alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Kawasan Pal 20 Sempat Dikeluhkan, Kini Jadi Terang dengan Rp1,1 Miliar

BANJARBARU – Sempat dikeluhkan karena gelap. Akhir tahun lalu, ruas jalan di Km 20 hingga Km 24 mulai terang benderang. Terbaru, puluhan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) sudah dipasang.

Pemko Banjarbaru melalui Kepala Bidang Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Disperkim Banjarbaru, Sartono menjelaskan jika total ada 62 tiang PJU yang sudah dipasang.

“Totalnya itu 64 tiang di ruas Jalan A Yani Km 20 sampai Km 24, kurang lebih tiga kilometer. Pemasangan ini rampung akhir tahun lalu,” kata Sartono.

Memang kata Sartono bahwa pemasangan PJU ini atas dasar aspirasi serta keluhan pengguna jalan. Sebab di titik tersebut sebelumnya memang tak ada PJU yang dipasang meskipun jalan umum.

Baca Juga :  Jalan Bebas Hambatan Kesulitan Dana, Minta Sokongan Kepada Pemerintah Pusat

“Untuk sementara kita baru bisa segitu karena memang anggarannya terbatas. Jadi secara bertahap kita akan coba lengkapi PJU di titik-titik yang rawan,” tambahnya.

Dikarenakan anggaran yang terbatas, jarak antar tiang ucap Sartono juga terpaksa disesuaikan. Yang mana idealnya jaraknya 50 meter, kini diubah menjadi 75 meter.

“Untuk PJU nya kita juga tak menggunakan yang energi dari panel surya, ini yang konvensional saja. Pertimbangannya atas dasar perawatan dan pemeliharaannya yang lebih mudah,” katanya.

Untuk menerangi jalan kurang lebih tiga kilometer ini, Pemko Banjarbaru disebut menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Angka ini diklaim cukup tinggi lantaran posisi PJU yang berada di ruas jalan nasional.

“Jadi untuk jalan nasional itu ada kriterianya. Misalnya tiangnya harus tinggi, lalu tingkat keterangan lampunya juga mumpuni, sekotar 80 sampai 120 watt. Oleh karena untuk PJU jalan nasional bisa dikatakan lebih mahal biayanya,” katanya.

Baca Juga :  Jembatan Kembar Martapura Kembali Ditutup

Di tahun 2022 ini, pemasangan PJU ujar Sartono juga akan kembali dilakukan. Namun menurutnya untuk jalan nasional masih belum bisa dipastikan. Sebab pihaknya juga akan memprioritaskan PJU di jalan-jalan lingkungan Banjarbaru yang merupakan usulan dari masyarakat maupun dari aspek kerawanannya.

“Ada dari usulan saat Musrenbang, lalu juga usulan dinas sendiri dan juga kita lihat dari permintaan stakeholder terkait. Misal titiknya rawan kecelakaan atau rawan kriminalitas, nah ini bisa jadi pertimbangan,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Sempat dikeluhkan karena gelap. Akhir tahun lalu, ruas jalan di Km 20 hingga Km 24 mulai terang benderang. Terbaru, puluhan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) sudah dipasang.

Pemko Banjarbaru melalui Kepala Bidang Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Disperkim Banjarbaru, Sartono menjelaskan jika total ada 62 tiang PJU yang sudah dipasang.

“Totalnya itu 64 tiang di ruas Jalan A Yani Km 20 sampai Km 24, kurang lebih tiga kilometer. Pemasangan ini rampung akhir tahun lalu,” kata Sartono.

Memang kata Sartono bahwa pemasangan PJU ini atas dasar aspirasi serta keluhan pengguna jalan. Sebab di titik tersebut sebelumnya memang tak ada PJU yang dipasang meskipun jalan umum.

Baca Juga :  Jembatan Kembar Martapura Kembali Ditutup

“Untuk sementara kita baru bisa segitu karena memang anggarannya terbatas. Jadi secara bertahap kita akan coba lengkapi PJU di titik-titik yang rawan,” tambahnya.

Dikarenakan anggaran yang terbatas, jarak antar tiang ucap Sartono juga terpaksa disesuaikan. Yang mana idealnya jaraknya 50 meter, kini diubah menjadi 75 meter.

“Untuk PJU nya kita juga tak menggunakan yang energi dari panel surya, ini yang konvensional saja. Pertimbangannya atas dasar perawatan dan pemeliharaannya yang lebih mudah,” katanya.

Untuk menerangi jalan kurang lebih tiga kilometer ini, Pemko Banjarbaru disebut menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Angka ini diklaim cukup tinggi lantaran posisi PJU yang berada di ruas jalan nasional.

“Jadi untuk jalan nasional itu ada kriterianya. Misalnya tiangnya harus tinggi, lalu tingkat keterangan lampunya juga mumpuni, sekotar 80 sampai 120 watt. Oleh karena untuk PJU jalan nasional bisa dikatakan lebih mahal biayanya,” katanya.

Baca Juga :  Mudahkan Akses Sekolah, Jalan Penghubung Tiga Desa Diperbaiki

Di tahun 2022 ini, pemasangan PJU ujar Sartono juga akan kembali dilakukan. Namun menurutnya untuk jalan nasional masih belum bisa dipastikan. Sebab pihaknya juga akan memprioritaskan PJU di jalan-jalan lingkungan Banjarbaru yang merupakan usulan dari masyarakat maupun dari aspek kerawanannya.

“Ada dari usulan saat Musrenbang, lalu juga usulan dinas sendiri dan juga kita lihat dari permintaan stakeholder terkait. Misal titiknya rawan kecelakaan atau rawan kriminalitas, nah ini bisa jadi pertimbangan,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/