alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Satgas: Kasus Covid Kembali Melonjak

BANJARMASIN – Ini menjadi peringatan warga. Dalam sepekan terakhir, Satgas Covid-19 Kalsel menyebut kasus Covid-19 di Kalsel terus mengalami kenaikan.

Kenaikan ini ditegaskan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim, bukan karena varian Omicorn. Pihaknya belum mendapat laporan dari Kemenkes atas sampel kasus positif yang dikirim pekan lalu.

Dia mengatakan, ada belasan sampel dari kasus positif yang dicurigai tertular varian Omicorn yang dikirim. Namun, sampai kemarin, hasil tersebut belum diterima pihaknya. “Semoga saja tak ada masuk ke Kalsel. Memang dalam sepekan terakhir penambahan kasus begitu cepat,” tutur Muslim kemarin.

Menurutnya, kenaikan signifikan kasus Covid-19 tak hanya terjadi di Kalsel. Namun hampir merata di seluruh daerah. “Di provinsi lain pun demikian,” imbuhnya.

Sempat melandai beberapa bulan lalu, dalam sepekan kasus positif Covid-19 di Kalsel meningkat hingga 633,3 persen. Dalam dua hari saja, kasus Covid-19 di Kalsel mengalami kenaikan hingga 80 kasus. Di mana pada Sabtu (29/1), penambahan kasus sebanyak 30 orang. Sedangkan kemarin sebanyak 50 orang.

Baca Juga :  Waspada Omicron, Pakar Sarankan WFH dan Evaluasi PTM

Muslim menyebut, kenaikan kasus ini disinyalir dari hasil perjalanan. Yang pada akhirnya menimbulkan klaster rumah tangga dan kantor. “Dari data terlihat juga penambahan signifikan ada di daerah aglomerasi, seperti Banjarmasin, Banjarbaru dan Banjar,” sebutnya.

Kenaikan signifikan kasus Covid-19 di Kalsel berasal dari Banjarmasin, jika pada Sabtu (29/1) sebanyak 19 orang, kemarin kasus baru ditemukan mencapai 39 orang. “Ada sebanyak 66 orang yang saat ini di rawat karena Covid-19 di Banjarmasin,” ungkap Muslim.

Tak berharap lonjakan kasus tinggi seperti lalu yang berdampak terhadap ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, pihaknya sudah meminta kepada seluruh rumah sakit agar bersiap. Tak hanya soal tempat tidur juga obat-obatan dan oksigen.“Saat ini dari total jumlah orang yang terpapat Covid-19, sebanyak 20 persennya sedang dilakukan perawatan di rumah sakit,” papar Muslim.

Baca Juga :  Vaksinasi vs Omicron, Sedang Adu Cepat di Banjarmasin

Sementara, karena dikabarkan beberapa siswa terpapar Covid-19, tiga SMP Negeri di Banjarmasin dilakukan evaluasi. Kabarnya siswa yang terpapar di salah satu SMP jumlahnya belasan orang.

Kadisdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, tiga sekolah tersebut adalah SMPN 1, 2 dan 19 Banjarmasin. “Betul ada tiga sekolah yang kami evaluasi dalam sepekan. Diterapkan kembali pendidikan jarak jauh (PJJ) karena ada siswa yang terpapar Covid-19,” sebutnya kemarin. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Ini menjadi peringatan warga. Dalam sepekan terakhir, Satgas Covid-19 Kalsel menyebut kasus Covid-19 di Kalsel terus mengalami kenaikan.

Kenaikan ini ditegaskan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel M Muslim, bukan karena varian Omicorn. Pihaknya belum mendapat laporan dari Kemenkes atas sampel kasus positif yang dikirim pekan lalu.

Dia mengatakan, ada belasan sampel dari kasus positif yang dicurigai tertular varian Omicorn yang dikirim. Namun, sampai kemarin, hasil tersebut belum diterima pihaknya. “Semoga saja tak ada masuk ke Kalsel. Memang dalam sepekan terakhir penambahan kasus begitu cepat,” tutur Muslim kemarin.

Menurutnya, kenaikan signifikan kasus Covid-19 tak hanya terjadi di Kalsel. Namun hampir merata di seluruh daerah. “Di provinsi lain pun demikian,” imbuhnya.

Sempat melandai beberapa bulan lalu, dalam sepekan kasus positif Covid-19 di Kalsel meningkat hingga 633,3 persen. Dalam dua hari saja, kasus Covid-19 di Kalsel mengalami kenaikan hingga 80 kasus. Di mana pada Sabtu (29/1), penambahan kasus sebanyak 30 orang. Sedangkan kemarin sebanyak 50 orang.

Baca Juga :  Waspada Omicron, Pakar Sarankan WFH dan Evaluasi PTM

Muslim menyebut, kenaikan kasus ini disinyalir dari hasil perjalanan. Yang pada akhirnya menimbulkan klaster rumah tangga dan kantor. “Dari data terlihat juga penambahan signifikan ada di daerah aglomerasi, seperti Banjarmasin, Banjarbaru dan Banjar,” sebutnya.

Kenaikan signifikan kasus Covid-19 di Kalsel berasal dari Banjarmasin, jika pada Sabtu (29/1) sebanyak 19 orang, kemarin kasus baru ditemukan mencapai 39 orang. “Ada sebanyak 66 orang yang saat ini di rawat karena Covid-19 di Banjarmasin,” ungkap Muslim.

Tak berharap lonjakan kasus tinggi seperti lalu yang berdampak terhadap ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, pihaknya sudah meminta kepada seluruh rumah sakit agar bersiap. Tak hanya soal tempat tidur juga obat-obatan dan oksigen.“Saat ini dari total jumlah orang yang terpapat Covid-19, sebanyak 20 persennya sedang dilakukan perawatan di rumah sakit,” papar Muslim.

Baca Juga :  Vaksinasi vs Omicron, Sedang Adu Cepat di Banjarmasin

Sementara, karena dikabarkan beberapa siswa terpapar Covid-19, tiga SMP Negeri di Banjarmasin dilakukan evaluasi. Kabarnya siswa yang terpapar di salah satu SMP jumlahnya belasan orang.

Kadisdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, tiga sekolah tersebut adalah SMPN 1, 2 dan 19 Banjarmasin. “Betul ada tiga sekolah yang kami evaluasi dalam sepekan. Diterapkan kembali pendidikan jarak jauh (PJJ) karena ada siswa yang terpapar Covid-19,” sebutnya kemarin. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/