alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Narapidana Pangkas Rambut Pejabat Lapas

BANJARMASIN – Sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banjarmasin mendapatkan pelatihan keterampilan kerja. Setelah body repair, kali ini dilatih pangkas rambut.

Bahkan, langsung praktek dengan memotong rambut sesama warga binaan. Bahkan, pejabat lapas juga tak canggung menggunakan jasa mereka.

Kepala lapas, Herliadi mengatakan, pembekalan keterampilan kerja ini agar napi bisa mandiri setelah bebas dan kembali ke tengah masyarakat nanti.

Harapannya adalah para narapidana bisa berwirausaha. “Kami berharap nantinya para napi ini bisa benar-benar mandiri dan mampu terjun ke masyarakat,” katanya kemarin (23/1).

Dijelaskannya, pembinaan warga lapas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Menurut pasal 2, tujuan dari pembinaan adalah dalam rangka membentuk warga binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak kriminal.

Baca Juga :  Rekrutmen Komponen Cadangan Matra Darat

“Sehingga mereka dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Aldi, salah satu napi peserta pelatihan mengaku senang. Setidaknya dengan pelatihan ini bisa menjadi bekal usaha saat dirinya selesai menjalani masa tahanan.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa menjadi bekal usaha saya saat sudah bebas, sangat berguna bagi kami pelatihan keterampilan ini, dan membantu perekonomian kami jika sudah hadir ketengah masyarakat,” ujarnya. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banjarmasin mendapatkan pelatihan keterampilan kerja. Setelah body repair, kali ini dilatih pangkas rambut.

Bahkan, langsung praktek dengan memotong rambut sesama warga binaan. Bahkan, pejabat lapas juga tak canggung menggunakan jasa mereka.

Kepala lapas, Herliadi mengatakan, pembekalan keterampilan kerja ini agar napi bisa mandiri setelah bebas dan kembali ke tengah masyarakat nanti.

Harapannya adalah para narapidana bisa berwirausaha. “Kami berharap nantinya para napi ini bisa benar-benar mandiri dan mampu terjun ke masyarakat,” katanya kemarin (23/1).

Dijelaskannya, pembinaan warga lapas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Menurut pasal 2, tujuan dari pembinaan adalah dalam rangka membentuk warga binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak kriminal.

Baca Juga :  Polres Tapin Terima Penghargaan

“Sehingga mereka dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Aldi, salah satu napi peserta pelatihan mengaku senang. Setidaknya dengan pelatihan ini bisa menjadi bekal usaha saat dirinya selesai menjalani masa tahanan.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa menjadi bekal usaha saya saat sudah bebas, sangat berguna bagi kami pelatihan keterampilan ini, dan membantu perekonomian kami jika sudah hadir ketengah masyarakat,” ujarnya. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/