alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Duduk Bersama, Akhirnya Sanksi Persebaru Diringkankan

BANJARBARU – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Selatan akhirnya mencabut dua dari tiga sanksi yang dijatuhkan untuk Persebaru Banjarbaru. Keputusan tersebut disampaikan Ketua Asprov PSSI Kalsel Hasnuryadi Sulaiman usai bermediasi dan bertemu langsung dengan Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru, Rabu (26/1) malam.

Usai mendengarkan penjelasan dan menyimak kronologis yang terjadi, Hasnur –sapaan akrabnya—mengungkapkan bahwa Asprov PSSI Kalsel mengakui adanya kelemahan pada sistem pengesahan pemain di tingkat kompetisi. Namun di sisi lain, Asprov PSSI Kalsel juga tidak bisa meniadakan aturan yang tercantum dalam regulasi. “Maka jalan tengah yang Alhamdulillah bersama-sama sudah disepakati, Persebaru dibebaskan atas dua dari tiga sanksi,” ujar Hasnuryadi dalam mediasi yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru sekaligus Ketua Persebaru Banjarbaru Wartono, serta sejumlah pengurus Asprov PSSI Kalsel termasuk Sekretaris Asprov PSSI Kalsel Baktiansyah.

Hasnur menyebutkan dua sanksi yang dimaksud yaitu sanksi denda Rp30 juta per pemain, serta sanksi larangan bermain pada Piala Soeratin 2022 mendatang. “Jadi kesimpulannya, Persebaru tetap dikenakan sanksi pembatalan kemenangan. Namun, Persebaru dibebaskan dari denda dan larangan bermain untuk tahun berikutnya,” beber CEO klub sepak bola Barito Putera tersebut.

Baca Juga :  Peseban U-15 Amankan Tiket Lolos

Putra tokoh Banua, almarhum HA Sulaiman HB ini menyampaikan pembatalan dua dari tiga sanksi untuk Persebaru juga didasari semangat dan cita-cita bersama dalam memajukan persepakbolaan di Banua, tak terkecuali di Banjarbaru. “Kami melihat Banjarbaru mempunyai semangat dan cita-cita yang sama untuk itu. Apalagi kita tahu, Persebaru dalam semangat untuk bangkit setelah sekian lama vakum. Insya Allah, jalan tengah yang kami putuskan ini membawa kebaikan untuk kita semua. Tentu peristiwa ini juga menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” tegasnya.

Aditya Mufti Ariffin menyampaikan ucapan terima kasihnya. Ia pun memberikan apresiasi atas kunjungan dan kesempatan berdiskusi yang dilakukan Asprov PSSI Kalsel. “Kami sama-sama mengambil pelajaran. Sama-sama berbenah agar ke depan tidak terulang lagi. Insya Allah, apa yang telah terjadi ini, membawa hikmah yang besar. Bagi kami di Banjarbaru menjadi pelecut semangat untuk menunjukkan bahwa Persebaru bisa bangkit dan berprestasi,” tutur Aditya.

Baca Juga :  Ditekuk Persetala, Peseban U-17 Kandas di Semifinal

Meski dalam mediasi itu sempat terjadi perdebatan dan adu argumen dengan Sekretaris PSSI Kalsel Baktiansyah, Wartono menyampaikan ucapan terima kasih atas terbukanya komunikasi dua arah yang dilakukan. Menurutnya, andai sedari awal ada komunikasi seperti ini, tentu Persebaru tak akan terlanggar regulasi. Jika dari awal ada komunikasi, Persebaru juga tak akan sampai melayangkan somasi. “Tapi, kami memang tak boleh berlarut-larut dalam situasi ini. Semua harus kita sudahi. Kita sama-sama mengevaluasi. Atas keputusan yang tadi disampaikan Persebaru segera fokus melakukan pembinaan kembali. Persebaru siap menghadapi kompetisi musim berikutnya nanti,” tutup Wartono.(bir/gr/dye)

BANJARBARU – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Selatan akhirnya mencabut dua dari tiga sanksi yang dijatuhkan untuk Persebaru Banjarbaru. Keputusan tersebut disampaikan Ketua Asprov PSSI Kalsel Hasnuryadi Sulaiman usai bermediasi dan bertemu langsung dengan Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru, Rabu (26/1) malam.

