alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Balogo di Lapangan 5 Desembar Marbahan

MARABAHAN – Sejak dilombakan pada Hari Jadi ke-62 Kabupaten Batola, balogo kian diminati warga.
Terbukti, saat balogo digelar di Lapangan 5 Desember Marabahan, Selasa (1/2), warga sangat antusias menonton, bahkan ada yang mencoba memainkannya.

Acara yang digelar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Batola ini memang bisa diikuti para penonton. Bisa secara langsung mencoba sensasi balogo.

Bak kembali ke masa lalu, hanya saja yang memainkan permainan ini bukan anak-anak lagi, tapi orang dewasa dan yang sudah dapat dikatakan berumur.

Ketua KORMI Batola Akhmad Wahyuni mengatakan, sengaja mengadakan balogo di Lapangan 5 Desember Marabahan. Diadakan dikarenakan hari libur atau tanggal merah. “Padahal kami berencana Minggu pagi untuk balogo di sisi,” ujarnya.

Baca Juga :  FORDA Kalsel 2022 akan Dibuka di Kiram Park

Wawah panggilan Akhmad Wahyuni menambahkan, sengaja mengadakan permainan balogo di tempat umum. Hal ini untuk melestarikan balogo dan mengenalkannya kepada masyarakat luas. “Kami biasanya latihan di Gedung Serbanguna pada Malam Selasa, Kamis, dan Sabtu,” ujarnya.

Wawah menekankan, balogo yang mereka lakukan juga sebagai ajang latihan. Akan mengikuti lomba balogo di Kabupaten manapun di Kalsel. “Biasanya lomba balogo selalu diadakan saat perayaan Hari Jadi Kabupaten yang ada di Kalsel. Kami mempersiapkan untuk mengikuti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wilda salah seorang warga Marabahan yang sedang berolahraga di Lapangan 5 Desember Marabahan mengaku sangat tertarik dengan Balogo. Dirinya langsung ikut bermain bersama. “Sangat tertarik, dan berencana ingin gabung tim balogo,” ujar wanita yang sering dipanggil Emon itu.
Bermain balogo sebut Emon ternyata sulit. Namun, asyik. Harus mengandalkan ketepatan, keterampilan, dan ketenangan agar logo bisa melaju mengenai sasaran.

Baca Juga :  Gubernur Buka Forda Kalsel 2022

“Sedikit berbeda dengan yang biasa kita mainkan di kampung, ada logo khusus dan peraturannya,” ujarnya sembari mengatakan dengan adanya kegiatan ini, bisa melestarikan permainan tradisional daerah.

Emon berharap balogo ini bisa bertahan. Terus dimainkan. Tidak hanya musiman atau euforia setelah adanya lomba di Batola saja. “Permainan ini asyik dan bagus untuk anak-anak zaman sekarang untuk mengurangi penggunaan gawai yang berlebihan,” ujarnya.(bar)

MARABAHAN – Sejak dilombakan pada Hari Jadi ke-62 Kabupaten Batola, balogo kian diminati warga.
Terbukti, saat balogo digelar di Lapangan 5 Desember Marabahan, Selasa (1/2), warga sangat antusias menonton, bahkan ada yang mencoba memainkannya.

Acara yang digelar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Batola ini memang bisa diikuti para penonton. Bisa secara langsung mencoba sensasi balogo.

Bak kembali ke masa lalu, hanya saja yang memainkan permainan ini bukan anak-anak lagi, tapi orang dewasa dan yang sudah dapat dikatakan berumur.

Ketua KORMI Batola Akhmad Wahyuni mengatakan, sengaja mengadakan balogo di Lapangan 5 Desember Marabahan. Diadakan dikarenakan hari libur atau tanggal merah. “Padahal kami berencana Minggu pagi untuk balogo di sisi,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Buka Forda Kalsel 2022

Wawah panggilan Akhmad Wahyuni menambahkan, sengaja mengadakan permainan balogo di tempat umum. Hal ini untuk melestarikan balogo dan mengenalkannya kepada masyarakat luas. “Kami biasanya latihan di Gedung Serbanguna pada Malam Selasa, Kamis, dan Sabtu,” ujarnya.

Wawah menekankan, balogo yang mereka lakukan juga sebagai ajang latihan. Akan mengikuti lomba balogo di Kabupaten manapun di Kalsel. “Biasanya lomba balogo selalu diadakan saat perayaan Hari Jadi Kabupaten yang ada di Kalsel. Kami mempersiapkan untuk mengikuti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wilda salah seorang warga Marabahan yang sedang berolahraga di Lapangan 5 Desember Marabahan mengaku sangat tertarik dengan Balogo. Dirinya langsung ikut bermain bersama. “Sangat tertarik, dan berencana ingin gabung tim balogo,” ujar wanita yang sering dipanggil Emon itu.
Bermain balogo sebut Emon ternyata sulit. Namun, asyik. Harus mengandalkan ketepatan, keterampilan, dan ketenangan agar logo bisa melaju mengenai sasaran.

Baca Juga :  Forda Tuntas, Terus Berlatih

“Sedikit berbeda dengan yang biasa kita mainkan di kampung, ada logo khusus dan peraturannya,” ujarnya sembari mengatakan dengan adanya kegiatan ini, bisa melestarikan permainan tradisional daerah.

Emon berharap balogo ini bisa bertahan. Terus dimainkan. Tidak hanya musiman atau euforia setelah adanya lomba di Batola saja. “Permainan ini asyik dan bagus untuk anak-anak zaman sekarang untuk mengurangi penggunaan gawai yang berlebihan,” ujarnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/