alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

374 Miliar untuk Jalan dan Jembatan di Kalsel

BANJARMASIN – Tahun ini Rp374 miliar anggaran disiapkan untuk penanganan jalan dan jembatan di Kalsel. Ada 14 paket yang dilelangkan dengan pagu beragam diluar 4 kontrak multiyears yang masih berproses.

Belajar dari banyak kekacauan proyek tahun kemarin, Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin berniat bakal mengawasi pekerjaan kontraktir agar tidak lagi terjadi keterlambatan.

Dari 14 paket pekerjaan yang dilelangkan tahun ini, diantaranya adalah preservasi di ruas Jalan Hulu Sungai. Khususnya titik jalan yang mengalami kerusakan lantaran dampak perbaikan Jembatan Paringin, Balangan.

Ruas jalan yang ditangani panjangnya mencapai 87,72 meter. Titiknya adalah, Jalan Pantai Hambawang-Batas Kota Amuntai-Pasar Panas-Kelua-Tanjung. Pagu anggaran yang disiapkan Balai Pelaksana Jalan Nasional nilainya sebesar Rp34,5 miliar.

Dikatakan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin Syauqi Kamal ruas jalan tersebut memang ada yang terdampak karena menjadi jalan alternatif dampak dari rehab Jembatan Paringin. “Karena ada kerusakan tambahan, jadi sekaligus,” terang Syauqi kemarin.

Baca Juga :  Gelapnya Jalan Dikeluhkan Warga, Banjarbaru Bakal Tambah Titik PJU

Untuk penanganan jembatan tahun ini, pria asal Aceh itu mengatakan adalah, penggantian Jembatan Sungai Martapura. Panjang jembatan yang dibangun sebutnya, mencapai 60,8 meter. Pagu yang disiapkan mencapai Rp24 miliar.

Jembatan ini sendiri adalah jembatan kembar. Sisi sebelah, sudah ditangani tahun lalu. Kala itu anggarannya hanya sebesar Rp15 miliar. Lebih kecil dibandingkan tahun ini. Lantaran jembatannya lebih pendek yang hanya memiliki panjang 33,6 meter.

Sama dengan jembatan yang sudah selesai, nantinya jembatan bermodel girder beton. Syauqi yakin, pada Februari mendatang, sudah ada pemenang lelang yang terkontrak. “Lebih cepat lebih bagus. Biar cepat selesai dan tak ada keterlambatan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Jembatan Sungai Martapura ini sebelumnya mengalami penurunan nilai struktur konstruksi. Bahkan jembatan yang dulunya menggunakan rangka Callender Hamilton (CH) itu terjadi keretakan pada ujung opritnya.

Pekerjaan jembatan tahun 2021 tadi dikerjakan kontraktor luar Kalsel. Tak ada kriteria kontraktor lokal. “Siapa yang menang terhadap pekerjaan yang dilelangkan tergantung penawaran dan persyaratan dokumen,” ucapnya.

Baca Juga :  Kawasan Pal 20 Sempat Dikeluhkan, Kini Jadi Terang dengan Rp1,1 Miliar

Pihaknya tak bisa ikut campur urusan lelang ini. Terlebih saat ini dilakukan melalui sistem elektronik. “Kalau bertanya kenapa kontraktor lokal tak dapat. Harusnya bertanya ke mereka. Kenapa jadi sampai kalah,” tukasnya.

Dia memberi contoh, seperti kontraktor pekerjaan Jalan Liang Anggang-Bati-Bati yang ternyata dimenangkan kontraktor luar, bahkan ternyata dua saudara. “Padahal kalau soal syarat, khususnya AMP saya yakin kontraktor lokal memenuhi syarat juga. Tapi ya, bisa saja mereka menawar dengan harga yang lebih rendah,” ucapnya.

Salah satu rekanan yang tak mau identitasnya dikorankan mengatakan, dalam lelang pekerjaan harusnya tak hanya berkaca dari hasil dokumen yang diunggah melalui elektronik. Tetapi melihat kesiapan dari kontraktor dalam hal peralatan. “Termasuk uang jaminan. Kami siap saja bersaing. Tapi hendaknya, ditelaah secara spesifik lagi agar ujunngya masyarakat yang dirugikan karena dampak dari pekerjaan,” katanya kemarin. (mof/by/ran)

BANJARMASIN – Tahun ini Rp374 miliar anggaran disiapkan untuk penanganan jalan dan jembatan di Kalsel. Ada 14 paket yang dilelangkan dengan pagu beragam diluar 4 kontrak multiyears yang masih berproses.

