alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Anyaman Cover Pot Paling Laku

Gaya dekorasi minimalis kian digemari. Salah satunya dengan memanfaatkan ornamen hiasan anyaman kekinian. Cover pot salah satunya.

Cover pot atau penutup pot adalah anyaman yang sedang tren. Terbuat dari serat daun pandan laut atau seagrass yang dirangkai menjadi berbagai bentuk. Seperti berbentuk tabung, kotak, bakul, keranjang, dan sebagainya.

Anyaman ini tampak unik dengan variasi warnanya. Seperti dengan memadukan warna hitam dan putih, putih dan cokelat, cokelat dan hitam, dan masih banyak lagi.

Menurut Owner Tifa Homedecor Banjarmasin, Nor Latifah (32), anyaman minimalis memang tengah hits di masyarakat. Apalagi untuk anyaman seagrass. “Anyaman pandan laut ini tren sekali sekarang ini, paling cepat habisnya,” ungkapnya.

Anyaman cover pot berbentuk tabung termasuk best seller. Karena bentuknya yang terbilang simpel namun tetap cantik dan cocok untuk berbagai jenis pot tanaman.

“Selain itu anyaman ini juga bisa dipakai untuk menaruh barang atau sebagai hiasan di dalam rumah,” ujar pemilik toko di Jalan Manggis, Banjarmasin Timur itu.

Anyaman cover pot ini dijual sepaket berisi tiga buah. Biasanya terdiri dari diameter 20, 18 dan 16 centimeter. Harga jual sepaket anyaman ini masih terbilang murah, yakni Rp90 ribu.

Baca Juga :  Kembangkan Bisnis Lewat Marketplace

Selain tampak estetis, anyaman ini juga cukup kokoh. Materialnya keras dan tidak mudah rapuh. Dari segi warna pun tampak natural, sehingga tidak membuat dekorasi rumah tampak berlebihan. “Variasi warnanya seperti hitam, putih, cokelat dan pink,” sebutnya.

Salah seorang pengguna, Amalia (27), mengaku tertarik dengan anyaman cover pot ini sejak lama. Ia terinspirasi dari berbagai foto-foto dekorasi unik di Pinterest yang menyertakan cover pot anyaman ini.

“Anyaman seperti ini bikin tanaman hias makin estetis. Apalagi buat tanaman-tanaman indoor. Bikin hiasan rumah tambah cantik,” tuntasnya.

Anyaman Lokal Berdaya Saing

Tak kalah menarik dengan anyaman kekinian, kerajinan anyaman lokal juga berdaya saing. Salah satunya seperti aneka kerajinan dari rotan.

Di toko Tifa Homedecor Banjarmasin, terdapat beberapa produk anyaman yang dipasok dari wilayah lokal. Seperti anyaman-anyaman rotan yang dikirim dari Amuntai, Hulu Sungai Utara.

LAGI TREN: Tikar bundar estetis ini terbuat dari anyaman eceng gondok. Pengrajin lokal melihat tren ini sebagai peluang bisnis yang baik dan untuk memperkaya kreativitas.

Produk tersebut antara lain seperti hiasan dinding, vas bunga, vas gantung, keranjang kecil dan sebagainya. “Sejauh ini, baru beberapa jenis produk itu yang kami pasok dari produsen lokal,” ujar Nor Latifah (32), owner bisnis di Jalan Manggis, Banjarmasin Timur itu.

Baca Juga :  Lebaran, Minat Hampers Sangat Tinggi di Tahun ini

Meski begitu, animo masyarakat terhadap hiasan anyaman lokal juga cukup bagus. Karena bentuknya yang unik, pengolahannya yang rapi, dan tampilannya yang estetis. Sehingga pasokan anyaman rotan ini terus berjalan.

“Karena memang anyamannya bagus, rapi dan tidak kalah saing dengan anyaman dari luar daerah,” ujarnya.
Selain rotan, anyaman eceng gondok dan rumput purun juga ada. Diolah menjadi tas belanja atau bakul.

HIASAN DINDING: rotan bisa dikreasikan menjadi berbagai bentuk kerajinan unik. Pot atau vas dinding ini misalnya. Bisa digunakan sebagai hiasan, maupun tempat menaruh tanaman hias yang menjuntai.

Sangat membantu untuk membawa barang belanjaan juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan penggunaan plastik belanja.

Pengrajin lokal juga mengolah eceng gondok menjadi tikar bundar. Tikar minimalis ini tren di kalangan pecinta dekorasi rustik dan minimalis.

Harga jual anyaman masih sangat terjangkau. Untuk vas atau pot dinding dijual seharga Rp40 ribu.

Sedangkan untuk anyaman eceng gondok seperti tikar bundar dijual seharga Rp200 ribu saja.

