alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

TPA Banjarbakula Tak Lagi Gratis, Wajib Bayar Rp65 Ribu Per Ton Sampah

BANJARMASIN – Digratiskan sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu, kini tempat pembuangan akhir (TPA) Regional Banjarbakula, Cempaka Banjarbaru memungut tarif untuk setiap ton sampah yang dibuang.

Hal ini dilakukan seiring berubahnya manajemen TPA menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Dengan begitu, mereka berhka mengkomersilkan layanan. Tarifnya memang masih sangat murah, yakni hanya Rp65 ribu per ton.

Untuk diketahui, di TPA ini, tak hanya sampah dari Banjarbaru yang masuk. Namun juga dari Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut dan Barito Kuala. “Sudah ada kesepakatan soal tarif ini, antara pihaknya selaku pengelola dengan daerah yang termasuk di Banjarbakula,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana kemarin.

Dia menjelaskan, kesepakatan meliputi pengiriman sampah ke TPA dengan volume timbunan tertentu. “Tarifnya tak mahal. Untuk satu ton hanya Rp65 ribu. Setiap truk sampah yang masuk mereka diharuskan membayar kompensasi per ton,” ujarnya.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan, Pelaku Ditindak

Pihaknya sudah menghitung potensi pendapatan dari pengelolaan sampah yang masuk ke TPA regional. Tahun ini TPA akan merapikan petunjuk teknis (juknis) tata cara pembayaran retribusi sampah. “Setelah rapat teknis dengan instansi yang membidangi lingkungan hidup kabupaten dan kota yang masuk program Banjarbakula, semua sepakat membayar retribusi ini,” imbuhnya.

Selain menyiapian juknis kompensasi pengelolaan sampah, pihaknya juga terus berupaya memenuhi kelengkapan administrasi BLUD. Dia menyebut, saat ini sedang dilaksanalan asistensi dengan Biro Perekonomian, Bakeuda, dan Bappeda.

Ke depan, TPS Regional Banjarbakula akan dikembangkan pengelolaan sampah B3. Ini sejalan dengan rencana yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR yang akan membangun TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) regional.

Baca Juga :  Kunjungi Banjarmasin, Wabup Tanbu Ingin Meniru Program Antikresek

TPS 3R regional terang sebut Hanifah, akan dilengkapi konveyor untuk memilah sampah sebelum ditimbun. Di TPS 3R tersebut nantinya sampah yang bernilai ekonomis bisa dipilah, sehingga yang masuk TPA sampah yang sudah tidak bisa dipilah lagi. Pemilahan ini juga dalam rangka membantu teman-teman di kabupaten dan kota. Sedianya sampah yang dikirim ke TPA Regional harusnya sudah dipilah. “Tapi kami memahami masih ketidakmampuan kabupaten dan kota dalam memilah sampah karena keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia,” katanya.

Sementara, dari 5 daerah yang tergabung dalam program Banjarbakula, hanya Kabupaten Banjar yang belum mengalokasikan anggaran. Yang mana belum mencantumkan anggaran untuk kompensasi pengelolaan sampah. “Kami sudah bersurat melalui Sekdaprov Kalsel kepada Pemkab Banjar untuk mengalokasikan anggaran ini,” tandasnya. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Digratiskan sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu, kini tempat pembuangan akhir (TPA) Regional Banjarbakula, Cempaka Banjarbaru memungut tarif untuk setiap ton sampah yang dibuang.

Hal ini dilakukan seiring berubahnya manajemen TPA menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Dengan begitu, mereka berhka mengkomersilkan layanan. Tarifnya memang masih sangat murah, yakni hanya Rp65 ribu per ton.

Untuk diketahui, di TPA ini, tak hanya sampah dari Banjarbaru yang masuk. Namun juga dari Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut dan Barito Kuala. “Sudah ada kesepakatan soal tarif ini, antara pihaknya selaku pengelola dengan daerah yang termasuk di Banjarbakula,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana kemarin.

Dia menjelaskan, kesepakatan meliputi pengiriman sampah ke TPA dengan volume timbunan tertentu. “Tarifnya tak mahal. Untuk satu ton hanya Rp65 ribu. Setiap truk sampah yang masuk mereka diharuskan membayar kompensasi per ton,” ujarnya.

Baca Juga :  Terbantu Pandemi, Ketika Banyak Orang Berdiam di Rumah

Pihaknya sudah menghitung potensi pendapatan dari pengelolaan sampah yang masuk ke TPA regional. Tahun ini TPA akan merapikan petunjuk teknis (juknis) tata cara pembayaran retribusi sampah. “Setelah rapat teknis dengan instansi yang membidangi lingkungan hidup kabupaten dan kota yang masuk program Banjarbakula, semua sepakat membayar retribusi ini,” imbuhnya.

Selain menyiapian juknis kompensasi pengelolaan sampah, pihaknya juga terus berupaya memenuhi kelengkapan administrasi BLUD. Dia menyebut, saat ini sedang dilaksanalan asistensi dengan Biro Perekonomian, Bakeuda, dan Bappeda.

Ke depan, TPS Regional Banjarbakula akan dikembangkan pengelolaan sampah B3. Ini sejalan dengan rencana yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR yang akan membangun TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) regional.

Baca Juga :  Buang Sampah Sembarangan, Pelaku Ditindak

TPS 3R regional terang sebut Hanifah, akan dilengkapi konveyor untuk memilah sampah sebelum ditimbun. Di TPS 3R tersebut nantinya sampah yang bernilai ekonomis bisa dipilah, sehingga yang masuk TPA sampah yang sudah tidak bisa dipilah lagi. Pemilahan ini juga dalam rangka membantu teman-teman di kabupaten dan kota. Sedianya sampah yang dikirim ke TPA Regional harusnya sudah dipilah. “Tapi kami memahami masih ketidakmampuan kabupaten dan kota dalam memilah sampah karena keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia,” katanya.

Sementara, dari 5 daerah yang tergabung dalam program Banjarbakula, hanya Kabupaten Banjar yang belum mengalokasikan anggaran. Yang mana belum mencantumkan anggaran untuk kompensasi pengelolaan sampah. “Kami sudah bersurat melalui Sekdaprov Kalsel kepada Pemkab Banjar untuk mengalokasikan anggaran ini,” tandasnya. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/