alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Vaksin jadi Syarat Belanja Gula dan Migor di Pasar Murah Disdag HSS

KANDANGAN – Menjaga stabilitas harga gula pasir dan minyak goreng yang harganya masih mengalami kenaikan. Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali melakukan operasi pasar di Desa Batang Kulur Kanan, Kecamatan Sungai Raya, Senin (31/1).

Kabid Bina Perdagangan Disdag Kabupaten HSS, Amelia Budhiarti mengatakan operasi pasar gula pasir dan minyak goreng ini sambil menunggu penyesuaian harga jual minyak goreng sudah ditetapkan pemerintah pusat.

“Operasi pasar di Desa Batang Kulur Kanan, Kecamatan Sungai Raya ini merupakan yang keenam kali sudah dilakukan,” ujarnya.

Setelah di Kecamatan Sungai Raya ini, Disdag Kabupaten HSS kembali akan menggelar operasi pasar di tiga kecamatan lainnya. Berdasarkan jadwal, Selasa (1/2) di Kecamatan Padang Batung, Rabu (2/2) Kecamatan Telaga Langsat dan Kamis (3/2) Kecamatan Daha Selatan.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Masih Mahal

Dalam operasi pasar, Disdag Kabupaten HSS menyediakan 270 liter minyak goreng dan 270 kilogram gula pasir. “Harga gula pasir dijual Rp13 ribu per kilogramnya dan minyak goreng Rp14 ribu,” katanya.
Warga dibatasi hanya boleh membeli 2 liter minyak goreng dan 2 kilogram gula pasir.

Saat operasi pasar, warga harus menunjukkan bukti sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Jika belum melakukan vaksinasi tidak diperbolehkan membeli minyak goreng dan gula pasir yang sudah disediakan.

Terkait dengan sudah dikeluarkannya kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk minyak goreng curah sebesar Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng premium Rp 14.000 per liter yang berlaku mulai 1 Februari. Disdag Kabupaten HSS akan melakukan pemantauan langsung di lapangan. Apakah para pedagang sudah menjual sesuai dengan harga yang ditentukan atau belum.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Vaksin Terancam Kedaluwarsa

“Kalau harga minyak goreng dijual belum sesuai ketentuan akan ditanyakan alasannya,” sebut Amel.
Bagi para pedagang minyak goreng yang menjual tidak sesuai dengan harga sudah ditentukan akan diberikan imbauan sampai informasi terkait aturan minyak goreng satu harga.

Sementara Nor Azizah warga setempat mengaku sangat terbantu dengan operasi pasar yang dilaksanakan Disdag Kabupaten HSS, karena harga minyak goreng saat ini masih masih tinggi.

“Kami sangat terbantu dengan harga minyak goreng yang rendah ini,” ujarnya. (shn/ij/bin)

KANDANGAN – Menjaga stabilitas harga gula pasir dan minyak goreng yang harganya masih mengalami kenaikan. Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali melakukan operasi pasar di Desa Batang Kulur Kanan, Kecamatan Sungai Raya, Senin (31/1).

Kabid Bina Perdagangan Disdag Kabupaten HSS, Amelia Budhiarti mengatakan operasi pasar gula pasir dan minyak goreng ini sambil menunggu penyesuaian harga jual minyak goreng sudah ditetapkan pemerintah pusat.

“Operasi pasar di Desa Batang Kulur Kanan, Kecamatan Sungai Raya ini merupakan yang keenam kali sudah dilakukan,” ujarnya.

Setelah di Kecamatan Sungai Raya ini, Disdag Kabupaten HSS kembali akan menggelar operasi pasar di tiga kecamatan lainnya. Berdasarkan jadwal, Selasa (1/2) di Kecamatan Padang Batung, Rabu (2/2) Kecamatan Telaga Langsat dan Kamis (3/2) Kecamatan Daha Selatan.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Masih Mahal

Dalam operasi pasar, Disdag Kabupaten HSS menyediakan 270 liter minyak goreng dan 270 kilogram gula pasir. “Harga gula pasir dijual Rp13 ribu per kilogramnya dan minyak goreng Rp14 ribu,” katanya.
Warga dibatasi hanya boleh membeli 2 liter minyak goreng dan 2 kilogram gula pasir.

Saat operasi pasar, warga harus menunjukkan bukti sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Jika belum melakukan vaksinasi tidak diperbolehkan membeli minyak goreng dan gula pasir yang sudah disediakan.

Terkait dengan sudah dikeluarkannya kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk minyak goreng curah sebesar Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng premium Rp 14.000 per liter yang berlaku mulai 1 Februari. Disdag Kabupaten HSS akan melakukan pemantauan langsung di lapangan. Apakah para pedagang sudah menjual sesuai dengan harga yang ditentukan atau belum.

Baca Juga :  Harga Masih Belum Rata, Menunggu Efektivitas Program Minyak Goreng Satu Harga

“Kalau harga minyak goreng dijual belum sesuai ketentuan akan ditanyakan alasannya,” sebut Amel.
Bagi para pedagang minyak goreng yang menjual tidak sesuai dengan harga sudah ditentukan akan diberikan imbauan sampai informasi terkait aturan minyak goreng satu harga.

Sementara Nor Azizah warga setempat mengaku sangat terbantu dengan operasi pasar yang dilaksanakan Disdag Kabupaten HSS, karena harga minyak goreng saat ini masih masih tinggi.

“Kami sangat terbantu dengan harga minyak goreng yang rendah ini,” ujarnya. (shn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/