan massal di kawasan Banjarbakula masih terdapat 3 koridor yang belum terlayani. Koridor yang belum masuk yaitu Terminal Km 17 – Pelabuhan Trisakti, Handil Bakti – Marabahan, Batibati – Pelaihari, dan Masjid Alkaromah – arah Mataraman.

Sebelumnya, BTS sempat gagal dioperasionalkan pasca diresmikan awal tahun lalu. Belakangan, setelah anggaran untuk operasional BTS sudah dipastikan aman, akhirnya kembali dioperasionalkan

Baca Juga :  Awal Ramadan, Penumpang Bandara Turun Ribuan Sehari

Penghentian operasional lalu lantaran Kemenhub butuh waktu untuk perubahan dari lelang umum menjadi lelang multi years contract. Selain Banjarbakula Kalsel, ada daerah lain yang dihentikan. Yakni Makassar, Banyumas, Surabaya, Bandung dan Banjarmasin.

Seperti diketahui, penghentian operasional lalu, pasca Kementerian Perhubungan menerbitkan surat bernomor UM. 208/3/8/DJPD/2021 pada 31 Desember tadi. Alasannya adalah dilakukan terlebih dulu evaluasi keseluruhan layanan, baik secara administrasi maupun operasional lapangan.

Surat yang ditandatangani Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Suharto ditujukan kepada 4 gubernur, yang salah satunya Gubernur Kalsel. Isinya antara lain, pihaknya tengah melakukan penyesuaian dalam mekanisme pengadaan barang/jasa dari sebelumnya pelelangan umum menjadi pengadaan melalui e-catalog.

Dalam surat itu, disampaikan pula proses evaluasi membutuhkan waktu, sehingga mengakibatkan kekosongan layanan paling lama 1 bulan. Namun, akhirnya penghentian tak sampai 1 bulan. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/