alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Diduga Tewaskan Terduga Pengedar, Kelima Oknum Bisa Saja Dipidana

BANJARMASIN – Bidang Propam Polda Kalsel sudah memeriksa anggota Satresnarkoba Polres Banjar yang terlibat dalam kasus penggerebekan maut.

Terkait dugaan penganiayaan yang menewaskan terduga pengedar, Sarijan.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i mengatakan, ada lima personel yang diperiksa.
Untuk memudahkan pemeriksaan, sementara waktu mereka ditarik ke mapolda. “Jadi dinonaktifkan dulu,” kata Rifa’i kemarin (20/1).

“Mereka sudah diperiksa di sub bidang pengamanan internal (paminal). Jadi dinonaktifkan,” sambungnya.

“Soal ditahan atau ditetapkan tersangka, belum. Saat ini status mereka masih terperiksa,” lanjutnya.

Sayangnya, ia enggan membuka identitas, pangkat dan jabatan kelimanya.

“Mohon maaf belum bisa disampaikan. Karena prosesnya masih bergulir dan belum ada titik terang,” jelasnya.

Baca Juga :  Dikeroyok Hingga Tewas di Warung Malam

“Jika memang nanti ditemukan pelanggaran atau kesalahan prosedur dalam penangkapan, maka sesuai perintah kapolda bakal ditindak tegas,” tambahnya.

Ditanya berapa lama pemeriksaannya, dia tak berani memastikan. Rifa’i hanya menjamin, polda akan bersikap objektif.

Terlepas dari sanksi disiplin, kelima oknum juga menghadapi jerat pidana karena sudah ada korban jiwa.
“Selain pelanggaran kode etik, bisa saja nanti larinya ke kriminal umum untuk dugaan tindak pidananya,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, kuasa hukum kedua istri korban, Kamarullah melapor ke Mapolda Kalsel, Senin (17/1).

Dibeberkannya, Sarijan dianiaya pada 29 Desember malam di Desa Pemangkih Baru, Kabupaten Banjar.
Rumahnya digerebek, lalu dipukuli di depan anak dan istrinya. Tak lama, pria 60 tahun itu dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :  Tak Terima Diludahi, Dua Peronda Diringkus karena Mengeroyok

Polisi bahkan melarang keluarga untuk memulangkan jenazah ke Pulau Madura untuk dimakamkan di kampung halamannya. Akhirnya, Sarijan dikuburkan di Jalan Teluk Tiram Darat Gang Bakti, Banjarmasin Barat. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Bidang Propam Polda Kalsel sudah memeriksa anggota Satresnarkoba Polres Banjar yang terlibat dalam kasus penggerebekan maut.

Terkait dugaan penganiayaan yang menewaskan terduga pengedar, Sarijan.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Rifa’i mengatakan, ada lima personel yang diperiksa.
Untuk memudahkan pemeriksaan, sementara waktu mereka ditarik ke mapolda. “Jadi dinonaktifkan dulu,” kata Rifa’i kemarin (20/1).

“Mereka sudah diperiksa di sub bidang pengamanan internal (paminal). Jadi dinonaktifkan,” sambungnya.

“Soal ditahan atau ditetapkan tersangka, belum. Saat ini status mereka masih terperiksa,” lanjutnya.

Sayangnya, ia enggan membuka identitas, pangkat dan jabatan kelimanya.

“Mohon maaf belum bisa disampaikan. Karena prosesnya masih bergulir dan belum ada titik terang,” jelasnya.

Baca Juga :  Dendam Lama, Wakar Bacok Juru Parkir

“Jika memang nanti ditemukan pelanggaran atau kesalahan prosedur dalam penangkapan, maka sesuai perintah kapolda bakal ditindak tegas,” tambahnya.

Ditanya berapa lama pemeriksaannya, dia tak berani memastikan. Rifa’i hanya menjamin, polda akan bersikap objektif.

Terlepas dari sanksi disiplin, kelima oknum juga menghadapi jerat pidana karena sudah ada korban jiwa.
“Selain pelanggaran kode etik, bisa saja nanti larinya ke kriminal umum untuk dugaan tindak pidananya,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, kuasa hukum kedua istri korban, Kamarullah melapor ke Mapolda Kalsel, Senin (17/1).

Dibeberkannya, Sarijan dianiaya pada 29 Desember malam di Desa Pemangkih Baru, Kabupaten Banjar.
Rumahnya digerebek, lalu dipukuli di depan anak dan istrinya. Tak lama, pria 60 tahun itu dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :  Tak Terima Diludahi, Dua Peronda Diringkus karena Mengeroyok

Polisi bahkan melarang keluarga untuk memulangkan jenazah ke Pulau Madura untuk dimakamkan di kampung halamannya. Akhirnya, Sarijan dikuburkan di Jalan Teluk Tiram Darat Gang Bakti, Banjarmasin Barat. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/