alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Baru Seribu Anak Banjarmasin yang Divaksin

BANJARMASIN – Pemko mulai mendatangi sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin demi mengejar vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Seperti di SD Islam Sabilal Muhtadin, kemarin (20/1) pagi. Vaksinasi dari Puskesmas S Parman itu dibantu Polresta Banjarmasin.

Kepala sekolah, Aintayati menuturkan, orang tua siswa cukup antusias. “Alhamdulillah, orang tua murid mendukung saja. Sebelumnya kami sudah menerbitkan edaran, meminta wali murid agar mengizinkan anaknya divaksin,” jelasnya.

Di SDI itu, ada 848 siswa yang diusulkan untuk divaksin. Tapi karena stok vaksin yang terbatas, baru 158 siswa di kelas VI yang divaksin. Selebihnya, menunggu stok tersedia.

“Semoga lewat vaksinasi ini anak-anak kuat menghadapi virus apapun,” tambah Aintayati.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Vaksin Akhirnya Tak Terpakai

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menerangkan, dari 256 SD di ibu kota Provinsi Kalsel ini, tercatat 53.777 peserta didik yang ditarget divaksin.

“Sampai sekarang, sudah 1.000 lebih yang divaksin,” sebutnya kemarin.

Dia menjamin, tak ada paksaan dalam vaksinasi. Karena anak harus mengantongi izin orang tuanya.

“Kami akui, masih ada sebagian orang tua yang tak mengizinkan anaknya divaksin. Lantaran anaknya dianggap terlalu kecil. Atau takut dengan efek sampingnya,” bebernya.

Dia hanya berharap, demi kelancaran pembelajaran tatap muka (PTM), para orang tua atau wali murid mendukung program ini. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Pemko mulai mendatangi sekolah-sekolah di Kota Banjarmasin demi mengejar vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Seperti di SD Islam Sabilal Muhtadin, kemarin (20/1) pagi. Vaksinasi dari Puskesmas S Parman itu dibantu Polresta Banjarmasin.

Kepala sekolah, Aintayati menuturkan, orang tua siswa cukup antusias. “Alhamdulillah, orang tua murid mendukung saja. Sebelumnya kami sudah menerbitkan edaran, meminta wali murid agar mengizinkan anaknya divaksin,” jelasnya.

Di SDI itu, ada 848 siswa yang diusulkan untuk divaksin. Tapi karena stok vaksin yang terbatas, baru 158 siswa di kelas VI yang divaksin. Selebihnya, menunggu stok tersedia.

“Semoga lewat vaksinasi ini anak-anak kuat menghadapi virus apapun,” tambah Aintayati.

Baca Juga :  Jumlah Sasaran Vaksinasi di HST Lampaui Target

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menerangkan, dari 256 SD di ibu kota Provinsi Kalsel ini, tercatat 53.777 peserta didik yang ditarget divaksin.

“Sampai sekarang, sudah 1.000 lebih yang divaksin,” sebutnya kemarin.

Dia menjamin, tak ada paksaan dalam vaksinasi. Karena anak harus mengantongi izin orang tuanya.

“Kami akui, masih ada sebagian orang tua yang tak mengizinkan anaknya divaksin. Lantaran anaknya dianggap terlalu kecil. Atau takut dengan efek sampingnya,” bebernya.

Dia hanya berharap, demi kelancaran pembelajaran tatap muka (PTM), para orang tua atau wali murid mendukung program ini. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/