alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Bukan Cuma Rasa, Harga Cabai Rawit Juga Makin “Pedas”

BARABAI- Harga cabai rawit di Hulu Sungai Tengah masih mahal. Para pedagang menjual dengan harga Rp120 ribu per kilogram. Tak hanya cabai rawit, harga cabai jenis lainnya juga masih tinggi.

Misalnya cabai rawit gunung harganya Rp80 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai yang mengalami penurunan jenis tiung. Sebelumnya, sempat diharga Rp100 ribu per kilogram, sekarang turun menjadi Rp42 ribu.

“Cabai keriting merah dan hijau juga turun. Dari Rp70 ribu sekarang harganya Rp40 ribu untuk cabai keriting merah dan Rp35 ribu untuk cabai hijau,” kata Ulyati, pedagang di Pasar Agrobisnis, Kamis (20/1).

Penurunan harga beberapa jenis cabai ini baru sekira satu pekan. Kenaikan harga cabai dipicu lantaran banjir yang terjadi di Hulu Sungai Tengah. Banyak tanaman cabai milik petani mati. Kemudian diperparah karena kurangnya pasokan cabai dari daerah lain.

Baca Juga :  Disidak, Rak Minyak Goreng Dibiarkan Kosong

“Sekarang cabai dari luar seperti Sulawesi dan Pulau Jawa sudah mulai datang. Jadi harga cabai ada yang turun,” tambahnya.

Ulyati mengaku, sampai sekarang masih membeli cabai dari pengepul. Hanya cabai jenis tiung saja yang ditanam sendiri. “Saya jual lagi eceran. Karena harga cabai masih belum normal,” jelasnya.

Seorang petani cabai di Desa Pelajau, Kecamatan Pandawan, Faris mengatakan, dirinya menjual cabai kepada pengepul seharga Rp30 ribu per kilogram untuk cabai jenis tiung. Memang harga cabai sempat meningkat. “Tapi sekarang belum ada panen lagi. Padahal harganya lagi bagus-bagusnya,” jelasnya. (mal)

BARABAI- Harga cabai rawit di Hulu Sungai Tengah masih mahal. Para pedagang menjual dengan harga Rp120 ribu per kilogram. Tak hanya cabai rawit, harga cabai jenis lainnya juga masih tinggi.

Misalnya cabai rawit gunung harganya Rp80 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai yang mengalami penurunan jenis tiung. Sebelumnya, sempat diharga Rp100 ribu per kilogram, sekarang turun menjadi Rp42 ribu.

“Cabai keriting merah dan hijau juga turun. Dari Rp70 ribu sekarang harganya Rp40 ribu untuk cabai keriting merah dan Rp35 ribu untuk cabai hijau,” kata Ulyati, pedagang di Pasar Agrobisnis, Kamis (20/1).

Penurunan harga beberapa jenis cabai ini baru sekira satu pekan. Kenaikan harga cabai dipicu lantaran banjir yang terjadi di Hulu Sungai Tengah. Banyak tanaman cabai milik petani mati. Kemudian diperparah karena kurangnya pasokan cabai dari daerah lain.

Baca Juga :  Minyak Goreng: Harganya Murah, Tinggal Pengawasannya

“Sekarang cabai dari luar seperti Sulawesi dan Pulau Jawa sudah mulai datang. Jadi harga cabai ada yang turun,” tambahnya.

Ulyati mengaku, sampai sekarang masih membeli cabai dari pengepul. Hanya cabai jenis tiung saja yang ditanam sendiri. “Saya jual lagi eceran. Karena harga cabai masih belum normal,” jelasnya.

Seorang petani cabai di Desa Pelajau, Kecamatan Pandawan, Faris mengatakan, dirinya menjual cabai kepada pengepul seharga Rp30 ribu per kilogram untuk cabai jenis tiung. Memang harga cabai sempat meningkat. “Tapi sekarang belum ada panen lagi. Padahal harganya lagi bagus-bagusnya,” jelasnya. (mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/