alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Anggota Dewan Curiga Hendak Diracun, Serbuk Teh Berujung Laporan Polisi,

PARINGIN – Seperti hari-hari biasa, Senin (17/1) pagi itu, aktivitas rutin dilakukan Arbaiah (43). Dia menyeduh teh untuk dihidangkan kepada suaminya, Syamsudinoor, anggota DPRD Kabupaten Balangan.

Teh yang sudah siap diseruput, ditaruh Arbaiah di atas meja makan dapur. Dia kemudian pergi ke lantai dua rumahnya untuk memberitahu Syamsudinoor.

Arbaiah yang kembali ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencuci piring, tidak sengaja menatap ke secangkir teh yang sebelumnya dia bikinkan untuk Syamsudinoor. Di atas air teh, tertebar serbuk putih yang belum sempat diaduk.

Meski agak sedikit heran, namun Arbaiah tidak ambil pusing, dia kemudian meminggirkan secangkir teh tadi dan membuatkan yang baru. Ceceran serbuk putih di atas meja sekitar cangkir pun dia bersihkan.

Syamsudinoor turun ke bawah, lalu meminum teh yang baru dibuat.

Aktivitas berjalan normal seperti biasa, sampai kemudian Nisa (24), anak dari pasangan ini tiba di rumah. Arbaiah lalu menceritakan keanehan itu kepada Nisa.

Nisa, entah bagaimana, terpikir sesuatu. Dia curiga, serbuk itu adalah racun yang secara sengaja dimasukkan seseorang di saat ibunya memanggil ayahnya ke lantai atas. “Memang saat itu ada satu orang tamu di rumah,” kata Arbaiah.

RUmah politisi Demokrat itu memang sering sekali dikunjungi tamu. Sayangnya Arbaiah tidak mau menyebut nama orang yang bertamu sepagi itu. Dia bermaksud membuktikan kecurigaan dulu, bahwa teh itu sudah diberi serbuk racun.

Baca Juga :  Empat Orang Tewas Diduga Terhirup Gas Racun

Dia kemudian mengamankan secangkir teh tadi di dalam lemari. Sampai momen ini, Arbaiah masih belum berani menceritakannya kepada Syamsudinoor. Baru pada Rabu (19/1), dia membeberkan semuanya.

Syamsudinoor lalu konsultasi ke rekannya di kepolisian, dan disarankan untuk membuat laporan agar bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sebelum lapor polisi, saya sempat nanya dulu ke Dinas Kesehatan setempat, apakah di Balangan ada lab untuk mengecek serbuk itu racun atau bukan, sayangnya tidak ada,” ujar Syamsudinoor.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Balangan AKBP Zaenal Arifin, Kamis (20/1) melalui Kasubag Humas Polres Balangan, Aiptu Piktrus B, membenarkan adanya laporan dari Syamsudinoor.

“Olah TKP juga sudah dilakukan di rumah pelapor. Namun untuk memastikan ini racun atau bukan, perlu dilakukan uji lab terlebih dahulu yang memerlukan waktu,” jelasnya.

Seandainya memang benar racun, lalu apa motif pelaku?

Syamsudinoor mengaku memang saat ini tidak ada punya musuh yang secara nyata. Namun setelah dia berhasil mengantarkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Balangan saat ini memenangkan Pilkada lalu, dia merasa ada beberapa pihak yang menaruh benci dan dendam kepadanya secara pribadi.

Baca Juga :  Empat Orang Tewas Diduga Terhirup Gas Racun

“Tapi lagi-lagi itu hanya prasangka, benar atau tidaknya ada yang mau mencelakakan saya, kita tunggu terlebih dahulu hasil dari proses penyelidikan kepolisian,” tandasnya. (why/by/ran)

CURIGA ATAU TERLALU INSECURE?

1) Senin (17/1) pagi itu, Arbaiah menyeduh teh untuk suaminya, Syamsudinoor, anggota DPRD Kabupaten Balangan di atas meja makan dapur. Sementara di ruang depan, ada yang sedang bertamu.

2) Dia naik ke lantai dua rumah untuk memberi tahu Syamsudinoor bahwa teh sudah siap. Begitu turun, tidak sengaja menatap Arbaiah melihat serbuk putih di atas permukaan air teh.

3) Arbaiah meminggirkan secangkir teh tadi dan membuatkan yang baru. Syamsudinoor turun ke bawah, lalu meminum teh yang baru dibuat.

4) Arbaiah menceritakan tentang serbuk putih itu kepada Nisa (24), anaknya. Nisa curiga, serbuk itu adalah racun yang secara sengaja dimasukkan seseorang di saat ibunya memanggil ayahnya ke lantai atas.

5) Arbaiah melaporkan kecurigaannya kepada Syamsudinoor. Mereka sempat konsultasi ke Dinas Kesehatan untuk menguji adanya racun dalam gelas teh. Tapi tidak ada lab di Balangan. Kecurigaan ini pun dilaporkan ke polisi.

