alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Di Pasar Tradisional, Harga Minyak Goreng Belum Turun

AMUNTAI – Pemerintah pusat telah mengatur harga minyak goreng pada harga Rp14 ribu per liter sejak Rabu (19/1) tadi. Namun ibu-ibu harus lebih bersabar. Kebijakan belum sepenuhnya bisa diikuti para pedagang.

Buktinya, harga minyak goreng masih berada di kisaran Rp 20-21 ribu di Pasar Induk Amuntai. Alasan belum menurunkan untuk menghabiskan stok minyak goreng yang masih tersisa. “Kami juga beli dengan harga tinggi. Jadi dihabiskan dulu stok yang ada. Jika agen menjual atau menurunkan harga, maka kami pun kembali menjual dengan harga Rp14 ribu per liter,” sebut Ikin, salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Amuntai.

Laporan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten HSU per Kamis tadi, harga minyak goreng kemasan di Pasar Induk Amuntai dan pasar tradisional lainnya masih berada di kisaran harga Rp 20-21 ribu. Kabid Perdagangan Disperindagkop HSU, HM Isnaini menyampaikan harga di tingkat pasar tradisional masih belum turun. Penurunan harga hanya berlaku di ritel modern dan supermarket yang ditetapkan pemerintah. Namun belum terasa secara signifikan menekan lonjakan harga jual di pasar tradisional. “Untuk ritel seperti pusat grosir, swalayan, dan minimarket jaringan mungkin sudah turun. Namun di pasar tradisional tidak serta merta menurunkan harga,” ungkap Isnaini.

Baca Juga :  Ketimbang Disegel, Mending Mencicil

Pihak berencana melaksanakan operasi pasar khusus minyak goreng dalam waktu dekat ini. “Rencananya Selasa, Rabu, dan Kamis Minggu depan. Disiapkan 1.200 liter minyak goreng untuk operasi pasar. Alokasi tersebut disubsidi dari para pengusaha,” terangnya. Bahkan pihaknya sangat berharap pada operasi pasar nanti stok minyak goreng bisa menembus angka 2.400 liter.(mar/yn/dye)

AMUNTAI – Pemerintah pusat telah mengatur harga minyak goreng pada harga Rp14 ribu per liter sejak Rabu (19/1) tadi. Namun ibu-ibu harus lebih bersabar. Kebijakan belum sepenuhnya bisa diikuti para pedagang.

Buktinya, harga minyak goreng masih berada di kisaran Rp 20-21 ribu di Pasar Induk Amuntai. Alasan belum menurunkan untuk menghabiskan stok minyak goreng yang masih tersisa. “Kami juga beli dengan harga tinggi. Jadi dihabiskan dulu stok yang ada. Jika agen menjual atau menurunkan harga, maka kami pun kembali menjual dengan harga Rp14 ribu per liter,” sebut Ikin, salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Amuntai.

Laporan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten HSU per Kamis tadi, harga minyak goreng kemasan di Pasar Induk Amuntai dan pasar tradisional lainnya masih berada di kisaran harga Rp 20-21 ribu. Kabid Perdagangan Disperindagkop HSU, HM Isnaini menyampaikan harga di tingkat pasar tradisional masih belum turun. Penurunan harga hanya berlaku di ritel modern dan supermarket yang ditetapkan pemerintah. Namun belum terasa secara signifikan menekan lonjakan harga jual di pasar tradisional. “Untuk ritel seperti pusat grosir, swalayan, dan minimarket jaringan mungkin sudah turun. Namun di pasar tradisional tidak serta merta menurunkan harga,” ungkap Isnaini.

Baca Juga :  HSU Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

Pihak berencana melaksanakan operasi pasar khusus minyak goreng dalam waktu dekat ini. “Rencananya Selasa, Rabu, dan Kamis Minggu depan. Disiapkan 1.200 liter minyak goreng untuk operasi pasar. Alokasi tersebut disubsidi dari para pengusaha,” terangnya. Bahkan pihaknya sangat berharap pada operasi pasar nanti stok minyak goreng bisa menembus angka 2.400 liter.(mar/yn/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/