alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Rumah Dinas Baru Wali Kota, Ibnu Sina Mungkin Tak Sempat Menempati

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menilai, tanah yang dibeli pemko untuk pembangunan rumah dinasnya berada di lokasi yang tepat.

Berada di pusat kota dan mengarah ke Sungai Martapura.

Tanah di samping kantor gubernur lama, Jalan Sudirman itu dulunya milik Pondok Party. Kafe yang kemudian disegel dan dibongkar Satpol PP.

Selama ini, pembangunan rumdin wali kota itu terus diupayakan para pendahulunya dan tertunda.

“Kemungkinan karena belum ada wali kota yang pernah menjabat dua periode. Jadi mungkin tak sempat memikirkan rumdin,” jelas Ibnu.

Padahal, rumdin wali kota adalah simbol, menyangkut marwah kepala daerah.

Kendati demikian, kelak ketika rampung nanti, Ibnu mungkin takkan sempat menempatinya. “Setidaknya bisa meninggalkan warisan untuk penerus,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dari TKP, Jadi Rumah Dinas Wali Kota

Soal konsep, ia menginginkan sentuhan rumah adat Banjar. Bisa menunjukkan identitas daerah.

“Tidak harus Bubungan Tinggi. Karena ada tipe lain seperti Gajah Manyusu, Balai Laki, Balai Bini dan lain sebagainya,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, Satpol PP membongkar kafe tersebut, akhir pekan lalu.

Selain tak berizin, kafe ini juga menjadi TKP (tempat kejadian perkara) pengeroyokan yang menewaskan seorang pengunjung.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Agus Suyatno mengatakan, pembuangan desain rumdin akan dilelang dengan nilai pagu Rp300 juta.

“2022 desainnya selesai, 2023 dimulai proyeknya. Semoga tahun 2024 sudah bisa ditempati wali kota,” tutupnya. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menilai, tanah yang dibeli pemko untuk pembangunan rumah dinasnya berada di lokasi yang tepat.

Berada di pusat kota dan mengarah ke Sungai Martapura.

Tanah di samping kantor gubernur lama, Jalan Sudirman itu dulunya milik Pondok Party. Kafe yang kemudian disegel dan dibongkar Satpol PP.

Selama ini, pembangunan rumdin wali kota itu terus diupayakan para pendahulunya dan tertunda.

“Kemungkinan karena belum ada wali kota yang pernah menjabat dua periode. Jadi mungkin tak sempat memikirkan rumdin,” jelas Ibnu.

Padahal, rumdin wali kota adalah simbol, menyangkut marwah kepala daerah.

Kendati demikian, kelak ketika rampung nanti, Ibnu mungkin takkan sempat menempatinya. “Setidaknya bisa meninggalkan warisan untuk penerus,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2024 Masih Lama, Bakal Banyak Kepala Daerah Harus Diisi Pj

Soal konsep, ia menginginkan sentuhan rumah adat Banjar. Bisa menunjukkan identitas daerah.

“Tidak harus Bubungan Tinggi. Karena ada tipe lain seperti Gajah Manyusu, Balai Laki, Balai Bini dan lain sebagainya,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, Satpol PP membongkar kafe tersebut, akhir pekan lalu.

Selain tak berizin, kafe ini juga menjadi TKP (tempat kejadian perkara) pengeroyokan yang menewaskan seorang pengunjung.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Agus Suyatno mengatakan, pembuangan desain rumdin akan dilelang dengan nilai pagu Rp300 juta.

“2022 desainnya selesai, 2023 dimulai proyeknya. Semoga tahun 2024 sudah bisa ditempati wali kota,” tutupnya. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/