Belajar dari banyak kekacauan proyek tahun kemarin, Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin berniat bakal mengawasi pekerjaan kontraktir agar tidak lagi terjadi keterlambatan.

Dari 14 paket pekerjaan yang dilelangkan tahun ini, diantaranya adalah preservasi di ruas Jalan Hulu Sungai. Khususnya titik jalan yang mengalami kerusakan lantaran dampak perbaikan Jembatan Paringin, Balangan.

Ruas jalan yang ditangani panjangnya mencapai 87,72 meter. Titiknya adalah, Jalan Pantai Hambawang-Batas Kota Amuntai-Pasar Panas-Kelua-Tanjung. Pagu anggaran yang disiapkan Balai Pelaksana Jalan Nasional nilainya sebesar Rp34,5 miliar.

Dikatakan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Banjarmasin Syauqi Kamal ruas jalan tersebut memang ada yang terdampak karena menjadi jalan alternatif dampak dari rehab Jembatan Paringin. “Karena ada kerusakan tambahan, jadi sekaligus,” terang Syauqi kemarin.

Baca Juga :  Tahun ini, Banjarmasin Berencana Perbaiki 328 Jalan Kompleks

Untuk penanganan jembatan tahun ini, pria asal Aceh itu mengatakan adalah, penggantian Jembatan Sungai Martapura. Panjang jembatan yang dibangun sebutnya, mencapai 60,8 meter. Pagu yang disiapkan mencapai Rp24 miliar.

Jembatan ini sendiri adalah jembatan kembar. Sisi sebelah, sudah ditangani tahun lalu. Kala itu anggarannya hanya sebesar Rp15 miliar. Lebih kecil dibandingkan tahun ini. Lantaran jembatannya lebih pendek yang hanya memiliki panjang 33,6 meter.

Sama dengan jembatan yang sudah selesai, nantinya jembatan bermodel girder beton. Syauqi yakin, pada Februari mendatang, sudah ada pemenang lelang yang terkontrak. “Lebih cepat lebih bagus. Biar cepat selesai dan tak ada keterlambatan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Jembatan Sungai Martapura ini sebelumnya mengalami penurunan nilai struktur konstruksi. Bahkan jembatan yang dulunya menggunakan rangka Callender Hamilton (CH) itu terjadi keretakan pada ujung opritnya.

Pekerjaan jembatan tahun 2021 tadi dikerjakan kontraktor luar Kalsel. Tak ada kriteria kontraktor lokal. “Siapa yang menang terhadap pekerjaan yang dilelangkan tergantung penawaran dan persyaratan dokumen,” ucapnya.

Baca Juga :  Kontraktor Kabur, Jembatan Kintap Kecil Mangkrak

Pihaknya tak bisa ikut campur urusan lelang ini. Terlebih saat ini dilakukan melalui sistem elektronik. “Kalau bertanya kenapa kontraktor lokal tak dapat. Harusnya bertanya ke mereka. Kenapa jadi sampai kalah,” tukasnya.

Dia memberi contoh, seperti kontraktor pekerjaan Jalan Liang Anggang-Bati-Bati yang ternyata dimenangkan kontraktor luar, bahkan ternyata dua saudara. “Padahal kalau soal syarat, khususnya AMP saya yakin kontraktor lokal memenuhi syarat juga. Tapi ya, bisa saja mereka menawar dengan harga yang lebih rendah,” ucapnya.

Salah satu rekanan yang tak mau identitasnya dikorankan mengatakan, dalam lelang pekerjaan harusnya tak hanya berkaca dari hasil dokumen yang diunggah melalui elektronik. Tetapi melihat kesiapan dari kontraktor dalam hal peralatan. “Termasuk uang jaminan. Kami siap saja bersaing. Tapi hendaknya, ditelaah secara spesifik lagi agar ujunngya masyarakat yang dirugikan karena dampak dari pekerjaan,” katanya kemarin. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/