alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Marak Pencurian Tutup Lubang Drainase, Warga: Jangan Menunggu Terperosok

Banyaknya penutup drainase yang hilang membuat pejabat pemko pusing. Tapi bagi warga kota, lubang-lubang menganga itu membahayakan.

***

BANJARMASIN – “Bikin pusing,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Rini Subantari.

Diceritakannya, raibnya tutup-tutup drainase itu nyaris terjadi di semua kecamatan.

“Mending tak usah lagi membahas itu,” tambahnya di Balai Kota, Rabu (19/1) petang.

Contoh di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat. Di sana, ada tujuh lubang menganga.

Sementara pengendara yang lalu lalang di sana terbilang ramai. Mencegah korban jatuh, warga memasang tiang dan ban bekas sebagai penanda.

“Saya heran, kok bisa dibiarkan berlama-lama begini. Keadaannya sudah sebulan,” cetus warga sekitar.

Pria yang enggan namanya dikorankan itu mengatakan, sebelum diberi tanda peringatan, sudah ada mobil yang terperosok.

Kejadiannya di siang hari. Saat dua mobil berpapasan di tikungan. “Kan bahaya, apalagi salah satu lubang berada di belokan jalan,” tambahnya.

Baca Juga :  Dermaga Kantor Wali Kota Karam

Ketua RT 08 Kuin Cerucuk, Syarbani menuturkan, mulanya hanya satu tutup yang hilang. Berselang beberapa hari, tutup-tutup lainnya ikut raib.

“Hanya tersisa dua tutup. Satu masih bagus, sudah kami amankan. Satunya ada bekas congkelan,” ujarnya kemarin (20/1).

Pria 48 tahun itu menduga, pencurian tak hanya terjadi pada dini hari, tapi juga saat hari sedang terang. Mereka tak beraksi sendirian. Dari yang datang dengan sepeda motor, hingga pencuri yang datang dengan mobil.

“Karena pernah ada yang memergoki para pelaku. Mereka langsung kabur karena ketahuan,” kisahnya.

“Saya dengar, harga satu penutup logam itu sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Mungkin karena itu jadi marak dicuri,” lanjutnya.

“Kalau bisa dicor semen saja. Agar tak lagi bisa curi,” saran Syarbani.

Radar Banjarmasin kemudian mengkonfirmasi masalah ini pada Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman. Dia mengaku sudah menginstruksikan PUPR untuk segera membenahinya.

“Dan laporkan saja ke aparat. Agar kepolisian bisa bertindak cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  SEMOGA TERSINDIR..!! Warga Tutup Sendiri dengan Ongkos Patungan

Ikhsan juga mengimbau warga untuk ikut menjaga. “Kalau hilang atau rusak, kita juga yang rugi,” tutupnya.

Komplotan Diringkus, Penadah Diburu

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo mengungkap, beberapa orang yang diduga spesialis pencuri penutup lubang drainase telah diringkus.

“Sudah terungkap. Ada tiga orang yang ditangkap bersama barang bukti berupa tutup drainase,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (20/1) petang.

Namun, Sabana enggan merincikan siapa, kapan dan di mana mereka diringkus.

“Karena masih dalam pengembangan. Ini komplotan. Tak mungkin mereka beraksi sendiri-sendiri. Pastinya juga ada penadah. Dan siapa yang memesan akan kami buru,” tambahnya.

“Masyarakat tak perlu khawatir. Masih terus kami selidiki,” janjinya.

Penangkapan berawal dari laporan PUPR. Ada tujuh lokasi yang dilaporkan. Yakni tiga penutup lubang drainase di Jalan Simpang Anem, tiga buah di Jalan Kuin Cerucuk dan satu buah di Jalan Cendrawasih. (war/at/fud)

Banyaknya penutup drainase yang hilang membuat pejabat pemko pusing. Tapi bagi warga kota, lubang-lubang menganga itu membahayakan.

***

BANJARMASIN – “Bikin pusing,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Rini Subantari.

Diceritakannya, raibnya tutup-tutup drainase itu nyaris terjadi di semua kecamatan.

“Mending tak usah lagi membahas itu,” tambahnya di Balai Kota, Rabu (19/1) petang.

Contoh di Jalan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat. Di sana, ada tujuh lubang menganga.

Sementara pengendara yang lalu lalang di sana terbilang ramai. Mencegah korban jatuh, warga memasang tiang dan ban bekas sebagai penanda.

“Saya heran, kok bisa dibiarkan berlama-lama begini. Keadaannya sudah sebulan,” cetus warga sekitar.

Pria yang enggan namanya dikorankan itu mengatakan, sebelum diberi tanda peringatan, sudah ada mobil yang terperosok.

Kejadiannya di siang hari. Saat dua mobil berpapasan di tikungan. “Kan bahaya, apalagi salah satu lubang berada di belokan jalan,” tambahnya.

Baca Juga :  Kebagian Jatah Bantuan Bank Dunia, Penataan Sungai Veteran Tunggu 2023

Ketua RT 08 Kuin Cerucuk, Syarbani menuturkan, mulanya hanya satu tutup yang hilang. Berselang beberapa hari, tutup-tutup lainnya ikut raib.

“Hanya tersisa dua tutup. Satu masih bagus, sudah kami amankan. Satunya ada bekas congkelan,” ujarnya kemarin (20/1).

Pria 48 tahun itu menduga, pencurian tak hanya terjadi pada dini hari, tapi juga saat hari sedang terang. Mereka tak beraksi sendirian. Dari yang datang dengan sepeda motor, hingga pencuri yang datang dengan mobil.

“Karena pernah ada yang memergoki para pelaku. Mereka langsung kabur karena ketahuan,” kisahnya.

“Saya dengar, harga satu penutup logam itu sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Mungkin karena itu jadi marak dicuri,” lanjutnya.

“Kalau bisa dicor semen saja. Agar tak lagi bisa curi,” saran Syarbani.

Radar Banjarmasin kemudian mengkonfirmasi masalah ini pada Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banjarmasin, Ikhsan Budiman. Dia mengaku sudah menginstruksikan PUPR untuk segera membenahinya.

“Dan laporkan saja ke aparat. Agar kepolisian bisa bertindak cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  HST "Kehilangan" Gerbang Perbatasan, Pemkab Dikritik

Ikhsan juga mengimbau warga untuk ikut menjaga. “Kalau hilang atau rusak, kita juga yang rugi,” tutupnya.

Komplotan Diringkus, Penadah Diburu

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo mengungkap, beberapa orang yang diduga spesialis pencuri penutup lubang drainase telah diringkus.

“Sudah terungkap. Ada tiga orang yang ditangkap bersama barang bukti berupa tutup drainase,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (20/1) petang.

Namun, Sabana enggan merincikan siapa, kapan dan di mana mereka diringkus.

“Karena masih dalam pengembangan. Ini komplotan. Tak mungkin mereka beraksi sendiri-sendiri. Pastinya juga ada penadah. Dan siapa yang memesan akan kami buru,” tambahnya.

“Masyarakat tak perlu khawatir. Masih terus kami selidiki,” janjinya.

Penangkapan berawal dari laporan PUPR. Ada tujuh lokasi yang dilaporkan. Yakni tiga penutup lubang drainase di Jalan Simpang Anem, tiga buah di Jalan Kuin Cerucuk dan satu buah di Jalan Cendrawasih. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/