alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Kebagian Jatah Bantuan Bank Dunia, Penataan Sungai Veteran Tunggu 2023

BANJARMASIN – Mangkrak sekian lama, akhirnya ada kabar baik tentang penataan Jalan Veteran. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III akan melanjutkan penataan kawasan itu pada 2023 mendatang.

Programnya dalam bentuk pengendalian bencana banjir.

Dipastikan dalam rapat BWS bersama Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di Balai Kota, kemarin (19/1).
“Kami akan fokus ke Sungai Veteran,” ungkap Kepala BWS Kalimantan III, Fikri Abdurrachman. “Dari Januari 2021 lalu, desainnya sedang kami garap,” tambahnya.

Anggarannya sepenuhnya ditanggung bantuan luar negeri. Dari Bank Dunia, ada bantuan 400 juta US Dollar untuk lima kota di Indonesia. Banjarmasin turut kebagian jatah.

Konsepnya takkan jauh-jauh dari rencana pemko. Yakni membelah Jalan Veteran dengan sungai.
“Mengikuti desain yang ada. Tentu saja ada beberapa sedikit perubahan, menyesuaikan kondisi sekarang,” jelas Fikri.

Baca Juga :  Bersihkan Eceng Gondok, Berbagi Kontrak Kapal Sapu-Sapu

Mulanya, BWS ingin menggarap kawasan Veteran dari Kelenteng Soetji Nurani sampai Sungai Lulut. Sayang, niat itu terganjal pembebasan lahan.

“Sekarang yang lahannya sudah diamankan hanya dari kelenteng sampai Pasar Kuripan. Mungkin itu dulu yang digarap,” tutupnya.

Sementara itu, wali kota mengakui, belum sepenuhnya kawasan itu bisa dibebaskan. Tapi ia menjamin, bakal ada pembebasan lanjutan. “Tahun 2023 akan dialokasikan. Dibebaskan bertahap dari Pasar Kuripan sampai Sungai Lulut,” kata Ibnu.

Jalan lingkungan di seberang sungai akan dibangun dengan pondasi pile slab. Selain itu, juga ada penguatan tebing sungai.

“Jembatan-jembatan penyeberangan yang ada akan dihilangkan. Lalu dibangunkan jembatan khusus, misalkan dengan jarak 30 meter. Jadi tidak lagi semua ruko bisa membuat jalan atau jembatan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Normalisasi Sungai Dipastikan Tertunda, Berdalih Ada Penundaan Lelang

“Begitu Sungai Veteran ini terkoneksi dengan baik, semoga kejadian banjir Januari 2021 lalu tidak terulang,” pungkas Ibnu.

Detail engineering design (DED) Veteran sudah ada sejak 2016 silam. Selain membelah jalan dengan sungai, Veteran juga hendak dijadikan kawasan wisata Pecinan.

Komitmen awal, proyek ini akan dikeroyok oleh Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin dan BWS. Tapi seusai dibebaskan dan disiring, malah terhenti dan mangkrak. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Mangkrak sekian lama, akhirnya ada kabar baik tentang penataan Jalan Veteran. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III akan melanjutkan penataan kawasan itu pada 2023 mendatang.

Programnya dalam bentuk pengendalian bencana banjir.

Dipastikan dalam rapat BWS bersama Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di Balai Kota, kemarin (19/1).
“Kami akan fokus ke Sungai Veteran,” ungkap Kepala BWS Kalimantan III, Fikri Abdurrachman. “Dari Januari 2021 lalu, desainnya sedang kami garap,” tambahnya.

Anggarannya sepenuhnya ditanggung bantuan luar negeri. Dari Bank Dunia, ada bantuan 400 juta US Dollar untuk lima kota di Indonesia. Banjarmasin turut kebagian jatah.

Konsepnya takkan jauh-jauh dari rencana pemko. Yakni membelah Jalan Veteran dengan sungai.
“Mengikuti desain yang ada. Tentu saja ada beberapa sedikit perubahan, menyesuaikan kondisi sekarang,” jelas Fikri.

Baca Juga :  Bersihkan Eceng Gondok, Berbagi Kontrak Kapal Sapu-Sapu

Mulanya, BWS ingin menggarap kawasan Veteran dari Kelenteng Soetji Nurani sampai Sungai Lulut. Sayang, niat itu terganjal pembebasan lahan.

“Sekarang yang lahannya sudah diamankan hanya dari kelenteng sampai Pasar Kuripan. Mungkin itu dulu yang digarap,” tutupnya.

Sementara itu, wali kota mengakui, belum sepenuhnya kawasan itu bisa dibebaskan. Tapi ia menjamin, bakal ada pembebasan lanjutan. “Tahun 2023 akan dialokasikan. Dibebaskan bertahap dari Pasar Kuripan sampai Sungai Lulut,” kata Ibnu.

Jalan lingkungan di seberang sungai akan dibangun dengan pondasi pile slab. Selain itu, juga ada penguatan tebing sungai.

“Jembatan-jembatan penyeberangan yang ada akan dihilangkan. Lalu dibangunkan jembatan khusus, misalkan dengan jarak 30 meter. Jadi tidak lagi semua ruko bisa membuat jalan atau jembatan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Infrastruktur Tertinggal, Sulit Lanjutkan Sekolah

“Begitu Sungai Veteran ini terkoneksi dengan baik, semoga kejadian banjir Januari 2021 lalu tidak terulang,” pungkas Ibnu.

Detail engineering design (DED) Veteran sudah ada sejak 2016 silam. Selain membelah jalan dengan sungai, Veteran juga hendak dijadikan kawasan wisata Pecinan.

Komitmen awal, proyek ini akan dikeroyok oleh Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin dan BWS. Tapi seusai dibebaskan dan disiring, malah terhenti dan mangkrak. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/