“Alhamdulillah animo masyarakat terhadap anyaman produsen lokal bagus. Harapan saya semoga semakin variatif,” tuntasnya. (tia)

Gaya dekorasi minimalis kian digemari. Salah satunya dengan memanfaatkan ornamen hiasan anyaman kekinian. Cover pot salah satunya.

Cover pot atau penutup pot adalah anyaman yang sedang tren. Terbuat dari serat daun pandan laut atau seagrass yang dirangkai menjadi berbagai bentuk. Seperti berbentuk tabung, kotak, bakul, keranjang, dan sebagainya.

Anyaman ini tampak unik dengan variasi warnanya. Seperti dengan memadukan warna hitam dan putih, putih dan cokelat, cokelat dan hitam, dan masih banyak lagi.

Menurut Owner Tifa Homedecor Banjarmasin, Nor Latifah (32), anyaman minimalis memang tengah hits di masyarakat. Apalagi untuk anyaman seagrass. “Anyaman pandan laut ini tren sekali sekarang ini, paling cepat habisnya,” ungkapnya.

Anyaman cover pot berbentuk tabung termasuk best seller. Karena bentuknya yang terbilang simpel namun tetap cantik dan cocok untuk berbagai jenis pot tanaman.

“Selain itu anyaman ini juga bisa dipakai untuk menaruh barang atau sebagai hiasan di dalam rumah,” ujar pemilik toko di Jalan Manggis, Banjarmasin Timur itu.

Anyaman cover pot ini dijual sepaket berisi tiga buah. Biasanya terdiri dari diameter 20, 18 dan 16 centimeter. Harga jual sepaket anyaman ini masih terbilang murah, yakni Rp90 ribu.

Baca Juga :  Bakul Cantik Dengan Nama Sendiri

Selain tampak estetis, anyaman ini juga cukup kokoh. Materialnya keras dan tidak mudah rapuh. Dari segi warna pun tampak natural, sehingga tidak membuat dekorasi rumah tampak berlebihan. “Variasi warnanya seperti hitam, putih, cokelat dan pink,” sebutnya.

Salah seorang pengguna, Amalia (27), mengaku tertarik dengan anyaman cover pot ini sejak lama. Ia terinspirasi dari berbagai foto-foto dekorasi unik di Pinterest yang menyertakan cover pot anyaman ini.

“Anyaman seperti ini bikin tanaman hias makin estetis. Apalagi buat tanaman-tanaman indoor. Bikin hiasan rumah tambah cantik,” tuntasnya.

Anyaman Lokal Berdaya Saing

Tak kalah menarik dengan anyaman kekinian, kerajinan anyaman lokal juga berdaya saing. Salah satunya seperti aneka kerajinan dari rotan.

Di toko Tifa Homedecor Banjarmasin, terdapat beberapa produk anyaman yang dipasok dari wilayah lokal. Seperti anyaman-anyaman rotan yang dikirim dari Amuntai, Hulu Sungai Utara.

LAGI TREN: Tikar bundar estetis ini terbuat dari anyaman eceng gondok. Pengrajin lokal melihat tren ini sebagai peluang bisnis yang baik dan untuk memperkaya kreativitas.

Produk tersebut antara lain seperti hiasan dinding, vas bunga, vas gantung, keranjang kecil dan sebagainya. “Sejauh ini, baru beberapa jenis produk itu yang kami pasok dari produsen lokal,” ujar Nor Latifah (32), owner bisnis di Jalan Manggis, Banjarmasin Timur itu.

Baca Juga :  Bisnis Kue Kering Alami Peningkatan

Meski begitu, animo masyarakat terhadap hiasan anyaman lokal juga cukup bagus. Karena bentuknya yang unik, pengolahannya yang rapi, dan tampilannya yang estetis. Sehingga pasokan anyaman rotan ini terus berjalan.

“Karena memang anyamannya bagus, rapi dan tidak kalah saing dengan anyaman dari luar daerah,” ujarnya.
Selain rotan, anyaman eceng gondok dan rumput purun juga ada. Diolah menjadi tas belanja atau bakul.

HIASAN DINDING: rotan bisa dikreasikan menjadi berbagai bentuk kerajinan unik. Pot atau vas dinding ini misalnya. Bisa digunakan sebagai hiasan, maupun tempat menaruh tanaman hias yang menjuntai.

Sangat membantu untuk membawa barang belanjaan juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan penggunaan plastik belanja.

Pengrajin lokal juga mengolah eceng gondok menjadi tikar bundar. Tikar minimalis ini tren di kalangan pecinta dekorasi rustik dan minimalis.

Harga jual anyaman masih sangat terjangkau. Untuk vas atau pot dinding dijual seharga Rp40 ribu.

Sedangkan untuk anyaman eceng gondok seperti tikar bundar dijual seharga Rp200 ribu saja.

“Alhamdulillah animo masyarakat terhadap anyaman produsen lokal bagus. Harapan saya semoga semakin variatif,” tuntasnya. (tia)

Most Read

Artikel Terbaru

/