alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Duduk Diam Selama 4 Jam, Ternyata Sudah Tak Bernyawa

BANJARMASIN – Kampung Pengambangan di Jalan Veteran, kemarin (31/1) gempar. Seorang pria terduduk tak bernyawa di depan sebuah warung.

Persis di seberang Gang Turi, tak jauh dari pasar buah. Ditemukan tak lama setelah azan zuhur.

Jenazah itu ternyata Madi, berusia 42 tahun, tinggal di Simpang Pengambangan, Banjarmasin Timur.

Terkadang, warga sekitarnya memanggil dengan nama sapaan Daud. Daud adalah nama ayah Madi.

“Sehabis salat, paman pentol di depan musala meminta saya mengecek lelaki itu. Saya sempat khawatir karena dari hidungnya tak ada napas,” kisah M Noor, penarik ojek yang kerap mangkal di kawasan itu.
Pria 48 tahun itu masih tak percaya sosok di depannya telah menjadi mayat.

Baca Juga :  Ada Tengkorak dan Dompet Kosong di Rumah Singgah Dinsos

Dia baru mempercayainya setelah melihat banyak semut berkerumun di tubuh Madi. Warga sekitar kemudian berdatangan ketika dipanggil Noor.

“Saya coba mengabari keluarganya. Tapi mereka tak berani mengambil keputusan. Akhirnya dibawa ke kamar pemulasaran di Rumah Sakit Ulin,” tambahnya.

Sejak pagi, para pedagang di sana sudah melihat Madi duduk. Mereka mengira Madi sedang terlelap seperti kebiasaannya.

“Paman pentol ini curiga karena berdagang sejak jam 9 pagi sampai jam 1 siang, lelaki ini tak kunjung bergerak,” lanjutnya.

Menurut tetangganya, Madi sempat mengeluh sakit. Di dekatnya juga ditemukan obat-obat generik dan lotion anti nyamuk.

“Dia mondar-mandir saja. Makan dan minum mengharap pemberian orang. Biasa tidurnya di musala atau selasar warung,” tutupnya.
Sampai berita ini ditulis, dalam upaya konfirmasi, belum ada pernyataan resmi dari Polsek Banjarmasin Timur. (lan/at/fud)

Baca Juga :  Tak Bernyawa di Depan Warung

BANJARMASIN – Kampung Pengambangan di Jalan Veteran, kemarin (31/1) gempar. Seorang pria terduduk tak bernyawa di depan sebuah warung.

Persis di seberang Gang Turi, tak jauh dari pasar buah. Ditemukan tak lama setelah azan zuhur.

Jenazah itu ternyata Madi, berusia 42 tahun, tinggal di Simpang Pengambangan, Banjarmasin Timur.

Terkadang, warga sekitarnya memanggil dengan nama sapaan Daud. Daud adalah nama ayah Madi.

“Sehabis salat, paman pentol di depan musala meminta saya mengecek lelaki itu. Saya sempat khawatir karena dari hidungnya tak ada napas,” kisah M Noor, penarik ojek yang kerap mangkal di kawasan itu.
Pria 48 tahun itu masih tak percaya sosok di depannya telah menjadi mayat.

Baca Juga :  Tak Bernyawa di Depan Warung

Dia baru mempercayainya setelah melihat banyak semut berkerumun di tubuh Madi. Warga sekitar kemudian berdatangan ketika dipanggil Noor.

“Saya coba mengabari keluarganya. Tapi mereka tak berani mengambil keputusan. Akhirnya dibawa ke kamar pemulasaran di Rumah Sakit Ulin,” tambahnya.

Sejak pagi, para pedagang di sana sudah melihat Madi duduk. Mereka mengira Madi sedang terlelap seperti kebiasaannya.

“Paman pentol ini curiga karena berdagang sejak jam 9 pagi sampai jam 1 siang, lelaki ini tak kunjung bergerak,” lanjutnya.

Menurut tetangganya, Madi sempat mengeluh sakit. Di dekatnya juga ditemukan obat-obat generik dan lotion anti nyamuk.

“Dia mondar-mandir saja. Makan dan minum mengharap pemberian orang. Biasa tidurnya di musala atau selasar warung,” tutupnya.
Sampai berita ini ditulis, dalam upaya konfirmasi, belum ada pernyataan resmi dari Polsek Banjarmasin Timur. (lan/at/fud)

Baca Juga :  Mayat di Belakang Kandang Bebek, Diduga Tersengat Jebakan Listrik

Most Read

Artikel Terbaru

/