alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Warga Menduga Sengaja Dibakar, Polisi Nyatakan Mengarah ke Korsleting Listrik

BANJARBARU – Enam buah rumah di Sungai Tiung Cempaka Banjarbaru dilalap api pada Rabu (2/2) larut malam. Empat buah dipastikan hangus total sementara dua lainnya hangus sebagian.

Puluhan unit pemadam kebakaran dari Banjarbaru hingga Martapura berjibaku memadamkan api. Maklum, lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk yang dikhawatirkan api kian menjalar.

Kebakaran ini juga menjadi catatan panjang musibah serupa di kawasan Cempaka. Tercatat kebakaran hebat juga pernah terjadi di September 2019 dan Agustus 2020. Saat itu belasan rumah hangus jadi arang.

Di kebakaran kemarin, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain bangunan yang ludes, sejumlah barang berharga diketahui juga hangus. Dari sepeda motor hingga disebutkan ada perhiasan juga.

Kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam kebakaran tersebut. “Tidak ada korban, baik luka maupun jiwa,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.

Penyebab kebakaran di Cempaka rupanya beredar dua versi. Dari sisi kepolisian, aparat menyebut bahwa dugaan terkuat sementara adalah api muncul dari korsleting listrik. Sementara sejumlah warga sekitar menduga kebakaran ada unsur kesengajaan.

Baca Juga :  Api Membubung di Kambat Selatan

Tajuddin mewakili pihak polisi menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP yang dilakukan. Hipotesa penyebab mengarah pada korsleting listrik di salah satu rumah yang menjadi pemicu api pertama muncul.

“Perkembangan hasil olah TKP dari unit di lapangan diduga karena korsleting listrik. Tidak ada unsur kesengajaan,” konfirmasi Tajuddin.

Sementara, dari sisi warga, kebakaran diduga adanya unsur sengaja. Yang mana salah satu sosok yang sebetulnya juga penghuni satu dari enam rumah yang terbakar dinilai berperilaku aneh.

Dari informasi, sosok ini diketahui merupakan anak dari penghuni rumah yang disebut sebagai sumber api pertama muncul. Sosok yang diketahui berinisial N (17) ini juga diceritakan sering tidak kontrol bahkan mengamuk.

“Sebelumnya saya mendengar ada teriak-teriak, ngamuk-ngamuk seperti itu. Tak lama, api tiba-tiba sudah menyala,” kata Elsa yang juga sebagai Ketua RT setempat.

Diceritakannya, N sebelumnya memang sering terdengar ngamuk. Yang mana hal ini diketahui ia sempat menjalani proses rehabilitasi narkotika diduga jenis obat-obatan.

Baca Juga :  Api Berkobar di Baluti

“Rehabnya di pulau Jawa, katanya rehabnya sudah selesai dan balik ke sini. Tetapi sepengetahuan kita akhir-akhir ini malah terus teriak-teriak dan mengamuk sampai mengancam menodong pisau ke orang tuanya sendiri,” tuturnya.

Soal kecurigaan adanya unsur kesengajaan, sebagian warga sekaligus dirinya kata Elsa mendengar jika N yang masih berada dalam rumah seperti berteriak rumah dibakarnya. Yang mana saat itu orang tua dan keluarganya rupanya tidak berada di rumah dan hanya menyisakan N sendiri.

“Dia teriak rumah ku bakar dan sambil meminta bule (bibi) dan pakle (paman) cepat keluar karena api sudah perlahan membesar,” ingat Elsa.

Tak hanya sampai disitu, menurut keterangan Elsa, kala itu petugas Damkar yang berusaha memadamkan api sempat dihalang-halangi bahkan diancam oleh N. Tak ayal proses pemadaman ujarnya sempat terkendala.
“Sempat menghalangi dan mengancam agar tidak menyiram kebakarannya. Tapi setelah itu seingat saya dia diamankan polisi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Enam buah rumah di Sungai Tiung Cempaka Banjarbaru dilalap api pada Rabu (2/2) larut malam. Empat buah dipastikan hangus total sementara dua lainnya hangus sebagian.

Puluhan unit pemadam kebakaran dari Banjarbaru hingga Martapura berjibaku memadamkan api. Maklum, lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk yang dikhawatirkan api kian menjalar.

Kebakaran ini juga menjadi catatan panjang musibah serupa di kawasan Cempaka. Tercatat kebakaran hebat juga pernah terjadi di September 2019 dan Agustus 2020. Saat itu belasan rumah hangus jadi arang.

Di kebakaran kemarin, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain bangunan yang ludes, sejumlah barang berharga diketahui juga hangus. Dari sepeda motor hingga disebutkan ada perhiasan juga.

Kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam kebakaran tersebut. “Tidak ada korban, baik luka maupun jiwa,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.

Penyebab kebakaran di Cempaka rupanya beredar dua versi. Dari sisi kepolisian, aparat menyebut bahwa dugaan terkuat sementara adalah api muncul dari korsleting listrik. Sementara sejumlah warga sekitar menduga kebakaran ada unsur kesengajaan.

Baca Juga :  7 Rumah di Pasar Lama Terbakar

Tajuddin mewakili pihak polisi menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP yang dilakukan. Hipotesa penyebab mengarah pada korsleting listrik di salah satu rumah yang menjadi pemicu api pertama muncul.

“Perkembangan hasil olah TKP dari unit di lapangan diduga karena korsleting listrik. Tidak ada unsur kesengajaan,” konfirmasi Tajuddin.

Sementara, dari sisi warga, kebakaran diduga adanya unsur sengaja. Yang mana salah satu sosok yang sebetulnya juga penghuni satu dari enam rumah yang terbakar dinilai berperilaku aneh.

Dari informasi, sosok ini diketahui merupakan anak dari penghuni rumah yang disebut sebagai sumber api pertama muncul. Sosok yang diketahui berinisial N (17) ini juga diceritakan sering tidak kontrol bahkan mengamuk.

“Sebelumnya saya mendengar ada teriak-teriak, ngamuk-ngamuk seperti itu. Tak lama, api tiba-tiba sudah menyala,” kata Elsa yang juga sebagai Ketua RT setempat.

Diceritakannya, N sebelumnya memang sering terdengar ngamuk. Yang mana hal ini diketahui ia sempat menjalani proses rehabilitasi narkotika diduga jenis obat-obatan.

Baca Juga :  Kakek dan Cucu Lolos dari Kepungan Api

“Rehabnya di pulau Jawa, katanya rehabnya sudah selesai dan balik ke sini. Tetapi sepengetahuan kita akhir-akhir ini malah terus teriak-teriak dan mengamuk sampai mengancam menodong pisau ke orang tuanya sendiri,” tuturnya.

Soal kecurigaan adanya unsur kesengajaan, sebagian warga sekaligus dirinya kata Elsa mendengar jika N yang masih berada dalam rumah seperti berteriak rumah dibakarnya. Yang mana saat itu orang tua dan keluarganya rupanya tidak berada di rumah dan hanya menyisakan N sendiri.

“Dia teriak rumah ku bakar dan sambil meminta bule (bibi) dan pakle (paman) cepat keluar karena api sudah perlahan membesar,” ingat Elsa.

Tak hanya sampai disitu, menurut keterangan Elsa, kala itu petugas Damkar yang berusaha memadamkan api sempat dihalang-halangi bahkan diancam oleh N. Tak ayal proses pemadaman ujarnya sempat terkendala.
“Sempat menghalangi dan mengancam agar tidak menyiram kebakarannya. Tapi setelah itu seingat saya dia diamankan polisi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/