alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Diduga karena Putus Cinta, Pelajar SMP Gantung Diri

BANJARBARU – RJ, supir asal Sapta Marga Landasan Ulin dibuat kaget bukan kepalang. Putra kesayangannya yang masih berusia 16 ditemukan tewas bunuh diri dengan cara gantung diri pada Kamis (20/1) pagi.

Kabar tewasnya pelajar kelas IX di salah satu SMP negeri Banjarbaru ini pertama kali diketahui oleh sang kakek. Korban mengakhiri hidupnya di kediaman kakeknya yang berlokasi di Jalan Suratno Kelurahan Guntung Payung Landasan Ulin Banjarbaru.

Menurut keterangan resmi kepolisian, sebelum didapati tewas tergantung. Korban mulanya sempat membantu kakeknya untuk mengantar sayur ke pasar Martapura.

“Rabu (19/1) sekitar pukul 24.00 Wita, korban berangkat ke pasar Sekumpul. Usai mengantar sayur, korban memutuskan pulang sendirian, sementara keluarga yang satu rumah dengannya menyusul ke pasar untuk berjualan,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.

Baca Juga :  Guru SMP Itu Tenggelam di Belakang Rumahnya, Kaki Masih Terikat Timbangan

Sekitar pukul 05.00 Wita, keluarga korban yang sebelumnya di pasar memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah, keluarga korban mendapati jika yang bersangkutan sudah dalam kondisi tergantung.

“Kondisi korban sudah meninggal dunia saat ditemukan. Korban menggunakan seutas tali tambang berwarna putih,” tambah Tajuddin.

Kabar ini pun segera sampai ke pihak kepolisian. Tim Inafis dari Polres Banjarbaru kata Tajuddin diturunkan ke TKP. Dari hasil olah TKP dan identifikasi, didapati jika korban memang tewas karena bunuh diri.

Diuraikan, jika petugas Identifikasi mendapati ada bekas jeratan tali di leher Korban yang melingkar dari pangkal belakang telinga kanan ke belakang pangkal telinga kiri Korban.

“Sebelumnya petugas meminta izin kepada keluarga untuk melalukan proses identifikasi, karena saat itu tubuh korban sudah dibalut kain kafan. Hasilnya tidak ada ditemukan bekas luka ataupun tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata Tajuddin.

Baca Juga :  Jelang Magrib di Bulan Ramadan, Gantung Diri Pakai Tali Ayunan Anak

Di TKP kejadian, petugas juga menemukan bukti kuat lainnya jika korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan media tali tambang yang diikat tergantung di bagian atas plafon baja ringan rumah.

“Satu buah kotak kayu bekas menyimpan sayuran ditemukan di area TKP. Ini diduga kuat sebagai pijakannya,” tambahnya.

Lantas apa dugaan atau alasan korban nekat bunuh diri? Menurut Tajuddin, dari keterangan para saksi dan keluarga, korban diketahui tengah didera galau gegara urusan asmara.

“Dari saksi, keluarga bahkan temannya, korban ini tengah galau dan sakit hati karena putus cinta,” tuntas Tajuddin yang menyatakan jika jenazah korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – RJ, supir asal Sapta Marga Landasan Ulin dibuat kaget bukan kepalang. Putra kesayangannya yang masih berusia 16 ditemukan tewas bunuh diri dengan cara gantung diri pada Kamis (20/1) pagi.

Kabar tewasnya pelajar kelas IX di salah satu SMP negeri Banjarbaru ini pertama kali diketahui oleh sang kakek. Korban mengakhiri hidupnya di kediaman kakeknya yang berlokasi di Jalan Suratno Kelurahan Guntung Payung Landasan Ulin Banjarbaru.

Menurut keterangan resmi kepolisian, sebelum didapati tewas tergantung. Korban mulanya sempat membantu kakeknya untuk mengantar sayur ke pasar Martapura.

“Rabu (19/1) sekitar pukul 24.00 Wita, korban berangkat ke pasar Sekumpul. Usai mengantar sayur, korban memutuskan pulang sendirian, sementara keluarga yang satu rumah dengannya menyusul ke pasar untuk berjualan,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.

Baca Juga :  Disalahkan Orang Tua Sang Pacar, Yunus Kirim Pesan Bunuh Diri Lewat WA

Sekitar pukul 05.00 Wita, keluarga korban yang sebelumnya di pasar memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah, keluarga korban mendapati jika yang bersangkutan sudah dalam kondisi tergantung.

“Kondisi korban sudah meninggal dunia saat ditemukan. Korban menggunakan seutas tali tambang berwarna putih,” tambah Tajuddin.

Kabar ini pun segera sampai ke pihak kepolisian. Tim Inafis dari Polres Banjarbaru kata Tajuddin diturunkan ke TKP. Dari hasil olah TKP dan identifikasi, didapati jika korban memang tewas karena bunuh diri.

Diuraikan, jika petugas Identifikasi mendapati ada bekas jeratan tali di leher Korban yang melingkar dari pangkal belakang telinga kanan ke belakang pangkal telinga kiri Korban.

“Sebelumnya petugas meminta izin kepada keluarga untuk melalukan proses identifikasi, karena saat itu tubuh korban sudah dibalut kain kafan. Hasilnya tidak ada ditemukan bekas luka ataupun tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata Tajuddin.

Baca Juga :  Depresi, Tusuk Leher Sendiri: IRT Ditemukan Tewas

Di TKP kejadian, petugas juga menemukan bukti kuat lainnya jika korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan media tali tambang yang diikat tergantung di bagian atas plafon baja ringan rumah.

“Satu buah kotak kayu bekas menyimpan sayuran ditemukan di area TKP. Ini diduga kuat sebagai pijakannya,” tambahnya.

Lantas apa dugaan atau alasan korban nekat bunuh diri? Menurut Tajuddin, dari keterangan para saksi dan keluarga, korban diketahui tengah didera galau gegara urusan asmara.

“Dari saksi, keluarga bahkan temannya, korban ini tengah galau dan sakit hati karena putus cinta,” tuntas Tajuddin yang menyatakan jika jenazah korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/