Usai mendengarkan penjelasan dan menyimak kronologis yang terjadi, Hasnur –sapaan akrabnya—mengungkapkan bahwa Asprov PSSI Kalsel mengakui adanya kelemahan pada sistem pengesahan pemain di tingkat kompetisi. Namun di sisi lain, Asprov PSSI Kalsel juga tidak bisa meniadakan aturan yang tercantum dalam regulasi. “Maka jalan tengah yang Alhamdulillah bersama-sama sudah disepakati, Persebaru dibebaskan atas dua dari tiga sanksi,” ujar Hasnuryadi dalam mediasi yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru sekaligus Ketua Persebaru Banjarbaru Wartono, serta sejumlah pengurus Asprov PSSI Kalsel termasuk Sekretaris Asprov PSSI Kalsel Baktiansyah.

Hasnur menyebutkan dua sanksi yang dimaksud yaitu sanksi denda Rp30 juta per pemain, serta sanksi larangan bermain pada Piala Soeratin 2022 mendatang. “Jadi kesimpulannya, Persebaru tetap dikenakan sanksi pembatalan kemenangan. Namun, Persebaru dibebaskan dari denda dan larangan bermain untuk tahun berikutnya,” beber CEO klub sepak bola Barito Putera tersebut.

Baca Juga :  Skuat U-17 Kotabaru FC Kalah di Laga Perdana

Putra tokoh Banua, almarhum HA Sulaiman HB ini menyampaikan pembatalan dua dari tiga sanksi untuk Persebaru juga didasari semangat dan cita-cita bersama dalam memajukan persepakbolaan di Banua, tak terkecuali di Banjarbaru. “Kami melihat Banjarbaru mempunyai semangat dan cita-cita yang sama untuk itu. Apalagi kita tahu, Persebaru dalam semangat untuk bangkit setelah sekian lama vakum. Insya Allah, jalan tengah yang kami putuskan ini membawa kebaikan untuk kita semua. Tentu peristiwa ini juga menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” tegasnya.

Aditya Mufti Ariffin menyampaikan ucapan terima kasihnya. Ia pun memberikan apresiasi atas kunjungan dan kesempatan berdiskusi yang dilakukan Asprov PSSI Kalsel. “Kami sama-sama mengambil pelajaran. Sama-sama berbenah agar ke depan tidak terulang lagi. Insya Allah, apa yang telah terjadi ini, membawa hikmah yang besar. Bagi kami di Banjarbaru menjadi pelecut semangat untuk menunjukkan bahwa Persebaru bisa bangkit dan berprestasi,” tutur Aditya.

Baca Juga :  Persebaru Dihukum, Peseban yang Lolos ke Semifinal

Meski dalam mediasi itu sempat terjadi perdebatan dan adu argumen dengan Sekretaris PSSI Kalsel Baktiansyah, Wartono menyampaikan ucapan terima kasih atas terbukanya komunikasi dua arah yang dilakukan. Menurutnya, andai sedari awal ada komunikasi seperti ini, tentu Persebaru tak akan terlanggar regulasi. Jika dari awal ada komunikasi, Persebaru juga tak akan sampai melayangkan somasi. “Tapi, kami memang tak boleh berlarut-larut dalam situasi ini. Semua harus kita sudahi. Kita sama-sama mengevaluasi. Atas keputusan yang tadi disampaikan Persebaru segera fokus melakukan pembinaan kembali. Persebaru siap menghadapi kompetisi musim berikutnya nanti,” tutup Wartono.(bir/gr/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

Skuat Barito Diuji Cuaca Panas

Rafinha Resmi Perkuat Barito

Penyelamat Barito Undur Diri

Sentuhan Pemain Barito Masih Bagus

/