alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Musnahkan Belasan Ribu Obat dan Sabu

MARABAHAN – Polres Batola memusnahkan 17 ribu butir obat terlarang tanpa merek dan 50 gram narkoba jenis sabu, Jumat (21/01). Dimusnahkan di aulanya dengan cara diblender.

Polres Batola memusnahkan barang bukti narkoba dengan menghadirkan langsung tersangka. MS (32) hanya bisa terdiam menyaksikannya.

Sat Resnarkoba Polres Batola terlebih dahulu melakukan uji narkoba sabu yang akan dimusnahkan. Hasilnya positif serbuk kristal sabu. Dilanjutkan dengan diblender.

Tidak hanya itu, pemusnahan juga dilakukan terhadap barang bukti 17 ribu butir obat terlarang tanpa merek. Hanya saja barang temuan tahun 2019 ini tanpa tersangka. Sampai saat ini pemiliknya masih belum ditemukan. “Sabu yang dimusnahkan dengan berat kotor 50,38 gram atau berat bersih 49,43 gram,” ujar Kapolres Batola, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif.

Baca Juga :  Tes Urin Dadakan, Satu Supir Truk Positif Narkoba

Lalu mengatakan barang bukti sabu ini merupakan kasus narkoba Desember 2021. Sedangkan untuk 17 ribu obat terlarang tanpa merek merupakan hasil temuan tahun 2019. Namun pelakunya berhasil melarikan diri.

Dia menambahkan penanganan narkoba di Batola lumayan banyak. Dari tahun 2021 hingga saat ini, sudah tercatat 135 kasus. Dengan jumlah tersangka mencapai 150 orang. “Kami mengimbau masyarakat mari bekerja sama memberantas narkoba. Berikan informasi kepada kami terkait peredaran narkoba di masyarakat,” ajaknya.

Lalu mengatakan pihaknya bersama instansi terkait juga terus berkomitmen memberantas narkoba. Bahkan sudah membuat kampung tangguh narkoba di beberapa desa yang peredaran narkobanya lumayan banyak.

“Paling banyak peredaran narkoba terjadi di Kecamatan Alalak, Anjir Pasar, dan Anjir Muara,” ujarnya. Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Banjarmasin dan provinsi tetangga Kalteng.

Baca Juga :  Puluhan Tersangka Sabu Diciduk

Kasat Resnarkoba, AKP Juwarto menambahkan penangkapan MS beserta barang bukti terjadi berkat menyamar menjadi pembeli. “Saat pelaku dan barang bukti berhasil ditangkap, kami berusaha menangkap bandar di atasnya. Tapi nihil, setelah dilakukan pelacakan, pelaku berada di lapas dan sulit ditemukan karena identitasnya cuma inisial,” cerita Juwarto.

MS hanya terlihat pasrah. Saat ditanya terkait sabu itu, MS hanya sedikit info yang terucap dari bibirnya. MS mengaku hanya kurir. Membantu temannya mengantarkan pesanan orang. “Saya tidak tahu jumlahnya sebanyak itu. Saya diberi upah Rp300 ribu,” ujar lelaki yang bekerja sebagai sales makanan ringan itu, sembari mengatakan membawa sabu sudah dilakukan dua kali.(bar/yn/dye)

MARABAHAN – Polres Batola memusnahkan 17 ribu butir obat terlarang tanpa merek dan 50 gram narkoba jenis sabu, Jumat (21/01). Dimusnahkan di aulanya dengan cara diblender.

Polres Batola memusnahkan barang bukti narkoba dengan menghadirkan langsung tersangka. MS (32) hanya bisa terdiam menyaksikannya.

Sat Resnarkoba Polres Batola terlebih dahulu melakukan uji narkoba sabu yang akan dimusnahkan. Hasilnya positif serbuk kristal sabu. Dilanjutkan dengan diblender.

Tidak hanya itu, pemusnahan juga dilakukan terhadap barang bukti 17 ribu butir obat terlarang tanpa merek. Hanya saja barang temuan tahun 2019 ini tanpa tersangka. Sampai saat ini pemiliknya masih belum ditemukan. “Sabu yang dimusnahkan dengan berat kotor 50,38 gram atau berat bersih 49,43 gram,” ujar Kapolres Batola, AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif.

Baca Juga :  Mertua dan Menantu Terlibat Sabu

Lalu mengatakan barang bukti sabu ini merupakan kasus narkoba Desember 2021. Sedangkan untuk 17 ribu obat terlarang tanpa merek merupakan hasil temuan tahun 2019. Namun pelakunya berhasil melarikan diri.

Dia menambahkan penanganan narkoba di Batola lumayan banyak. Dari tahun 2021 hingga saat ini, sudah tercatat 135 kasus. Dengan jumlah tersangka mencapai 150 orang. “Kami mengimbau masyarakat mari bekerja sama memberantas narkoba. Berikan informasi kepada kami terkait peredaran narkoba di masyarakat,” ajaknya.

Lalu mengatakan pihaknya bersama instansi terkait juga terus berkomitmen memberantas narkoba. Bahkan sudah membuat kampung tangguh narkoba di beberapa desa yang peredaran narkobanya lumayan banyak.

“Paling banyak peredaran narkoba terjadi di Kecamatan Alalak, Anjir Pasar, dan Anjir Muara,” ujarnya. Kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Banjarmasin dan provinsi tetangga Kalteng.

Baca Juga :  Satu Malam, Dua Pengedar Diringkus

Kasat Resnarkoba, AKP Juwarto menambahkan penangkapan MS beserta barang bukti terjadi berkat menyamar menjadi pembeli. “Saat pelaku dan barang bukti berhasil ditangkap, kami berusaha menangkap bandar di atasnya. Tapi nihil, setelah dilakukan pelacakan, pelaku berada di lapas dan sulit ditemukan karena identitasnya cuma inisial,” cerita Juwarto.

MS hanya terlihat pasrah. Saat ditanya terkait sabu itu, MS hanya sedikit info yang terucap dari bibirnya. MS mengaku hanya kurir. Membantu temannya mengantarkan pesanan orang. “Saya tidak tahu jumlahnya sebanyak itu. Saya diberi upah Rp300 ribu,” ujar lelaki yang bekerja sebagai sales makanan ringan itu, sembari mengatakan membawa sabu sudah dilakukan dua kali.(bar/yn/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/