PARINGIN – Seperti hari-hari biasa, Senin (17/1) pagi itu, aktivitas rutin dilakukan Arbaiah (43). Dia menyeduh teh untuk dihidangkan kepada suaminya, Syamsudinoor, anggota DPRD Kabupaten Balangan.

Teh yang sudah siap diseruput, ditaruh Arbaiah di atas meja makan dapur. Dia kemudian pergi ke lantai dua rumahnya untuk memberitahu Syamsudinoor.

Arbaiah yang kembali ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencuci piring, tidak sengaja menatap ke secangkir teh yang sebelumnya dia bikinkan untuk Syamsudinoor. Di atas air teh, tertebar serbuk putih yang belum sempat diaduk.

Meski agak sedikit heran, namun Arbaiah tidak ambil pusing, dia kemudian meminggirkan secangkir teh tadi dan membuatkan yang baru. Ceceran serbuk putih di atas meja sekitar cangkir pun dia bersihkan.

Syamsudinoor turun ke bawah, lalu meminum teh yang baru dibuat.

Aktivitas berjalan normal seperti biasa, sampai kemudian Nisa (24), anak dari pasangan ini tiba di rumah. Arbaiah lalu menceritakan keanehan itu kepada Nisa.

Nisa, entah bagaimana, terpikir sesuatu. Dia curiga, serbuk itu adalah racun yang secara sengaja dimasukkan seseorang di saat ibunya memanggil ayahnya ke lantai atas. “Memang saat itu ada satu orang tamu di rumah,” kata Arbaiah.

RUmah politisi Demokrat itu memang sering sekali dikunjungi tamu. Sayangnya Arbaiah tidak mau menyebut nama orang yang bertamu sepagi itu. Dia bermaksud membuktikan kecurigaan dulu, bahwa teh itu sudah diberi serbuk racun.

Baca Juga :  Empat Orang Tewas Diduga Terhirup Gas Racun

Dia kemudian mengamankan secangkir teh tadi di dalam lemari. Sampai momen ini, Arbaiah masih belum berani menceritakannya kepada Syamsudinoor. Baru pada Rabu (19/1), dia membeberkan semuanya.

Syamsudinoor lalu konsultasi ke rekannya di kepolisian, dan disarankan untuk membuat laporan agar bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sebelum lapor polisi, saya sempat nanya dulu ke Dinas Kesehatan setempat, apakah di Balangan ada lab untuk mengecek serbuk itu racun atau bukan, sayangnya tidak ada,” ujar Syamsudinoor.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Balangan AKBP Zaenal Arifin, Kamis (20/1) melalui Kasubag Humas Polres Balangan, Aiptu Piktrus B, membenarkan adanya laporan dari Syamsudinoor.

“Olah TKP juga sudah dilakukan di rumah pelapor. Namun untuk memastikan ini racun atau bukan, perlu dilakukan uji lab terlebih dahulu yang memerlukan waktu,” jelasnya.

Seandainya memang benar racun, lalu apa motif pelaku?

Syamsudinoor mengaku memang saat ini tidak ada punya musuh yang secara nyata. Namun setelah dia berhasil mengantarkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Balangan saat ini memenangkan Pilkada lalu, dia merasa ada beberapa pihak yang menaruh benci dan dendam kepadanya secara pribadi.

Baca Juga :  Empat Orang Tewas Diduga Terhirup Gas Racun

“Tapi lagi-lagi itu hanya prasangka, benar atau tidaknya ada yang mau mencelakakan saya, kita tunggu terlebih dahulu hasil dari proses penyelidikan kepolisian,” tandasnya. (why/by/ran)

CURIGA ATAU TERLALU INSECURE?

1) Senin (17/1) pagi itu, Arbaiah menyeduh teh untuk suaminya, Syamsudinoor, anggota DPRD Kabupaten Balangan di atas meja makan dapur. Sementara di ruang depan, ada yang sedang bertamu.

2) Dia naik ke lantai dua rumah untuk memberi tahu Syamsudinoor bahwa teh sudah siap. Begitu turun, tidak sengaja menatap Arbaiah melihat serbuk putih di atas permukaan air teh.

3) Arbaiah meminggirkan secangkir teh tadi dan membuatkan yang baru. Syamsudinoor turun ke bawah, lalu meminum teh yang baru dibuat.

4) Arbaiah menceritakan tentang serbuk putih itu kepada Nisa (24), anaknya. Nisa curiga, serbuk itu adalah racun yang secara sengaja dimasukkan seseorang di saat ibunya memanggil ayahnya ke lantai atas.

5) Arbaiah melaporkan kecurigaannya kepada Syamsudinoor. Mereka sempat konsultasi ke Dinas Kesehatan untuk menguji adanya racun dalam gelas teh. Tapi tidak ada lab di Balangan. Kecurigaan ini pun dilaporkan ke polisi.

Most Read

Artikel Terbaru

/