alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Habiskan Stok Lama Minyak Goreng, Harga Menyesuaikan

RANTAU – Harga minyak goreng sudah ditetapkan pemerintah yakni Rp14.000 per liter mulai Rabu (19/1). Pedagang di pasar tradisional pun harus siap untuk mengikuti harga tersebut.

Walaupun untuk sementara ini mereka masih tetap menjual harga minyak goreng dengan harga sebelumnya yang lebih tinggi. Alasannya, karena stok lama yang dijual.

“Harganya bervariasi, mulai dari Rp18 ribu sampai Rp19 ribu, tergantung merek,” ucap Noor Hayu, salah satu pedagang di Pasar Keraton Rantau, Kamis (20/1) saat didatangi.

Untuk informasi penurunan minyak goreng memang sudah diketahuinya lewat pemberitaan.

“Kami meminta dinas terkait bisa menyosialisasikan hal ini ke pasar, agar semua pedagang mengetahui,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Tapin, Hermansyah menjelaskan, bahwa pihaknya memperkirakan, untuk pasar tradisional baru bisa mengikuti harga minyak goreng sesuai ketentuan, bisa sampai 1 pekan. Bahkan paling lama 1 bulan.

Baca Juga :  Mahasiswa Usulkan Pembentukan BUMD Pangan

“Memang rata-rata masih menghabiskan stok lama,” jelasnya.

Sementara untuk retail modern memang bisa langsung menyesuaikan harga sesuai ketentuan yang berlaku, karena mereka langsung membeli ke produsen.

“Terkait harga di retail modern memang akan kita pantau secara langsung, memastikan apakah sudah sesuai atau belum,” bebernya.

Ditambahkan Kabid Stabilitasi dan Sarana Distribusi Perdagangan, Supriadi bahwa penyesuaian harga di pasar tradisional memang tidak bisa cepat.

“Mereka terkait pendistribusian antara produsen ke agen terus ke pasar. Apalagi pedagang masih menghabiskan stok barang dengan modal yang lama,” jelasnya. (dly)

RANTAU – Harga minyak goreng sudah ditetapkan pemerintah yakni Rp14.000 per liter mulai Rabu (19/1). Pedagang di pasar tradisional pun harus siap untuk mengikuti harga tersebut.

Walaupun untuk sementara ini mereka masih tetap menjual harga minyak goreng dengan harga sebelumnya yang lebih tinggi. Alasannya, karena stok lama yang dijual.

“Harganya bervariasi, mulai dari Rp18 ribu sampai Rp19 ribu, tergantung merek,” ucap Noor Hayu, salah satu pedagang di Pasar Keraton Rantau, Kamis (20/1) saat didatangi.

Untuk informasi penurunan minyak goreng memang sudah diketahuinya lewat pemberitaan.

“Kami meminta dinas terkait bisa menyosialisasikan hal ini ke pasar, agar semua pedagang mengetahui,” harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Tapin, Hermansyah menjelaskan, bahwa pihaknya memperkirakan, untuk pasar tradisional baru bisa mengikuti harga minyak goreng sesuai ketentuan, bisa sampai 1 pekan. Bahkan paling lama 1 bulan.

Baca Juga :  HSU Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

“Memang rata-rata masih menghabiskan stok lama,” jelasnya.

Sementara untuk retail modern memang bisa langsung menyesuaikan harga sesuai ketentuan yang berlaku, karena mereka langsung membeli ke produsen.

“Terkait harga di retail modern memang akan kita pantau secara langsung, memastikan apakah sudah sesuai atau belum,” bebernya.

Ditambahkan Kabid Stabilitasi dan Sarana Distribusi Perdagangan, Supriadi bahwa penyesuaian harga di pasar tradisional memang tidak bisa cepat.

“Mereka terkait pendistribusian antara produsen ke agen terus ke pasar. Apalagi pedagang masih menghabiskan stok barang dengan modal yang lama,” jelasnya. (dly)

Most Read

Artikel Terbaru

/