alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Cuaca Diprediksi Masih Hujan, Masyarakat Diminta Tetap Waspadai Banjir

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan meminta masyarakat mewaspadai banjir, karena pada Januari ini diprediksi menjadi puncak curah hujan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Mujiyat menuturkan, Pemprov Kalsel telah menganggarkan pengadaan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang akan ditempatkan di titik-titik rawan bencana.

Pemprov Kalsel juga ujar dia, telah mengantisipasi berbagai bencana yang terjadi dengan merancang Peraturan Gubernur (Pergub) tentang penanggulangan bencana berbasis.

Menurut Mujiyat, selama ini Pemprov Kalsel bisa menyalurkan bantuan bencana tergantung dengan status bencana yang terjadi di daerah. Melalui Pergub tersebut, kata dia, diharapkan pemprov memiliki kewenangan untuk bisa membantu menanggulangi dengan cepat. “Saat ini kami merancang regulasi Pergub, mudah-mudahan bulan ini selesai,” katanya.

Baca Juga :  Puncak Pasang Belum Tiba, Banjarmasin Akui Kurangnya Kapasitas Drainase

Melalui Pergub tersebut, pemberian bantuan tidak lagi tergantung pada status, tapi terhadap kejadian. Saat ini, kata Mujiyat, bila status bencana belum jelas BPBD Pemprov Kalsel belum bisa belanja untuk penyaluran bantuan

Menurutnya, pergub memberikan kecepatan BPBD dalam pengerahan personel, logistik, evakuasi dan lainnya. Dengan adanya Pergub Penanggulangan Bencana, pihaknya optimistis, kinerja BPBD Kalsel bisa semakin cepat, efektif dan efisien.

Mujiyat mengatakan, aturan ini juga menjadi contoh untuk Pemerintah Kabupaten Kota menanggulangi bencana. “Pentingnya sinergi dengan banyak pihak dalam menanggulangi bencana, BPBD tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.

Sementara itu, bencana memang harus diantisipasi di bulan ini. Karena berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, intensitas hujan di Kalsel pada Januari 2022 masuk kriteria tinggi.

Baca Juga :  Kabupaten Banjar Masih Sering Banjir, Bendungan Riam Kiwa Belum Digarap

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto mengatakan, intensitas hujan di Banua pada Januari 2022 masuk kriteria tinggi karena diprakirakan curah hujannya mencapai 300 hingga 400 milimeter (mm).

Sedangkan, Februari 2022 ujar dia menurun didominasi kriteria menengah (200-300 mm). Lalu naik lagi di bulan Maret 2022,didominasi kriteria tinggi (300-400 mm). “Pada bulan April 2022 turun lagi didominasi kriteria menengah (200-300 mm),” katanya.

Goeroeh menyebut, curah hujan pada Januari tinggi karena berada pada puncak musim hujan. Juga akibat dari pengaruh fenomena La Nina moderat atau menengah.

“Oleh karena itu, perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Seperti curah hujan tinggi, banjir, puting beliung, tanah longsor, dan gelombang pasang,” pungkasnya. (ris/by/ran)

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan meminta masyarakat mewaspadai banjir, karena pada Januari ini diprediksi menjadi puncak curah hujan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Mujiyat menuturkan, Pemprov Kalsel telah menganggarkan pengadaan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang akan ditempatkan di titik-titik rawan bencana.

Pemprov Kalsel juga ujar dia, telah mengantisipasi berbagai bencana yang terjadi dengan merancang Peraturan Gubernur (Pergub) tentang penanggulangan bencana berbasis.

Menurut Mujiyat, selama ini Pemprov Kalsel bisa menyalurkan bantuan bencana tergantung dengan status bencana yang terjadi di daerah. Melalui Pergub tersebut, kata dia, diharapkan pemprov memiliki kewenangan untuk bisa membantu menanggulangi dengan cepat. “Saat ini kami merancang regulasi Pergub, mudah-mudahan bulan ini selesai,” katanya.

Baca Juga :  Banjarbaru Diselimuti Cuaca Ekstrem

Melalui Pergub tersebut, pemberian bantuan tidak lagi tergantung pada status, tapi terhadap kejadian. Saat ini, kata Mujiyat, bila status bencana belum jelas BPBD Pemprov Kalsel belum bisa belanja untuk penyaluran bantuan

Menurutnya, pergub memberikan kecepatan BPBD dalam pengerahan personel, logistik, evakuasi dan lainnya. Dengan adanya Pergub Penanggulangan Bencana, pihaknya optimistis, kinerja BPBD Kalsel bisa semakin cepat, efektif dan efisien.

Mujiyat mengatakan, aturan ini juga menjadi contoh untuk Pemerintah Kabupaten Kota menanggulangi bencana. “Pentingnya sinergi dengan banyak pihak dalam menanggulangi bencana, BPBD tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.

Sementara itu, bencana memang harus diantisipasi di bulan ini. Karena berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, intensitas hujan di Kalsel pada Januari 2022 masuk kriteria tinggi.

Baca Juga :  Kelas Terendam, Tetap Belajar

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Goeroeh Tjiptanto mengatakan, intensitas hujan di Banua pada Januari 2022 masuk kriteria tinggi karena diprakirakan curah hujannya mencapai 300 hingga 400 milimeter (mm).

Sedangkan, Februari 2022 ujar dia menurun didominasi kriteria menengah (200-300 mm). Lalu naik lagi di bulan Maret 2022,didominasi kriteria tinggi (300-400 mm). “Pada bulan April 2022 turun lagi didominasi kriteria menengah (200-300 mm),” katanya.

Goeroeh menyebut, curah hujan pada Januari tinggi karena berada pada puncak musim hujan. Juga akibat dari pengaruh fenomena La Nina moderat atau menengah.

“Oleh karena itu, perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Seperti curah hujan tinggi, banjir, puting beliung, tanah longsor, dan gelombang pasang,” pungkasnya. (ris/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/