alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Belum Setengah Jam, Minyak Goreng Sudah Ludes

BANJARMASIN – Operasi pasar yang digelar Pemko Banjarmasin dan menjual minyak goreng kemasan murah ludes diserbu masyarakat.

Seperti kemarin (25/1) pagi di kantor Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan. Bahkan, tak sedikit warga yang pulang dengan tas belanjaan kosong karena tak kebagian jatah.

“Tadi tak sempat lagi. Karena harus menjemput anak ke sekolah. Semoga pasar murah seperti ini masih ada,” kata salah seorang warga, Hartini.

Lurah Tanjung Pagar, Aina mengakuinya. Bahwa pasar murah itu hanya digelar selama setengah jam. “Langsung habis. Warga sangat antusias,” tuturnya.

Sebelum digelar, informasi pasar murah itu sudah disebarkan ke grup WhatsApp ketua rukun tetangga.
“Apalagi di sini terbilang jauh dari pasar,” ujarnya. “Kami juga tergantung dinas. Kelurahan hanya menyediakan tempat saja. Semoga nanti ada lagi,” harapnya.

Baca Juga :  Pedagang Migor Kesulitan Pasokan

Siangnya, pasar murah juga digelar di Kelurahan Basirih Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, dua kelurahan itu dipilih karena jauh dari ritel modern yang menjual minyak goreng bersubsidi seharga Rp14 ribu rupiah per liter.

Walaupun di pasar tradisional, harga minyak goreng masih tembus Rp20 ribu per liter.

“Mungkin karena pedagang ingin menghabiskan sisa stok terdahulu. Sehingga harga jualnya juga mengikuti harga modal waktu itu,” jelasnya.

Disebutkannya, untuk satu titik lokasi operasi pasar disediakan 600 liter minyak goreng. Satu warga dibatasi membeli dua liter.

“Pemko mendapat dukungan 1.200 liter minyak goreng dari salah satu perusahaan di Banua untuk menggelar operasi pasar murah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ketentuan HET 14.000 Tak Lagi Berlaku, Siap-Siap Harga Minyak Goreng Melonjak

“Informasinya, pemerintah pusat sudah mengucurkan kurang lebih 1,2 miliar liter minyak goreng secara bertahap untuk seluruh wilayah di Indonesia. Semoga bisa membantu,” pungkasnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Operasi pasar yang digelar Pemko Banjarmasin dan menjual minyak goreng kemasan murah ludes diserbu masyarakat.

Seperti kemarin (25/1) pagi di kantor Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan. Bahkan, tak sedikit warga yang pulang dengan tas belanjaan kosong karena tak kebagian jatah.

“Tadi tak sempat lagi. Karena harus menjemput anak ke sekolah. Semoga pasar murah seperti ini masih ada,” kata salah seorang warga, Hartini.

Lurah Tanjung Pagar, Aina mengakuinya. Bahwa pasar murah itu hanya digelar selama setengah jam. “Langsung habis. Warga sangat antusias,” tuturnya.

Sebelum digelar, informasi pasar murah itu sudah disebarkan ke grup WhatsApp ketua rukun tetangga.
“Apalagi di sini terbilang jauh dari pasar,” ujarnya. “Kami juga tergantung dinas. Kelurahan hanya menyediakan tempat saja. Semoga nanti ada lagi,” harapnya.

Baca Juga :  Tukang Nasgor vs Mahalnya Minyak Goreng

Siangnya, pasar murah juga digelar di Kelurahan Basirih Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, dua kelurahan itu dipilih karena jauh dari ritel modern yang menjual minyak goreng bersubsidi seharga Rp14 ribu rupiah per liter.

Walaupun di pasar tradisional, harga minyak goreng masih tembus Rp20 ribu per liter.

“Mungkin karena pedagang ingin menghabiskan sisa stok terdahulu. Sehingga harga jualnya juga mengikuti harga modal waktu itu,” jelasnya.

Disebutkannya, untuk satu titik lokasi operasi pasar disediakan 600 liter minyak goreng. Satu warga dibatasi membeli dua liter.

“Pemko mendapat dukungan 1.200 liter minyak goreng dari salah satu perusahaan di Banua untuk menggelar operasi pasar murah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Modal Rp18 Ribu Disuruh Jual Rp14 Ribu, Pedagang Minyak Goreng Protes

“Informasinya, pemerintah pusat sudah mengucurkan kurang lebih 1,2 miliar liter minyak goreng secara bertahap untuk seluruh wilayah di Indonesia. Semoga bisa membantu,” pungkasnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/