alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Kasus Covid19 Kembali Naik di Kalsel, PTM Diminta Tinjau Ulang

BANJARMASIN – Begitu cepatnya penambahan kasus baru Covid-19 di Kalsel dalam sepekan terakhir, diingatkan pakar Covid-19 Kalsel Hidayatullah Muttaqin. Dia meminta agar masyarakat tak menganggap remeh kasus ini.

Meski sebutnya belum ada laporan varian Omicorn yang diterima Satgas Covid-19 Kalsel, akan tetapi masyarakat sebutnya harus selalu waspada. Dia mengambil contoh seperti tingginya kasus di Pulau Jawa dan Jakarta. “Yang kita belum tahu, apakah lonjakan kasus Kalsel terkait dengan varian Omicron atau tidak, karena sampai saat ini belum ada laporan resmi hasil pemeriksaan genome sequences dari Kemenkes,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah harus berani mengambil kebijakan. Dia menyarankan, selain sangat penting penguatan dan penegakkan prokes di masyarakat, dan melambatkan mobilitas penduduk. Yang utama adalah meninjau ulang pelaksanaan PTM untuk sementara waktu.

“Saya khawatir jika transmisi lokal sudah sangat masif, maka risiko terpapar bagi kelompok penduduk yang terkategori rentan juga menjadi besar. Yaitu para lansia, komorbid dan yang belum divaksin,” cetusnya.

Baca Juga :  Kalsel Perbolehkan Sekolah Gelar PTM 100 Persen

Sebagaimana diketahui, tiga SMP di Banjarmasin harus ditutup setelah sempat menggelar PTM. Pasalnya ada belasan siswa yang dinyatakan terpapar Covid-19. SMP itu adalah SMPN 1 Banjarmasin, SMPN 2 Banjarmasin dan SMPN 19 Banjarmasin.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menyatakan, tiga sekolah tersebut untuk sementara dievaluasi kegiatan PTM dengan diganti dengan pendidikan jarak jauh (PJJ). “Kami evalusai sepekan agar tak terjadi penularan yang lebih banyak,” ujar Kadisdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Sementara, penambahan kasus kembali terjadi kemarin. Bahkan jumlahnya melebihi dari hari sebelumnya. Yakni sebanyak 81 kasus baru. Penambahan tertinggi berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 48 orang, disusul Kabupaten Banjar 21 orang, Kabupaten Tanah Bumbu 7 orang dan Kota Banjarbaru sebanyak 5 orang.

Baca Juga :  Yang Belum Divaksin Silakan Belajar Daring

Meski terjadi penambahan kasus baru, Satgas Covid-19 Kalsel juga melaporkan ada sebanyak 8 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Enam orang dari Banjarmasin, dan 2 orang dari Banjar. “Semuanya berasal dari karantina,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim.

Sampai kemarin, total pasein Covid-19 di Kalsel yang tengah dirawat sebanyak 280 orang. Sementara jumlah suspek sebanyak 37 orang. “Sebanyak 31 orang di Banjarmasin 5 orang di Balangan dan 1 orang di Banjar,” bebernya.

Muslim menerangkan, penambahan kasus di Kalsel tak bisa dipungkiri karena menurunnya kesadaran masyarakat arti pentingnya penerapan protokol kesehatan. Contoh paling sering terlihat adalah, pemakaian masker yang mulai tak dipatuhi oleh sebagian warga. “Padahal kuncinya masker ini untuk menangkal awal penularan,” imbuhnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Begitu cepatnya penambahan kasus baru Covid-19 di Kalsel dalam sepekan terakhir, diingatkan pakar Covid-19 Kalsel Hidayatullah Muttaqin. Dia meminta agar masyarakat tak menganggap remeh kasus ini.

Meski sebutnya belum ada laporan varian Omicorn yang diterima Satgas Covid-19 Kalsel, akan tetapi masyarakat sebutnya harus selalu waspada. Dia mengambil contoh seperti tingginya kasus di Pulau Jawa dan Jakarta. “Yang kita belum tahu, apakah lonjakan kasus Kalsel terkait dengan varian Omicron atau tidak, karena sampai saat ini belum ada laporan resmi hasil pemeriksaan genome sequences dari Kemenkes,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah harus berani mengambil kebijakan. Dia menyarankan, selain sangat penting penguatan dan penegakkan prokes di masyarakat, dan melambatkan mobilitas penduduk. Yang utama adalah meninjau ulang pelaksanaan PTM untuk sementara waktu.

“Saya khawatir jika transmisi lokal sudah sangat masif, maka risiko terpapar bagi kelompok penduduk yang terkategori rentan juga menjadi besar. Yaitu para lansia, komorbid dan yang belum divaksin,” cetusnya.

Baca Juga :  Belajar Daring atau PTM? Ortu Diberi Pilihan

Sebagaimana diketahui, tiga SMP di Banjarmasin harus ditutup setelah sempat menggelar PTM. Pasalnya ada belasan siswa yang dinyatakan terpapar Covid-19. SMP itu adalah SMPN 1 Banjarmasin, SMPN 2 Banjarmasin dan SMPN 19 Banjarmasin.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menyatakan, tiga sekolah tersebut untuk sementara dievaluasi kegiatan PTM dengan diganti dengan pendidikan jarak jauh (PJJ). “Kami evalusai sepekan agar tak terjadi penularan yang lebih banyak,” ujar Kadisdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Sementara, penambahan kasus kembali terjadi kemarin. Bahkan jumlahnya melebihi dari hari sebelumnya. Yakni sebanyak 81 kasus baru. Penambahan tertinggi berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 48 orang, disusul Kabupaten Banjar 21 orang, Kabupaten Tanah Bumbu 7 orang dan Kota Banjarbaru sebanyak 5 orang.

Baca Juga :  Belajar Tatap Muka, Meski Kelasnya Terendam

Meski terjadi penambahan kasus baru, Satgas Covid-19 Kalsel juga melaporkan ada sebanyak 8 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Enam orang dari Banjarmasin, dan 2 orang dari Banjar. “Semuanya berasal dari karantina,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim.

Sampai kemarin, total pasein Covid-19 di Kalsel yang tengah dirawat sebanyak 280 orang. Sementara jumlah suspek sebanyak 37 orang. “Sebanyak 31 orang di Banjarmasin 5 orang di Balangan dan 1 orang di Banjar,” bebernya.

Muslim menerangkan, penambahan kasus di Kalsel tak bisa dipungkiri karena menurunnya kesadaran masyarakat arti pentingnya penerapan protokol kesehatan. Contoh paling sering terlihat adalah, pemakaian masker yang mulai tak dipatuhi oleh sebagian warga. “Padahal kuncinya masker ini untuk menangkal awal penularan,” imbuhnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/