alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Siaga Banjir, Malah Muncul Karhutla

BANJARBARU – Cukup lama tak terpantau. Banjarbaru kembali diterpa kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Insiden ini terjadi pada Selasa (1/1) di wilayah Palam Cempaka Banjarbaru.

Api pertama diketahui sekitar pukul 12.30 Wita. Adapun titik api berasal di sebuah lahan di Jalan Taruna Palam Kecamatan Cempaka Banjarbaru.

Menurut data BPBD Kota Banjarbaru, luasan lahan yang terbakar sekitar 400 meter persegi. Lahan yang dilalap api juga diketahui didominasi oleh vegetasi semak belukar.

“Api berhasil dipadamkan kurang lebih satu jam kemudian. Ini kejadian karhutla pertama di tahun 2022 ini,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Kejadian ini ujar Zaini sebetulnya tak diprediksi sebelumnya. Sebab, saat ini status kebencanaan di Banjarbaru berstatus siaga banjir, bukan siaga Karhutla.

Baca Juga :  3 Kelurahan Rawan, BPBD Petakan Potensi Karhutla di Banjarmasin

“Untuk siaga Karhutla sudah cukup lama dicabut setelah kita memasuki musim hujan dan beralih ke siaga banjir. Nah jadi agak terkejut juga muncul karhutla di musim penghujan ini,” katanya.

Kendati beda status kebencanaan, namun pada dasarnya BPBD Banjarbaru tegasnya tetap siaga. Yang mana dasar kesiagaan yang berlaku sepanjang tahun dan musim klaim Zaini adalah siaga terhadap bencana pada umumnya.

“Ini kita dapat informasi dari BMKG terbaru bahwa ada potensi lima bulan ke depan musim panas, jadi tentu ada potensi ancaman Karhutla juga. Maka dari itu, ini kita sudah harus waspada meski kini masih musim penghujan,” katanya.

Sebagai catatan, Karhutla di tahun 2021 klaim Zaini jauh lebih menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yang mana di tahun 2021, luasan lahan yang terbakar masih di bawah 100 hektare.

Baca Juga :  Masih Hujan, Sudah Siaga Karhutla

“Tercatat itu tahun 2021 seluas 91,8 hektare, nah kalau tahun-tahun sebelumnya di atas 100 hektare bahkan ada yang sampai 200 hektare. Kita berharap tahun ini tidak sampai tinggi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Cukup lama tak terpantau. Banjarbaru kembali diterpa kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Insiden ini terjadi pada Selasa (1/1) di wilayah Palam Cempaka Banjarbaru.

Api pertama diketahui sekitar pukul 12.30 Wita. Adapun titik api berasal di sebuah lahan di Jalan Taruna Palam Kecamatan Cempaka Banjarbaru.

Menurut data BPBD Kota Banjarbaru, luasan lahan yang terbakar sekitar 400 meter persegi. Lahan yang dilalap api juga diketahui didominasi oleh vegetasi semak belukar.

“Api berhasil dipadamkan kurang lebih satu jam kemudian. Ini kejadian karhutla pertama di tahun 2022 ini,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie.

Kejadian ini ujar Zaini sebetulnya tak diprediksi sebelumnya. Sebab, saat ini status kebencanaan di Banjarbaru berstatus siaga banjir, bukan siaga Karhutla.

Baca Juga :  3 Kelurahan Rawan, BPBD Petakan Potensi Karhutla di Banjarmasin

“Untuk siaga Karhutla sudah cukup lama dicabut setelah kita memasuki musim hujan dan beralih ke siaga banjir. Nah jadi agak terkejut juga muncul karhutla di musim penghujan ini,” katanya.

Kendati beda status kebencanaan, namun pada dasarnya BPBD Banjarbaru tegasnya tetap siaga. Yang mana dasar kesiagaan yang berlaku sepanjang tahun dan musim klaim Zaini adalah siaga terhadap bencana pada umumnya.

“Ini kita dapat informasi dari BMKG terbaru bahwa ada potensi lima bulan ke depan musim panas, jadi tentu ada potensi ancaman Karhutla juga. Maka dari itu, ini kita sudah harus waspada meski kini masih musim penghujan,” katanya.

Sebagai catatan, Karhutla di tahun 2021 klaim Zaini jauh lebih menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yang mana di tahun 2021, luasan lahan yang terbakar masih di bawah 100 hektare.

Baca Juga :  Paman Birin Ajak Kerja Sama Antisipasi Bencana

“Tercatat itu tahun 2021 seluas 91,8 hektare, nah kalau tahun-tahun sebelumnya di atas 100 hektare bahkan ada yang sampai 200 hektare. Kita berharap tahun ini tidak sampai tinggi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/