alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Perpolitikan HSU Makin Berwarna

AMUNTAI – Peta perpolitikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akan semakin berwarna pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Hal ini disebabkan rontoknya dominasi petahana pascapenangkapan Bupati HSU Non Aktif Abdul Wahid yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang oleh KPK.

Diketahui, Abdul Wahid merupakan kader terbaik Golkar HSU, sehingga mampu menduduki kursi bupati dua periode.

Pengamat Politik Banua, Kadarisman menilai, kasus hukum yang menjerat Wahid berpengaruh pada pergeseran kekuatan politik di HSU.

“Saat ini, dominasi Golkar sangat mungkin disalib partai lain. Di mana poin terpenting menghadapi Pilkada HSU 2024, parpol mampu merebut kursi legislatif yang dikuasai Golkar,” sampainya.

Saat ini, lanjut Risman sapaan akrabnya, partai PKB dan PPP memiliki momentum pas mengorbitkan kadernya muncul sebagai kontestan Pilkada HSU dua tahun mendatang.

Baca Juga :  Peluang Partai Buruh Kian Terbuka, Sempat Sangsi karena Kilat

“Setelah melihat hasil pemilu, baru akan muncul figur potensial di HSU,” jawab mantan jurnalis tersebut.

Pertama, PKB HSU memiliki kader militan, seperti Hormasyah yang saat ini duduk di DPRD Provinsi Kalsel.

“Setelah melihat berita Hormansyah di Radar Banjarmasin hari ini (kemarin, red) semakin membulatkan bahwa PKB baik DPW dan DPC HSU memang sedang menyiapkan figur ini pada Pilkada HSU 2024, mendatang,” ujarnya.

Selanjutnya, ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan kadernya Husairi Abdi, yang saat ini duduk sebagai Plt Bupati HSU, pascastatus tersangka Bupati Non Aktif Abdul Wahid.

“Ketidakterlibatannya dalam kasus hukum Abdul Wahid menunjukkan dia merupakan figur yang dapat dijual untuk memimpin HSU kedepannya,” paparnya.

Lalu, bagaimana nasib Golkar HSU? Risman melihat tidak serta merta menenggelamkan partai berlogo pohon beringin tersebut di HSU.

Baca Juga :  Targetkan Satu Fraksi, Said Subari Komandoi Demokrat Banjarbaru

“Golkar harus mampu membangun komunikasi baru dan memilih figur yang tepat, maka peluang sama-sama terbuka,” ungkapnya.

Kader Golkar yang cukup berpeluang seperti Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Beliau memiliki modal politik yang cukup komplet. Termasuk, Ketua DPD Golkar HSU, Sahrujani, bila mampu membangun komunikasi dan memberikan warna berbeda pada partai ini di masyarakat sebagai pemilih, tidak menutup kemungkinan suara Golkar akan terdongkrak.

“Ini cuma analisis saya. Tidak menutup kemungkinan arah politik bisa berubah, mengingat sifat politik yang dinamis,” lengkapnya.

Untuk diketahui, saat ini kursi Golkar di DPRD HSU ada 12 anggota, disusul PKB 5 anggota dan PPP 4 anggota. Baik Sahrujani dari Golkar HSU dan Hormasyah, sudah menyatakan siap maju pada pilkada serentak mendatang. Bahkan sudah mengklaim mendapatkan dukungan dari partai masing-masing. (mar)

AMUNTAI – Peta perpolitikan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akan semakin berwarna pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Hal ini disebabkan rontoknya dominasi petahana pascapenangkapan Bupati HSU Non Aktif Abdul Wahid yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang oleh KPK.

Diketahui, Abdul Wahid merupakan kader terbaik Golkar HSU, sehingga mampu menduduki kursi bupati dua periode.

Pengamat Politik Banua, Kadarisman menilai, kasus hukum yang menjerat Wahid berpengaruh pada pergeseran kekuatan politik di HSU.

“Saat ini, dominasi Golkar sangat mungkin disalib partai lain. Di mana poin terpenting menghadapi Pilkada HSU 2024, parpol mampu merebut kursi legislatif yang dikuasai Golkar,” sampainya.

Saat ini, lanjut Risman sapaan akrabnya, partai PKB dan PPP memiliki momentum pas mengorbitkan kadernya muncul sebagai kontestan Pilkada HSU dua tahun mendatang.

Baca Juga :  Kades Dukung Jokowi 3 Periode? Di Banua Banyak yang Mengaku Tak Tahu

“Setelah melihat hasil pemilu, baru akan muncul figur potensial di HSU,” jawab mantan jurnalis tersebut.

Pertama, PKB HSU memiliki kader militan, seperti Hormasyah yang saat ini duduk di DPRD Provinsi Kalsel.

“Setelah melihat berita Hormansyah di Radar Banjarmasin hari ini (kemarin, red) semakin membulatkan bahwa PKB baik DPW dan DPC HSU memang sedang menyiapkan figur ini pada Pilkada HSU 2024, mendatang,” ujarnya.

Selanjutnya, ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan kadernya Husairi Abdi, yang saat ini duduk sebagai Plt Bupati HSU, pascastatus tersangka Bupati Non Aktif Abdul Wahid.

“Ketidakterlibatannya dalam kasus hukum Abdul Wahid menunjukkan dia merupakan figur yang dapat dijual untuk memimpin HSU kedepannya,” paparnya.

Lalu, bagaimana nasib Golkar HSU? Risman melihat tidak serta merta menenggelamkan partai berlogo pohon beringin tersebut di HSU.

Baca Juga :  Kader Baru Jangan Minta Nomor Urut

“Golkar harus mampu membangun komunikasi baru dan memilih figur yang tepat, maka peluang sama-sama terbuka,” ungkapnya.

Kader Golkar yang cukup berpeluang seperti Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Beliau memiliki modal politik yang cukup komplet. Termasuk, Ketua DPD Golkar HSU, Sahrujani, bila mampu membangun komunikasi dan memberikan warna berbeda pada partai ini di masyarakat sebagai pemilih, tidak menutup kemungkinan suara Golkar akan terdongkrak.

“Ini cuma analisis saya. Tidak menutup kemungkinan arah politik bisa berubah, mengingat sifat politik yang dinamis,” lengkapnya.

Untuk diketahui, saat ini kursi Golkar di DPRD HSU ada 12 anggota, disusul PKB 5 anggota dan PPP 4 anggota. Baik Sahrujani dari Golkar HSU dan Hormasyah, sudah menyatakan siap maju pada pilkada serentak mendatang. Bahkan sudah mengklaim mendapatkan dukungan dari partai masing-masing. (mar)

Most Read

Artikel Terbaru

/